Kisah Bersama Bintang Mengintip Kebijaksanaan

Kisah Bersama Bintang Mengintip Kebijaksanaan

Lagu Via Vallen 'Meraih Bintang' telah berbunyi menemani malam yang penuh kebosanan namun mata enggan berkedip merapat lelap. Entahlah. Mungkin karena otak juga tidak ingin memerintah, takut terlihat egois untuk mengistirahatkan tubuh kurus kering ini.

Sebab yang sukar jelaskan diatas membuat raga haruslah berjalan mencari tempat mengenakan jiwa. Diatas menepaki langkah bertemu kesempatan menegakkan kepala menerawang bintang di langit yang setengah diselimuti awan malam namun begitu terang seperti senyum mesem.

Lihat juga : Mengenal Filsafat dan Paradigma

Sesaat otak respecth terhadap hasil dari kejadian empirik menatap bintang ini. Dengan cepat timbul pertanyaan, apakah bintang menghinaku dengan senyuman mengintip dibalik awan itu? Apakah dia senyum hinaan pada kesiksaan temukan tidurku?

Jawaban penuh bisikan dari hati datang dengan berapa pertanyaan tidak terbantah, bukankah saya juga mengintip bintang dengan kekesalan malamku? Bukankah saya hanya membuat persepsi buruk terhadap bintang indah diatas tanpa alasan?

Seandainya bintang dapat berbicara mungkin dia akan kembali marah karena telah dicurigai jiwaku ataupun kembali datang melanjutkan hinaannya di tengah dingin malam pada balkon kost-kosan berukuran 2x2 meter persegi ini. Harusnya saya harus lebih bijak dalam menggunakan segala potensi. Ujar hati

Tatapan indraku yang menghadirkan persepsi buruk, akalku yang payah menjebak namun dibantu oleh hati yang begitu lebih lembut memandang sesuatu. Seyogyanya semua alat sumber ilmu yang diuraikan dari para filsuf barat dan timur bisa menjadi patokan ketika melakukan interpretasi setiap menjalani hidup fana ini.

Sungguh saya menyadari dibalik sosok manusia yang terkadang mendahului hasrat membabi buta pada kebutuhan personal mengakibatkan ketidak-dewasaan seperti diatas. Mungkin ini juga sebabnya ada korupsi sampai tingkatan berjamaah wahai manusia.

Lihat juga : Banyak Belajar Filsafat Tapi Tidak Bijaksana, Omong Kosong !

Berbahagialah bintang yang tidak mengambil hak bintang lain untuk bercahaya dan dapat langsung menatap kerakusan dan kebodohan manusia dengan senyuman tipisnya.

Tentu tidaklah merugi empiris otentik mengintip bersama bintang malam ini hingga rasio datang menganalisa dan intuisi hadir mengimbangi semua keputusan

Bukankah betapa dahsyatnya ciptaan maha kuasa yang koherensi ini manusia?? Ayo istirahat jiwa!!

Salam Dunia Hitam Manis

Penulis: Awin Buton
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar