Gaji Penghasilan Ekonomi Besar Tapi Rejeki Kecil ?

Gaji Penghasilan Ekonomi Besar Tapi Rejeki Kecil ?

Alhamdulillah... saya terinspirasi dan tercerahkan dengan sebuah video ceramah keagamaan yang saya nonton di youtube. Pada ceramah tersebut ustad menceritakan sebuah perjalanannya dengan menggunakan pesawat terbang salah satu maskapai penerbangan terkenal di Indonesia.

Ketika berada di pesawat, dia duduk bersebelahan dengan seorang bapak paruh baya. Ketika waktu makan di pesawat telah tiba saat sedang dalam perjalanan, pramugari membawakan makanan dengan beberapa menu yang lezat yang dihidangkan buat pak ustad.

Beliau mulai makan dengan perlaham sambil menikmati berkah Allah tersebut. Kemudian beliau bertanya kepada bapak di sebelahnya yang dari tadi hanya terlihat meminum sebotol air mineral.

" Bapak ngga makan ? " tanya pak ustad

"Dilarang dokter dek, makan yang berminyak dan berlemak" jawab bapak paruh baya itu.

"Dulu waktu muda suka makan yang enak-enak tapi belum mampu membeli dan sekarang sudah dapat dibeli kapan saja makanan yang ingin dimakan tapi dilarang dokter karena kesehatan saya" lanjut bapak itu menceritakan sedikit kisahnya.

Lihat juga : Tak Ada Perjuangan yang Sia-Sia Hanya Kita Saja yang Kurang Bersyukur

Ternyata bapak paruh baya itu adalah seorang direktur pada salah satu BUMN di Indonesia. Dapat dibayangkan berapa gaji seorang direktur Badan Usaha Milik Negara, pasti mau makan apa saja dapat dibeli sesuka hati.

Gaji Besar tapi Rejeki Kecil


Saya sangat tercerahkan dan menambah pengetahuan dengan cerita di atas. Ternyata Rejeki bukan tentang seberapa besar penghasilan atau gaji kita tapi seberapa nikmat kita dalam menikmati kehidupan ini atau dapat menikmati makanan yang kita beli dengan penuh kebahagiaan seperti pada cerita di atas.

Seorang yang bapak memaras di kebun dari pagi hingga siang kemudian istrinya mengantarkan makan siang dengan menu nasi putih dan telur goreng di tambah sayur. Makan yang terlihat sederhana namun si bapak begitu menikmati makan siangnya dengan begitu lahap dan bahagia.

Saking bahagianya dia menyuapkan makanan kepada sang istri yang telah ikhlas memasak dan mengantar makan tersebut ke kebun. Itulah nikmat rejeki yang dan sangat besar, rejeki bagi bapak serta keluarga tersebut.

Memiliki pengasilan atau gaji yang tinggi belum tentu kita juga mendapatkan rejeki yang besar. Banyak uang tapi tidak dapat menikmati suatu nilai kebahagiaan yang dinginkan maka kita rendah dalam memperoleh rejeki.

Lihat juga : Tidak Sepaham Itu Biasa Tapi Hati Harus Tetap Damai

Lebih baik lagi jika memperoleh penghasilan besar dan rejeki besar pula dengan dapat menikmati hasil gaji yang kita dapat untuk membahagiaan diri kita, keluarga kita dan orang-orang disekitar kita. Hati senang ketika mau makan apa yang kita inginkan dapat terpenuhi. Bahagia bersama keluarga dan orang lain itulah nikmat rejeki yang sesungguhnya melalui penghasilan atau gaji kita.
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar