Coba - Coba Belajar Stand Up ( Pasangan yang Baik )

Coba - Coba Belajar Stand Up ( Pasangan yang Baik ). Pasangan itu bukan perlombaan siapa yg mampu dan tidak mampu dengan persyaratan yang diberikan oleh pasangan tapi pasangan itu tim yang bekerja sama lewat keseimbangan karakter dalam sentuhan kekurangan dalam kelebihan sembari dibumbui dengan kebijaksanaan pasif, apapun sebutanya PACARAN, TA'ARUF atau apalah,  intinya semua itu proses, proses untuk meminimalisir keegoisan, ketidak sabaran dan keangkuhan. Ingat,,,!!! Kata Kuncinya MINIMALISIR bukan MENGHILANGKAN atau MERUBAH TOTAL.

Semua orang dewasa paham dengan arti egois, paham dengan arti sombong, paham dengan arti tidak sabar tapi buktinya masih banyak yang jauh dari tindakan nyata terhadap pemahan tersebut. Semua bisa bilang aku tidak sombong, aku tidak egois, aku tidak, aku tidak dan masih banyak lagi aku tidak. Tapi pusing amat dengan bicara itu, dengar iya, percaya... belum tentu teman.

Pandai di teori tapi lupa di tindakan, status di media sosial hebat...!!! facebook banyak yang like dan komen, twitter banyak yang follow, Instagram dan lain-lain apalagi. Sebutan mendramatisir kayaknya pas untuk itu. 


Banyak sebutan mulai ramai terdengar dalam menjalin hubungan antar pasangan, teman tapi mesra, Ta’aruf, yah... kalau pacaran sih sudah menjamur hehe... tapi sadar tidak kalau semua sama prosesnya yaitu perkenalan. Ada seorang teman yang bilang pacaran itu beda dengan Ta’aruf, ya bedalah dari segi penulisannya saja beda haha.. serius nih...!!! ada yang bilang pacaran dan ta’aruf itu berbeda pelaksanaannya. Trus saya bertanya, bedanya dimana..??? jawabnya bedanya di cara melaksanakan, singkatnya penjelasan katanya Pacaran cenderung ke hal berzinah atau haram kalau ta’aruf hanya sebatas saling mengenal dan jauh dari zinah. Emang iya tanya saya..!!! dan saya pun mulai menanggapinya. Yah... menurut saya sih cara apapun namanya itu dalam hubungan semua tergantung pada yang menjalaninya...  Salah satu konsep zinah yang saya ketahui kalau tidak salah sihh... yaitu berpegangan tangan antara perempuan dan laki-laki yang bukan muhrim saja sudah haram. Nah bagaiman kalau pasangan yang mengklaim kalau mereka Ta’aruf truss berpengangan tangan..??? haram juga kan namanya, nah bagaimana kalau pasangan yang mengklaim mereka pacaran trus tidak pernah berpegangan tangan berarti tidak haram kan, trus bedanya,,!!! Yang pasti bedanya hanya pada sebutan dan penulisan kata hehe

Ingat teman-teman manusia itu tidak sempurna dan semua tahu kalau kesempurnaan itu hanya milik TUHAN jadi jangan pernah mencari orang yang sempurnah sebab dijamin 100% tidak akan dapat hehe. Menurut teori seorang tokoh pemikir sosial manusia itu produk lingkungan sekitar dan menurut teori dunia kesehata manusia itu memilki sifat bawaan atau gen, benarkan teman-teman..??? ya benarlah kan saya baca di buku haha. Oke lanjut... manusia adalah produk lingkungan sekitar artinya bahwa jika kita hidup di lingkungan yang baik maka dengan sendirinya kelakuan kita akan terpengaruh dengan masyarakat sekitar sehingga kita juga menjadi lebih baik sebaliknya jika kita hidup pada lingkungan yang kurang baik maka kita akan terpengaruh menjadi pribadi yang kurang baik juga kemudian manusia memilki sifat bawaan atau gen nah jika saya orangnya cerewet, ingat ya misalnya sebab saya cerewet sih tapi kadang-kadang hehe. Jika saya cerewet  berarti nanti ada salah satu anak saya cerewet, kan saya rencananya kalau sudah nikah mau punya lima anak jadi dicontoin salah satu hehe. Kalau contoh yang lain teman-teman pikir saja sendiri.

Jadi misalny kalau pasangan anda cerewet jangan anda paksakan dia untuk tidak cerewet sebab semakin anda paksakan maka dia akan merasa terkenan dan ujung-ujungnya dia semakin cerewet hahaha. Kenapa demikian..??? kalau itu sifat bawaanya mau dilakukan apapun tidak akan hilang makanya cara efektifnya diminimalisir. Jadi jika ada pasangan yang seperti itu dibantulah supaya tidak terlalu cerewet dengan cara sering diingatkan nanti lama-lama dia akan terbiasa juga untuk meminimalisir dan apa yang kamu inginkan agar dia tidak terlalu cerewet tercapai.  Jika dipaksakan maka akan terlihat egois dan orang yang tidak mau meminimalisir sikapnya itu akan terlihat sombong. Siapa yang sombong..??? ya.. pasangan andalah yang anda paksakan kehendak hahaha

Pasangan itu saling melengkapi kekurangan dan kelebihan, saling mendukung untuk menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan, kalau yang satu marah yang satu harus menanggapinya dengan pikiraan dingin agar tidak semakin besar masalah, ingat..!!! mengalahkan bukan berarti kalah sebab itulah namanya saling melengkapi.

Saya menulis seperti ini bukan berarti saya tidak seperti apa yang saya tulis, jika kalian beranggapan seperti itu kalian salah besar, kenapa..?? sebab ini adalah pengalaman pribadi penulis sendiri hahaha, yah tapi sebagian dari pengalaman teman-teman saya juga sih heheh.

Sekian coretan saya kalaau ada yang lucu silahkan kalian tertawa itu hak kalian, jika ada yang marah silahkan marah itu juga hak kalian dan jika ada yang keberatan silahkan komentar di kolom komentar hehehe... Good luck buat kita semua khususnya yang belum nikah, terlebih khusus lagi yang masih single hehe. (Baca Juga Artikel Menarik : Konsisten, Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Berdoa Dalam Kehidupan)


EmoticonEmoticon