Berdiskusi dan Beranilah

Berdiskusi dan Beranilah

Bersalahkah bertanya pada tembok penuh lukisan?. ataupun berdosakah berdiskusi pada tembok penuh coretan syair ? Sebuah pertanyaan yang terlintas ketika berpikir dalam pembicaraan.

Mengeja tak perlu memilih berpikir tak perlulah malu demikian juga dengan berdialektika tidak memilih objek, semua bisa mencair diatas meja perdebatan.

Fenomen berdiskusi kini bergeser dari arah ruangan formal kepada ruang diskusi berhias ornamen-ornamen dari konsep setiap pemilik tempat tongkrongan.

Akan terlihat modern dan sering sebagian orang menggambarkan hedonis dalam bersantai namun semua bisa terjawab jika muatannya bukan hanya nongkrong tong kosong.

Semua akan terjawab jika kita berani menanyakan esensi meja, kursi bahkan eksistensi manusia ataupun mengambil hikmah pada pelayan tampan dan cantik yang melayani penuh senyum sembunyi.

Bahkan semua akan menarik jika pembahasannya bergulir pada topik memanas nasional saat ini contoh, politik nasional, politik internasional ataupun konsep agama membicarakan tuhan atau metode akal membuktikan keadaan Tuhan.

Maka semua akan teratasi, sebagian persepsi buruk dalam tempat mewah mulai terkikis memudar dengan sendirinya. Dengan demikian, beranilah bertanya pada sesuatu tanpa ragu ataupun mengeja esensi apapun tanpa sikap gagu gugup.

Salam kopi hitam

Penulis : Awin Buton
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar