Pandangan Hubungan Antara Agama Islam dan Filsafat

Pandangan Hubungan Antara Agama Islam dan Filsafat

Filosof Islam Ibnu Rusyd pernah berpendapat berfilsafat haruslah diwajibkan dalam pandangan agama atau umat islam. Menyambung dengan hubungan antara agama dan filsafat, selebihnya Ibnu Rusyd mengatakan: "Hikmah (Filsafat) adalah kawan akrab sekaligus saudara sesusuan syari'ah (agama)".

Dalam masa sekarang dengan penuh ketimpangan berpikir dan penyimpitan pemahaman, sebagian dari pemuka agama yang terbilang fanatik secara langsung memusuhi filsafat secara holistik, tanpa menyadari bahwa sesungguhnya ajaran- ajaran islam yang luhur dahulu, begitu sakingnya menganjurkan kita untuk membangun pemahaman agamis beserta basis keimanan di atas dasar rasionalitas.

Lihat juga : Mengenal Filsafat dan Paradigma

Islam secara terang-terangan senantiasa menopang kita untuk selalu menggunakan pikiran (akal) yang termaktub dalam ayat-ayat suci Al-Qur'an sebagai berikut:

QS. Al-Alaq:1-5 sebagai surah yang pertama kali diturunkan kepada nabi muhammad SAW dengan menyeru nabi untuk "Bacalah" dengan potensi Indra dan Akal yang diberikan Allah AWT kepada nabi termasuk setiap manusia di kemudian hari.

Dan dalam QS. Ali Imran: 190. Sesungguhnya dalam menciptakan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.

QS. (Al-Baqarah:219 ) Demikian Allah menerangkan ayat-ayatnya kepadamu supaya kamu berpikir.

Betapa banyaknya ayat semacam diatas yang terdapat dalam Al Qur'an. Sebagiam besar semuanya menganjurkan kita untuk memanfaatkan potensi akal dan pikiran. Sebab demikianlah sebagian besar filosof muslim menyampaikan untuk menyelaraskan antara agama dengan filsafat, karena sesungguhnya pada keduanya tidak ada pertentangan secara subtansial.

Lihat juga : Studi Kritis Filsafat Islam dan Barat

Terlebih yang menjebak sebagian besar hingga menimbulkan pandangan buruk terhadap filsafat karena sebagian aliran filsafat yang berlainan arah dengan pemahaman islam "anti agama" ataupun sebagian para filosof yang mendeklarasikan sebagai Ateis atau tidak beragama. Namun tidaklah relevan jika kita mengeneralisir semua filsafat bathil dan haram.

Lihat juga : 




Demikian penjelasannya semoga bermanfaat bagi kita semua.

Salam Dunia Hitam Manis

Awin Buton
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar