Menjadi Pembicara Pada Dialog Publik Pariwisita

Menjadi Pembicara Pada Dialog Publik Pariwisita

Pada tanggal 5 oktober 2018 organisasi pelajar dan mahasiswa yang bersifat paguyuban dengan nama Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) cabang Sulawesi Utara mengundang saya menjadi salah satu pembicara pada dialog publik yang membahas tentang perkembangan pariwisata pada daerah kepulauan khususnya daerah kabupaten Kepulauan Sula.

HPMS sendiri merupakan organisasi yang berasal dari Sula dan kebetulan saya sendiri juga asalnya dari kepulauan Sula.

Lihat juga : Sukses Pelantikan Pengurus HPMS Cabang Sulawesi Utara

Sebelumnya acara dimulai, saya sempat berbicara bersama MC dengan kedua pembicara lain yaitu Lidya Kandowangko,S.Sos.MA dan Dr.Arazzi yang juga berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Sulawesi Utara. Jadi rencananya saya yang akan berbicara terlebih dahulu dalam membahas dinamika pariwisata di kepulauan Sula hingga saat ini, kemudian akan dilanjutkan oleh kedua pembicara lain dengan pembahasan pariwisata secara umum dalam konteks kepulauan. Isi materi pembahasan saya sudah saya tulis pada postingan Mengembangkan Destinasi Wisata Untuk Meningkatkan Ekonomi Daerah Kepulauan

Sebuah kebanggan tersendiri bagi saya pribadi diundang menjadi pembicara terutama di antara para pakar dengan gelar S2 dan S3. Namun pada prinsipnya saya bahagia dapat saling berbagi pengetahuan kepada orang lain yang hadir pada dialog publik yang berlangsung saat itu.

peserta dialog publik

Saya sudah sering diundang untuk memberikan materi-materi pada berbagai kegiatan mahasiswa. Namun, untuk dialog publik, ini merupakan yang pertama kali termasuk disandingkan dengan para pakar dari dunia akademisi.

Lihat juga : 



3 Tips Berbicara di Depan Publik Dengan Mudah Tanpa Merasa Gugup yang Berlebihan

Alhamdulillah... kegiatan tersebut berjalan lancar hingga selesai. Bahkan kreativitas dari pihak panitia atau penyelenggara juga terlihat ketika sesi akhir acara kami ketiga pembicara diberikan bingkisan sebagai kenang-kenangan pernah menjadi pembicara di acara yang mereka laksanakan. Bingkisan tersebut berupa foto kami satu-persatu yang diambil melalui media sosial dan diedit kemudian dipasang dengan bingkai, keren !, selain itu ada juga sertifikat yang diberikan oleh panitia.


Kedua pembicara merupakan dosen atau akademisi sedangkan status saya sebagai pemerhati lingkungan hidup. Banyak juga yang bertanya tentang dampak pariwisata terhadap kerusakan lingkungan dan khususnya hutan. Ada juga yang bertanya pengaruh wisatawan asing terhadap budaya lokal. Namum semua dapat dijelaskan dengan cukup baik sebab kedua pembicara lain memiliki disiplin ilmu sosiologi dan ekonomi pertanian.

Semoga kegiatan dialog publik yang dilaksanakan oleh HPMS cabang Sulawesi Utara dapat bermanfaat buat semua yang hadir dan terutama bagi saya pribadi. 

Lihat juga :

Kesimpulan Dialog Publik Pengembangan Pariwisata Kepulauan

"Bertindak tanpa berpikir ibarat bubuk kopi tanpa air, tak akan mencapai tujuan" Ato Basahona
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar