Membangun Tempat Wisata Bukan Sebatas Foto dan Publikasi

Membangun Tempat Wisata Bukan Sebatas Foto dan Publikasi

Membangun Lokasi Wisata Bukan Sebatas Foto dan Publikasi - Indonesia merupakan negara Kepulauan terbesar di dunia yang kaya akan potensi-potensi pariwisata, khususnya di pesisir pantai dan pulau-pulau.

Banyak lokasi yang dapat dijadikan sebagai destinasi wisata bagi wisatawan lokal maupun asing. Dengan perkembangan teknologi dibidang informasi yang semakin canggih ini, kemudian memotivasi orang-orang di seluruh wilayah kesatuan Republik Indonesia untuk berbondong-bondong membangun dan mengelola tempat yang dapat dijadikan destinasi wisata pada daerah mereka masing-masing.

Lihat juga : Pengertian Destinasi Wisata serta Manfaatnya untuk Masyarakat dan Daerah

Dalam membangun wisata pada setiap daerah tertentu, sudah pastinya membutuhkan kerja sama semua pihak mulai dari instansi pemerintah, swasta dan masyarakat desa atau kelurahan. Tanpa kerja sama dan pembangunan yang luas dalam konteks pariwisata, maka pengembangan jangka panjang akan sulit dicapai.

Pemerintah daerah dalam hal ini dinas pariwisata memiliki tugas dan tanggungjawab penuh sebagai intansi yang dikhususkan dalam sisitem pemerintahan daerah untuk membangun dan mengembangkan lokasi wisata dan calon-calon lokasi yang dapat dijadikan tempat wisata. Dinas terkait membuat konsep-konsep pengelolaan yang baik dan bijak sebagai bahan kajian di tingkat daerah oleh pemimpin daerah baik Gubernur atau Bupati sehingga sistem pemerintahan dapat dijalankan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) masing-masing.

Apa yang akan terjadi ketika dinas terkait pasif ?

Maka eksplorasi dan pengembangan wisata akan dilakukan oleh masyarakat dan kelompok-kelompok komunitas tertentu melalui kreativitas dan konsep mereka sendiri.

Ketika pemerintah tidak mampu memberdayakan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada sebagai tujuan dan perkembangan wisata. Maka langkah taktis yang akan dilakukan oleh masyarakat dengan memanfaatkan bantuan dana desa yang ada melalui Badan Usaha Milik Desa ( BUMDES).

Lihat juga : 5 Prinsip Utama Pengembangan Ekowisata

Bukan Hanya Sebatas Foto dan Membagikan (Publikasi)

Hal penting yang ingin saya garis bawahi dan menjadi fokus perhatian semua pihak yaitu untuk membangun dan mengembangkan tempat-tempat wisata dimana saja berada bukan hanya sebatas difoto kemudian dipublikasi melalu media sosial, majalah, koran atau website tapi lebih jauh dari itu adalah kita menjawab kebutuhan masyarakat dan daerah sebagai tujuan pembangunan jangka panjang untuk dinikmati manfaatnya.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Konsep Pembangunan Wisata :

1. Akses ke Lokasi

Dalam konsep pembangunan wisata, hal pertama yang harus dibangun adalah akses jalan yang layak untuk berbagai kendaraan. Prinsip utama penilaian wisatawan yaitu kenyamanan, salah satunya yaitu akses menuju tempat wisata yang baik dan layak buat mereka. Publikasi sebanyak-banyak foto yang kita miliki ketika wisata tidak nyaman pergi ke lokasi tersebut maka jangan harap mereka akan kembali.

2. Infrastruktur di tempat wisata

Dalam membangun infrastruktur, dibutuhkan konseptor yang mampu memadukan antara moderen dan alam. Kenapa orang-orang berwisata di alam ? karena mereka mencari sesuatu yang masih bersifat alamiah. Nah, memadukan konsep moderen dan klasik tanpa merubah keadaan alam perlu diterapkan.

Hal-hal yang umum misalnya bagunan WC, tempat istirahat, tempat untuk foto-foto, penataan lapak-lapak usaha milik masyarakat setempat dan lain sebaginya, ingat ! prinsip utamanya kenyamana wisatawan.

3. Keamanan Lokasi Wisata

Para wisatawan akan semakin merasa nyaman ketika keamanan di tempat wisata, perjalanan menuju ke lokasi dan sekitarnya aman. Apalagi jika para masyarakat sekitar tempat wisata yang semakin ramah dan santun.

Input, Proses, Output dan Outcome dalam Pengembangan Wisata

Ini pemahan dasar yang perlu dipahami kembali bagi yang lupa, jika tidak tahu maka silakan membaca dengan baik dan pahami. Dalam konsep pembangunan kita akan mengenal istilah input, proses, output dan outcome.

Input dalam wisata yaitu lokasi yang akan dijadikan destinasi wisata, baik yang telah ada atau calon lokasi yang telah diobservasi dan layak dikembangkan.

Proses yaitu kegiatan-kegiatan pembangunan yang dilakukan baik akses maupun infrastruktur di lokasi wisata dan sekitarnya.

Output yaitu hasil dari pembangunan jalan (akses) dan semua infratruktur yang dibutuhkan temasuk penataan lapak-lapak usaha yang akan disediakan.

Outcome yaitu wisatawan yang terus menerus datang untuk berwisata dan menikmati keindahan semua aspek wisata yang dikembangkan tadi sebab outcome berbicara tentang manfaat jangka panjang. Untuk wisatawan lokal, luar daerah maupun wisatawan asing.

Kenapa tempat wisata sering sepi ?

Mungkin anda dapat menjawab sendiri dengan tulisan yang telah ada di atas. Ingin saya tambahkan tempat wisata sering sepi karena lebih didominasi oleh wisatawan lokal. Saya hidup disuatu daerah yang memiliki tempat wisata, sekali atau dua kali berkunjung saya akan bosan. Mungkin sesekali akan pergi lagi ketika liburan.

Untuk menjangkau tujuan wisata jangka panjang harus difokuskan pada wisatawan luar daerah atau wisatawan asing. Mereka ibarat roda ekonomi yang akan terus berbutar, si A datang dan memberitahukan ke teman-temannya kemudian temannya datang dan begitu seterusnya.

Lihat juga : Keindahan Pantai Fatkauyon di Kepulauan Sula Semakin Terkenal

Foto dan publikasi merupakan bagian dari satu kesatuan pengembangan wisata tapi bukan yang harus pertama dan diutamakan. Ketika akses, infrastruktur dan keamanan telah siap maka publikasi menjadi hal yang harus diutamakan hingga ke ranah Internasional.
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar