Pengertian, Ciri-Ciri dan Klasifikasi Chordata

Pengertian Chordata
Chordata berasal dari bahasa Yunani yang berarti tali. Jadi, Chordata berarti hewan yang memiliki Chorda di bagian punggung.
Ciri-Ciri Chordata
Ciri-Ciri Chordata antara lain :
1.    Memiliki chorda dorsalis
2.    Memiliki celah insang dan batang saraf dorsal
3.    Bentuk tubuh simetri bilteral
4.    Memiliki Coelom
5.    Mesoderm merupakan dinding coelom berasal dari endoterm primer sehingga Chordata termasuk enterodermata.
Klasifikasi Chordata
Berdasarkan ada tidaknya kranium (tengkorak), Chordata dibagi menjadi :
A.    Acraniata (tidak berkranium)
Acraniata dibagi menjadi 3 subfilum Chordata
1)    Hemichordata
Tubuh bagian depan terdapat probocis atau belalai untuk membuat lubang pada lumpur atau pasir. Di dasar probosis terdapat leher, mengelilingi coelom, bentuk sepertî krah baju. Badan (trunchus) berbentuk panjang agak pipih dan terdapat celah insang. Tubuh lunak, berbentiik silindris menyerupai cacing. Tempat hidup di taut. Chorda dorsalis hanya terdapat pada bagian anterior tubuh. Contoh: Balanoglossus, Cephalodiscus sp.
2) Urochordafa atau Tunicata
Chorda dorsalis terdapat di dalam ekor pada waktu larva selanjutnya chordata dorsalis dan ekor mereduksi. hidup di taut. Hewan dewasa hidup menempel pada suatu tempat, larva dapat berenang dan hidup bebas.
Tunicata dibagi menjadi 3 kelas:
a) Ascidiaceae, contoh: Ascidia intertinalis.
b) Thallasea, contoh: Doliolum den ticulatum.
c) Larvaceae, contoh: AppendiCularia sp.
3) Cephalochordafa
Ciri-ciri:
a)    Chórda dorsalis ada sepanjang hidup.
b)    Bentuk memanjang dan ujung anterior sampai ujung posterior.
c)    Pembuluh dorsal berkembg biak, sampai dewasa punya celah faring.
d)    Hidup di laut, hidup bebas.
e)    Ujung-ujung tubuh meruncing
f)     Tubuh transparan sehingga alat dalam tubuh kelihatan
g)    Pada mulut dilengkapi tentakel halus atau sirri
h)    Sirri terdapat pada suatu membran atau velum yang mengelilingi mulut. Contoh: Amphioxus.

B.    Craniata (berkranium)
Berdasar alat gerak, vertebrata dibagi menjadi 2 kelompok:
1) Pisces, alat gerak berupa sirip, meliputi:
a) Kelas Agnatha
Rangka terdiri atas tulang rawan, sirip tidak berpasangan. Di bagian ventral tubuh terdapat mulut dan lubang hidung. Celah faring 5 pasang. Jantung 2 ruang: atrium dan ventrikel. Contoh: ikan bermulut bundar (Cyclostciinata), ikan lamprey (Pet romyxin Sp.), ikan hag (Polistotrema sp).
b) Kelas chondrichtyes
Endoskeleton semuanya terdiri dan tulang rawan. Celah faring 5 pasang. Tidak punya tutup insang. Bagian ventral tubuh terdapat lubang hidung dan mulut. Jantung terdiri dan 2 ruang yaitu atrium dan ventrikel. Contoh: ikan hiu (Squalus sp), ikan cucut macan (Galeocerdoryneri), dan ikan pari.
c) Kelas Osteichthyes
Ikan bertulang sejati. Di kepala terdapat sepasang mata, selaput pendengaran, celah mulut, lubang hidung, celah insang dan tutup insang. Alat gerak berupa sirip yang berpasangan, untuk keseimbangan dibantu Sirip Punggung, untuk kemudi sirip ekor. Terdapat gurat sisi dan 3 lubang keluar. Tubuh dilindungi kulit tipis, transparan, banyak kelenjar lendir, tertutup sisik. Contoh : ikan bandeng, ikan mas, ikan tawas, ¡kan lele, dan ikan kakap.
2) Tetrapoda, alat gerak berupa kaki yang berjumlah 4 buah, meliputi:
a) Kelas Amphibia
Habitat saat larva di air, saat dewasa di darat. Kulit selalu basah (berlendir). Tldak bersisik. Anggota gerak 2 pasang untuk berjalan atau berenang. Alat Pemapasan larva dengan insang, saat dewasa dengan paru-paru. Suhu tubuh Poikilotermis Berkembangbiak secara kawin. Fertilisas eksternal. Ovipiar. Ampibhia dapat dibedakan menjadi beberapa ordo :
1.    Apoda (Amphibia tidak berkaki).
2.    Urodella atau Cauclata (Amphibin berckor ilan berkiki). Contohnya Salamandra (kelompok salaminder).
3.    Anura (Amphibia tidak berekor). Contoh: katak hijau, katak bangkong.
b) Kelas Reptilia
Bernapas dengan paru-paru. Kulit kering bersiik. Sisik dari zat tanduk. Tidak berkelenjar lendir maupun kelenjar keringat. Alat gerak berupa 2 pasang kaki yang berjari-jari dan berkuku. Suhu tubuh poikiloterm. Berkembang hiak secara kawin. Fertilisasi internal. Ovipar, ovovivipar, maupun vivipar. Reptilia dibagi menjadi beberapa ordo:
(1) Squamafa
Dibagi: (a) Suhordo Lacerlilia, contoh: cicak, kadal, dan tokek.
(b) Suborclo Ophidia atau Serpentes, contoh: ular kobra, ular derik.
(2) Chelonia (golongan kura-kura)
Contoh: kura-kura, penyu.
(3) Crocodilia atau Loricata
Contoh: buaya
(4) Rhynchochephalia
Contoh: Sphenodon punctatum
c) Kelas Aves
Tubuh ditutupi bulu. Alat gerak bagian depan berupa sayap. Suhu tubuh homoitèrm. Contoh: burung merpati, bangau, pelikan, ayam dan kasuari.
d) Kelas Mamalia
Tubuh berambut. Punya kelenjar susu. Suhu tubuh hornoiterm. Mamalia dibagi menjadi beberapa ordo:
(1) Monotremata, ovipar, mengerami telur dan bila telur menetas anaknya akan menyusu pada induk.
Contoh: Platyphus. Ornithorynchus (cungur bebek).
(2) Marsupialia, hewan berkantong, vivipar. Contoh: kanguru,
kuskus.
(3) Chiroptera, tangan sebagai sayap. Contoh: kelelawar
(4) Insectivora, pemakan serangga, contoh tikus cucuru (Suncus marinus).
(5) Pholidota, tubuh bersisik, contoh: trenggiling (Manis javanicus).
(6) Rodentia, hewan pengerat, contoh: tikus, tupai, dan landak
(7) Logomorpha, contoh: kelinci.
(8) Cetacea, contoh: ikan paus. .
(9) Sirenia, contoh: ¡kan duyung.
(10) Carnivora, hewan pemakan daging, contoh: harimau
(11) Pinnipedia, contoh: singa laut dan anjing laut.
(12) Proboscidea contoh: gajah India. .
(13) Perissodactyla, contoh: badak, kuda, tapir.
(14) Arthrodactyla, contoh: babi, kambing, sapi, rusa, kerbau.
(15) Dermoptera.
(16) Primata dibedakan menjadi 2 subordó:
(a) Prosimii dibagi menjadi 3 familia:
- Tupaidae, contoh tupai
- Lemuridae, contoh lemur
- Tarsiidae, contoh tarsius .
(b) Arthropoidae dibagi menjadi 3 familia
- Cercopithecidae, contoh kera babon
- Pon gidae, contoh simpanse
- Hominidae, contoh manusia


EmoticonEmoticon