Kesimpulan Dialog Publik Pengembangan Pariwisata Kepulauan

Kesimpulan Dialog Publik Pengembangan Pariwisata Kepulauan

Tulisan ini merupakan kesimpulan dari dialog publik yang dilaksanakan oleh Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) Cabang Sulawesi Utara pada tanggal 5 Oktober 2018 yang berlokasi di Kopinatian Manado. Dengan Tema mengembangkan Destinasi Wisata kabupaten Kepulauan Sula sebagai Ekonomi Daerah.

Kesimpulan Dialog Publik Pengembangan Pariwisata Kepulauan


Dari setiap sesi diskusi yang begitu harmonis saya Wirna Taroreh yang berperan sebagai Moderator merasa bangga ketika diberi kesempatan tersebut kenapa tidak, dialog yg dihadiri oleh pembicara-pembicara hebat yg mempunyai konsep terkait degan tema yang diangkat memaparkan point-point penting yang harus diterapkan di daerah Kepulauan Sula sebagai dasar loncatan menuju Sula yang lebih baik dari segi pariwisata.

Lihat juga : Sukses Pelantikan Pengurus HPMS Cabang Sulawesi Utara Periode 2016 - 2017

Seperti yang dikatan oleh bapak Dr.Arazzi yang merupakan dosen dari fakultas ekonomi UNSRAT Manado

" Sektor wisata merupakan sektor ekonomi yg dimana faktor utamanya ialah sumber daya manusia yang harus ditingkatkan terkait degan keterampilan dari manusia tersebut"

Beliau juga memberi contoh Bali yg merupakan Objek wisata yg dimana SDM-nya sdh baik sehingga masyarakat bisa membuat batu yg kecilpun dapat bernilai dibandingkan dgn daerah lain yg dimana fungsi batu tersebut tdk ada nilai apa-apa.

Begitupun juga sambung dari pembicara perempuan yang merupakan pengamat dari segi Sosial yang bernama Lidya Kandowangko,S.Sos.MA yang mengkaitkan antara mengembangkan objek wisata dari perspektif Sosiologi (keterlibatan masyarakat dalam destinasi wisata di Kepulauan Sula).

Lihat juga : Mengembangkan Destinasi Wisata Untuk Meningkatkan Ekonomi Daerah Kepulauan

Beliau mengatakan bahwa berbicara tentang pariwisata berarti berbicara tentang masyarakat yg dimana masyarakat seharusnya paham dengan arena yang mereka miliki agar ketika ada touris dari mancanegara yang datang. Nilai-nilai kebudayaan yang kita punya tidak dapat hilang. Contohnya nilai-nilai gotong royong. Tegas beliau juga bahwasannya pariwisata takkan berhasil jika tidak ada keinginan untuk mempromosi wisata yang dimiliki sebab keberhasilan pariwisata tergantung dari masyarakat.

Maka dari itu beliau berharap pemerintah maupun masyarakatnya dapat berjalan bersama-sama untuk mewujudkan wisata tersebut. Masyarakat yangg dimaksud ialah masyarakat lokal dan wisata juga tadak akan berhasil tanpa adanya wisatawan yang datang sehingga beliau juga memberi contoh cara untuk mendatangkan wisatawan ialah harus adanya promosi. Tegas beliau juga, bahwa untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan maka beliau mengatakan bahwa perlu adanya kesadaran masyarakat maupun pemerintah.

Agar nilai-nilai budaya yang dimiliki masyarakat tidak bergeser maka fungsikan Institusi :

1. Agama

2 keluarga

3 pemerintah

Sehingga tujuan dari pariwisata dapat tercapai sesuai dengan harapan kita semua.


Lain dari kedua pembicara tersebut, kaka Ato Basahona mengkaitkan wisata dari segi lingkungan, dia mengatakan bahwasannya wisata alam atau ekowisata. Beliau membagikan menjadi tiga kategori yaitu:

1 Identifikasi yang dimana harus adanya campur tangan kita semua dalam melihat lokasi-lokasi yang memiliki potensi-potensi untuk dijadikan sebagai tempat wisata "Di Sula sangat banyak memiliki potensi tersebut"

2. Pembangunan/akses yg dimana tanpa akses maka konsep mengembangkan objek wisata takan berhasil.

3. Pengembangan atau dalam kata lain pembaharuan.

Tegas beliau bahwasannya pembaharuan berarti objek wisata seharusnya dapat mengikuti perkembangan zaman sehingga dalam objek wisata tersebut dapat berkembang dan bukan hanya di dominasi oleh wisatawan lokal.
Kesimpulannya ialah kabupaten Kepulauan Sula memiliki banyak potensi yang harus dikembangkan supaya ekonomi daerah dapat meningkat sehingga masyarakat dapat merasakan hasil dari sumber daya alam yang mereka miliki.


Pemerintah daerah seharusnya lebih peka dan perduli dengan apa yang dimiliki oleh daerah di Kepulauan Sula sebab potensi-potensi ada yang masih sangat alami dan belum tersentuh sama sekali

Ayolah, kita punya arena seharusnya kita lebih paham untuk mengelola dan mengembangkan arena yang kita miliki agar dapat bermanfaat dengan baik untuk semua warga masyarakat Kepulauan Sula

Oleh : Wina Taroreh / Master of Ceremony (MC)
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar