Contoh Laporan Simulasi Pembelajaran

A.    Hakekat dan pengertian strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir (SPPKB)

Telah dijelaskan bahwa salah satu kelemahan proses pembelajaran yang dilaksanakan para guru kita adalah kurang adanya usaha pengembangan kemampuan berfikir siswa. Dalam setiap proses pembelajaran pada mata pelajaran apapun kita lebih banyak mendorong agar siswa dapat menguasai sejumlah materi pelajaran. Strategi pembelajaran yang dibahas pada bab ini adalah strategi pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Strategi pembelajaran ini pada awalnya dilancang untuk ilmu pengetahuan sosial, (ips).
Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa selama ini ips dianggap sebagai pelajaran hafalan. Namun demikian, tentu saja dengan berbagai penyesuaian. Topik, strategi pembelajaran yang akan dibahas ini juga dapat diterapkan pada mata pelajaran lain. Berdasarkan hasil penelitian, selama ini ips di anggap sebagai pelajaran kelas dua. Para orang tua siswa berpendapat ips merupakan pelajaran yang tidak terlalu penting dibandingkan dengan pelajaran lainnya, seperti ipa dan matematika (sanjaya, 2002), hal ini merupakan pandangan yang keliru. Sebab, pelajaran apapun diharapkan dapat memberikan siswa baik untuk terjun ke masyarakat maupun untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
           Kekeliruan ini juga terjadi pada sebagian besar para guru. Mereka berpendapat bahwa ips pada hakikatnya adalah pelajaran hafalan yang tidak menantang untuk berfikir.

B.     Prosedur atau langka-langka aplikasi strategi pembelajaran

CRITICAL INCIDENT (pengalaman penting)

1.      Sampaikan kepada peserta didik topik/materi yang akan dipelajari dalam pertemuan ini.
2.      Beri kesempatan beberapa menit kepada peserta didik untuk mengingat-ingat pengalaman mereka yang tidak terlupakan berkaitan dengan materi yang ada.
3.      Tanyakan pengalaman apa yang menurut mereka tidak terlupakan.
4.      Sampaikan materi dengan mengaitkan pengalaman-pengalaman peserta didik dengan materi yang akan anda sampaikan.
Strategi ini dapat digunakan dengan maksimal pada mata kuliah/mata pelajaran yang bersifat praktis, seperti pada mata kuliah metodologi pengajaran dijurusan-jurusan keguruan. Sebagai contoh adalah dalam mata kuliah metodologi pengajaran dengan topik kelemahan metode ceramah. Disini guru/dosen dapat bertanya kepada peserta didik.
“Dari pengalaman anda belajar semenjak dari sekolah dasar sampai sekarang, apa yang anda rasakan jika seorang dosen/guru menyampaikan materi pelajaran dengan ceramah?
Dari jawaban” yang muncul guru/dosen bisa memulai kegiatan belajar dengan mengaitkan pengalaman-pengalaman” peserta didik dengan topik yang diajarkan.

C.    Metode Ceramah

Cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidikan ialah cara mengajar dengan ceramah. Sejak dahulu guru dalam usaha menularkan pengetahuannya pada siswa, ialah secara lisan atau ceramah.cara ini kadang-kadang” membosankan; maka dalam pelaksanaannya memerlukan ketrampilan tertentu, agar gaya penyajiannya tidak membosankan dan menarik perhatian murid. Cara mengajar dengan ceramah dapat dikatakan juga sebagai teknik kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi, atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan.

D.    Metode Diskusi

Tehnik diskusi adalah salah satu tehnik belajar mengajar yang dilakukan oleh seorang guru disekolah. Didalam diskusi ini proses interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat, saling tukar-menukar pengalaman, informasi, memecahkan masalah, dapat terjadi juga semuanya aktif tidak ada yang fasif sebagai pendengar saja. Mengajar dengan teknik diskusi ini berarti:
a.       Kelas dibagi dalam beberapa kelompok.
b.      Dapat mempertinggi partisipasi siswa secara individual
c.       Dapat mempertinggi kegiatan kelas sebagai keseluruhan dan kesatuan
d.      Rasa sosial mereka dapat dikembangkan, karena bisa saling membantu dalam memecahkan soal, mendorong rasa kesatuan.
e.       Memberi kemungkinan untuk saling mengemukakan pendapat
f.       Merupakan pendekatan yang demokratis
g.      Memperluas pandangan
h.      Menghayati kepemimpinan bersama-sama
i.        Membantu mengembangkan kepemimpinan
Namun, demikian teknik ini juga ada kelemahannya seperti:
a)      Kadang-kadang bisa terjadi adanya pandangan dari berbagai sudut bagi masalah yang dipecahkan, bahkan mungkin pembicaraan menjadi menyimpang, sehingga memerlukan waktu yang panjang. Untuk mengatasi hal ini instruktur harus menguasai benar-benar permasalahannya, dan mampu mengarahkan pembicaraan, sehingga bisa membatasi waktu yang diperlukan.
b)      Dalam diskusi menghendaki pembuktian logis, yang tidak terlepas dari fakta-fakta, dan tidak merupakan jawaban yang hanya dugaan atau coba-coba saja. Maka pada siswa dituntut kemampuan berfikir ilmiah, hal mana itu tergantung pada kematangan, pengalaman dan pengetahuan siswa.
c)      Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar
d)     Peserta mendapat informasi yang terbatas
e)      Mungkin dikuasai orang-orang yang suka berbicara
f)       Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal

E.     Metode Tanya  Jawab

Menyampaikan pesan pengajaran dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa memberikan jawaban, atau sebaliknya siswa diberi kesempatan bertanya dan guru yang menjawab pertanyaan.
a)      Kelebihannya
Ø  Sebagai ulangan pelajaran yang telah lalu
Ø  Sebagai selingan dalam menjelaskan pelajaran
Ø  Untuk merangsang siswa agar perhatian mereka lebih terpusat pada msalah yang sedang dibicarakan.
Ø  Untuk mensarankan proses berfikir siswa
b)      Kekurangannya
Ø  Waktu yang digunakan dalam pelajaran tersita dan kurang dapat dikantor dan secara baik oleh guru karena banyaknya pertanyaan yang timbul dari siswa.
Ø  Kemungkinan terjadi penyimpangan perhatian siswa bila mana sterdapat pertanyaan atau jawaban yang tidak berkenaan dengan sasaran yang dibicarakan.
Ø  Jalannya pengajaran kurang dapat terkoordinir secara baik.

F.     Saran atau rekomendasi tentang pengaplikasian strategi pembelajaran dalam konteks pembelajaran PAI disekolah atau Madrasah.

Ø  Sebagai guru PAI seharusnya,, lebih mengetahui tentang strategi pembelajaran, dan tidak hanya pada metode ceramah saja harus ada strateginya,, agar siswa itu tidak merasa bosan untuk belajar.
Ø  Guru seharusnya setiap mengajar mata pelajaran PAI, harus dengan menggunakan strategi pembelajaran. 

G.    Daftar Rujukan/diambil dari buku

Ø  Strategi Pembelajaran Aktif, Oleh: Hisyam Zaini Bermawy Munthe Sekar ayu Aryani, (Yogyakarta: pustaka insan madani, 2008. ha. 206-227
Ø  Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. (Jakarta: kencana, 2009, cet, ke-6, ha. 294



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran          :           
Satuan Pelajaran       :           
Kelas/Semester          :         
Pertemuan Ke           :          
Alokasi Waktu           :           

A.    STANDAR KOMPETENSI
(FIQIH)
1.      Meningkatkan pemahaman tentang  puasa

B.     KOMPETENSI DASAR
1.1  Memahami tentang  macam-macam puasa

C.    INDIKATOR
·         Mampu menyebutkan macam-macam puasa
·         Menjelaskan macam-macam puasa

D.    TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik diharapkan mampu :
·         Menyebutkan macam-macam puasa
·         Menjelaskan macam-macam puasa

E.     MATERI
Macam-macam Puasa
  • Puasa yang hukumnya wajib
    • Puasa Ramadan
    • Puasa karena nazar
    • Puasa kifarat atau denda
  • Puasa yang hukumnya sunah
    • Puasa 6 hari di bulan Syawal
    • Puasa Arafah
    • Puasa Senin-Kamis
    • Puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak)
    • Puasa Asyura (pada bulan muharam)
    • Puasa 3 hari pada pertengahan bulan (menurut kalender islam), tanggal 13, 14, dan 15
F.     METODE PEMBELAJARAN
Ceramah

G.    MODEL PEMBELAJARAN
Artikulasi
 Langkah-langkah :
a.   Kegiatan Awal
-      Guru-Siswa memberi salam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan basmalah dan kemudian berdoá bersama sebelum memulai pelajaran.
-      Guru mereview pelajaran sebelumnya
-      Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dengan kompetensi dasar yang akan dicapai.

b.   Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti, guru dan para siswa melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:
Elaborasi
   Untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang materi
   Macam-macam puasa
-      Guru mengawali dengan mengajukan beberapa pertanyaan, contohnya:
·         Apakah kalian tahu salah satu macam dari puasa ?
·         Pernahkah kalian berpuasa?.
·         Guru menunjuk seorang siswa yang mengetahui tentang macam-macam untuk memberikan opininya kepada teman-temannya di bawah bimbingan guru.
·         Setelah para siswa selesai mendengarkan secara klasikal, guru menunjuk beberapa siswa untuk menyebutkannya kembali.
·         Guru menjelaskan tentang macam-macam puasa.
Eksplorasi
-      Mendiskusikan macam-macam puasa
-      Mendiskusikan penjelasan tentang macam-mcam puasa
Konfirmasi
-      Perlu kita ketahui, puasa ada beberapa macam. Seperti puasa wajib, dan puasa sunnah.. kita sebagai umat muslim harus menjalankan apa yang di perintahkan oleh Allah SWT dan RasulNya, seperti berpuasaaaaaaa baik wajib maupun yang sunnah. Karena dengan berpuasa kita bisa lebih belajar untuk mengontrol hawa nafsu agar hidup dan ibadah kita kepada Tuhan bisa lebih maksimal.
c.   Kegiatan Akhir (Penutup)
-      Guru meminta agar para siswa sekali lagi tentang hikmah yang terkandung dalam perilaku tersebut  sebagai penutup materi pembelajaran.
-      Guru meminta agar para siswa rajin mempelajari arti dan hikmah yang terkandung dalam perilaku tersebut .
-      Guru menutup / mengakhiri pelajaran tersebut dengan membaca hamdalah/doá.

H.    SUMBER BELAJAR DAN MEDIA
a.       Sumber Belajar            : Buku Mata Pelajaran Fiqih, buku penunjang lainnya
b.      Media                          : Papan Tulis
c.       Mengakhiri pelajaran dengan salam penutup




I.       PENILAIAN
a.       Penilaian Afektif                   = Portofolio
b.      Penilaian Psikomotor            = Membaca
c.       Penilaian Kognitif                 = Test lisan       

Tanggal....
Mengetahui,                                                                                        Guru Mata Pelajaran
 Kepala Sekolah

..............................                                                                                     .............................