Ato Basahona Share

follow us

Kemajemukan itu Kekayaan

Oleh : Awin Buton

Tulisan ini kutuliskan ketika tak sengaja mendapati koran lama tentang pemb*karan Masjid di Tolikara Papua. Kemajemukan adalah jejak yang tak pernah hilang dari perlintasan sejarah Indonesia. Bahkan dari masa jetika konstitusi belum menjadi resmi dan republik masih belum ada kebinekaan itu sudah dirayakan dengan suara yang amat riuh.

Ikrar itu digaungkan dalam sebilah sumpah dan sepotong semboyan (sumpah pemuda) yg kita pegangi hingga detik ini dengan itulah kita belajar artinya memahami perbedaan yang berkilit dalam kehidupan.

Sekarang, keberagaman tidak lagi di pandang sebagai kekayaan melainkan sebagai ancaman yang mencekam, terlebihnya sebagian orang membentuk keyakinan bahwa kekerasan dianggap sebagai setapak jalan menempuh penyelasaian ada menara dan tembok tinggi yang dibangun ada kebencian yang sengaja dirawat dan diwariskan turun temurun.

Beberapa tahun terakhir yang telah kita tempuh dipadati oleh dendam dari orang-orang yang mudah tersulut amarahnya mereka rela dengan ganas menumpas keyakinan lain yang tak sama. Kekerasan berlatar belakang agama dan antar suku yang meningkat, sejumlah tempat ibadah di luluh lantakan tanpa ampun tak sedikit korban yang jatuh tak sedikit pula anak-anak yang kemarin petang masih bersenda gurau dihari berikutnya diisi dengan ratapan kematian.

Terlebih kita Indonesia dengan begitu kaya akan sejarah kita mampu menjadikan semua sebagai bahan evaluasi pribadi maupun kelompok. Seharusnya kita Indonesia sudah masuk ketahapan berpikir memajukan indonesia agar bisa bersaing dengan negara maju dunia karena kita punya kemampuan untuk menghargai perbedaan dan itu pada level budaya yang begitu beragam. Setiap agama, etnis, budaya dan adat sudah pernah melewati itu semua dan pada tahap keberagaman yang melebihi sekarang.

Sebagai bangsa besar yang merdeka atas perbedaan harusnya mampu menerima perbedaan dan keberagaman secara damai. kita mestilah bersatu dengan konstitusi dan memegang erat pancasila sebagai ideologi bangsa.

Manado, 27 Maret 2016

You Might Also Like: