Warung Kopi Sebagai Ruang Multifungsi

Warung Kopi Sebagai Ruang Multifungsi

Masa berlalu, membawa kesempatan datang pada beberapa jejer warung kopi dengan pilihan menu yang khas dari rasa, desain dan pengunjung yang berbedah-bedah. Atas dasar semua itu saya mulai menyadari hal-hal besar yang tersembunyi dalam ruang warung kopi.

Era sekarang hampir sebagian besar Kota di Indonesia multikultural, maka kita membutuhkan lebih banyak ruang sosial interaksi dan tempat seperti warung kopi, caffe atau kedai kopi menjadi pilihan terbaik sebab warung kopi bukanlah wahana sosial baru dan telah ada pada zaman perjuangan dahulu hingga sekarang terus merawat keharmonisan.

Lihat juga : Penikmat Kopi Bukan Pecandu Kopi

Warung kopi adalah tempat bersua, tempat membangun kesadaran sosial masyarakat universal, bukan hanya untuk merekontruksi bangunan sosial yang kokoh namun rekonsiliasi antar anak muda yang sementara kasmaranpun kan terjadi. Karena konon katanya Nona-nona Zaman Now lebih tertarik Nyong yang suka minum kopi. Hehe

Dalam warung kopi semua lapisan masyarakat dapat bercengkrama, mereka bukan hanya berbedah profesi tapi juga berbedah ideologi, pandangan politik, agama. Terlebih di warung kopi problematika sosial lokal dan nasional lebih harmoni bercumbu bebas dalam keramaian.

Pada warung kopi juga sebagai representasi wadah yang egaliter karena tidak memandang status,pangkat seseorang melainkan sebagai penikmat, pecinta yang datang meneyeruput kopi. Terlihat mulai dari pejabat daerah, aparat penegak hukum datang menggulirkan suasana penuh cengkaraman dengan penikmat sipil lainnya.

Lihat juga : Dibalik Nikmatnya Kopi Hitam Ala Anak Kost

Warung kopi memang lebih dari sekedar tempat ngopi. Sebab warung kopi, bukan hanya tempat melepas hasrat menyeruput kopi semata, atau hanya bertemu lalu cerita 'batu badaun' saja. Tapi warung kopi telah menjadi miniatur ataupun Icon beberapa kota di indonesia.

Karena ruang formal begitu penat dan mematai. Wacana-wacana yang terbangun dalam rumah kopi lebih mencair. Mulai dari diskusi dinamika politik, kondisi ekonomi, keprihatinan pendidikan, perdebatan teologi, curhat para jomblo galau dan janji janji manis pasangan anak muda hingga pada gosip kisru rumah tangga orang saling bermesraan dalam warung kopi.

Lihat juga : Ngopi Dengan Rintikan Hujan

Terlebih disebabkan ruang sosial 'warkop' tanpa batas ini begitu menjanjikan kenyamanan, sebagian besar orang lebih memilih datang menghabiskan waktu bersama di warung kopi dan menandakan bahwa warung begitu multifungsi dalam pandangan pengunjung. Dengan demikian kapan kita ngopi bersama bro and sist?

Salam Dunia Hitam Manis

Penulis : Awin Buton

Lihat juga :

Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar