Negeri Cerutu Berduka

Oleh : Rifaldi Rahalus

Fidel Castro
Ribuan orang kepalanya tertunduk sejenak, menyusul sebuah kabar duka terdengar dari negara Kuba. Tatkala kepergian untuk selama-lamanya seorang pemimpin legendaris di negara berjulukan negeri cerutu itu. Fidel Alejandro Castro Ruz nama lengkapnya Fidel Castro kini telah meninggal dunia. Negeri Cerutu itu berduka !
Mantan presiden yang juga pemimpin revolusi Komunis Kuba itu menghembuskan nafas terakhirnya di usia 90 tahun (BBC:26/11). Sosok seorang Castro tidak saja menjadi primadona masyarakat Kuba yang berhaluan komunis, akan tetapi ia juga mampuh "menghipnotis" ribuan orang dihampir seluruh penjuruh dunia melalui gerakan revolusinya serta jiwa pembela terhadap masyarakat dari kungkungan neoliberalisme.

Nama Castro akan terus di kenang terutama bagi para pengikutnya atas pribadi Castro yang dikenal pemberani. Sebagaimana syair lagu kebangsaan kita "Gugur satu tumbuh seribu". Castroisme seperti halnya leninisme dan marxsisme, akan terus lahir dan tentu menjadikan kelompok oposisi Kuba yang sebelumnya menilai Castro sebagai pemimpin otoriter akan terus merasa terhimpit.
"Usia saya yang telah senja, namun konsep komunis akan terus hidup dan rakyat Kuba akan menjadi pemenang," kata Castro dalam pidatonya diakhir pelaksanaan kongres Partai Komunis. Ungkapan yang dilontarkannya itu tentu saja telah banyak generasi yang lahir, tentu generasi baru yang sepemikiran dengannya dan akan terus mewarnai seluruh penjuruh Kuba dengan gerakan komunisnya.
Sejak 1976 hingga 2008, Castro tampil sebagai satu-satunya pemimpin Kuba yang sempat membuat perlawanan menantang negara adidaya, Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, pria kelahiran 13 Agustus 1926 itu sempat menjabat sebagai Perdana Menteri atas penunjukannya pada Februari 1959 usai tampil sebagai komandan revolusi yang gagal, sedangkan pada tahun 1976, Castro menjabat sebagai Presiden Dewan Negara yang ia rangkap sebuah jabatan sebagai Dewan Menteri Fulgencio Batista pada tahu 1976. Ia juga merupakan sekretaris pertama di Partai Komunis Kuba (Communist Party of Cuba) pada 1965. Selama itu juga Castro berhasil mentrasformasikan Kuba ke dalam Republik Satu Partai. Jabatan lainnya yang melekat di pundak Castro adalah sebagai seorang komando Militer Kuba setelah usainya ia menjadi presiden.
Kini semua perjuangan Castro hanya akan menjadi bekas dalam sejarah masyarakat Kuba dan penjuru dunia yang ikut mengenang kepergiannya."Takdir sejarah" telah menggoreskan setiap perjuangannya yang hanya semata karena untuk rakyat yang ia cintai. Sosok yang dikenal tidak mudah surut semangat dalam menggapai sebuah impian untuk mengubah dan mempertahankan tatanan masyarakat Kuba menuju kesejahteraan dengan berkiblat pada gerakan komunis.
Baca juga Rifaldi Rahalus : Alam MEDSOS


EmoticonEmoticon