Stop ! Jangan Hanya Diskusi Tentang Konsep

Stop ! Jangan Hanya Diskusi Tentang Konsep

Pada awal tulisan ini ingin saya katakan bahwa jangan hanya jadi orang pemikir yang baik tapi juga harus mampu menjadi pekerja yang profesional, sampai disini pahamkan ?

Jangan Hanya Diskusi Tentang Konsep


Telah banyak tokoh-tokoh pemikir terdahulu, mulai dari sebelum abad ke 15 hingga saat ini. Pada zaman dahulu wajarlah ketika banyak tokoh-tokoh pemikir sebab bangunan pengetahuan dan ilmu saat itu masih pada tahapan pembentukan untuk menjadi layak dalam konsumsi peradaban manusia. Sehingga begitu banyak para filsuf dari bermacam negara.

Kita pada saat ini sudah berada pada tahapan layak konsumsi dan dikembangkan. Makanya tidak wajar jika kita memposisikan diri seperti para filsuf terdahulu yaitu cenderung menjadi pemikir tanpa diseimbangkan dengan bekerja. Pada saat ini, apa yang kita pikirkan harus berbanding lurus dengan apa yang kita kerjakan.

Lihat juga : Palu Kosong

Bukan hanya sebatas diskusi di forum-forum dan di kedai kopi atau tempat nongkrong lainnya tapi penting juga bahwa apa yang dibahas bersama dalam sebuah kelompok diskusi, segera dikerjakan hingga mencapai hasil yang diinginkan melalui kesepakatan bersama.

Contoh kasus :

Sekelompok orang yang tergabung dalam satu komunitas, membahas tentang kemandirian ekonomi komunitas tersebut yang bertujuan untuk memperoleh anggaran sebagai uang kas untuk nantinya digunakan pada setiap kegiatan dalam program perencanaan. Semua konsep usaha telah dijelaskan hingga teknis pelaksanaanya dan semua sepakat untuk melaksanakan salah usaha tersebut yang telah disepakati.

Apa hasilnya ? tidak ada yang bergerak untuk melakukan apa yang telah disepakati dengan alasan masing-masing (alibi).

Kebutuhan zaman saat ini yaitu menjadi individu yang mampu berpikir dan bekerja dengan secara bersamaan dengan baik dan benar. Jika belum mampu bekerja maka cerdas lah dalam berpikir hingga mempekerjakan orang lain. Ketika tidak mampu berbikir secara cerdas maka carilah pemikir yang baik untuk memberikan konsep ideal dalam bekerja. Ketika mampu menjadi pemikir dan pekerja maka itu lebih baik dan indah tepat waktu bukan semua akan indah pada waktunya.

Lihat juga : Apakah Benar Semua akan Indah Pada Waktunya ?

Kita bukan lagi hidup di zaman abad pertengahan (abad ke 15) tapi hidup di zaman moderen yang dimana berbicara perubahan harus bertindak bukan hanya berpikir sebab tak perlu hanya menjadi tokoh pemikir saat ini.

Bukan hanya diskusi konsep semata tapi membahas metode pelaksanaanya. Misalnya ada orang yang memiliki konsep mensejahterakan masyarakat di kampung halaman, semua konsep telah dipaparkan. Ketika ditanya akan mulai membangun dari mana malah bingung. Sekali lagi kajian teknis yang perlu didalami ketika telah membuat perencanaan.

Diskusikan hal teknis secara mendalam, mulai dari apa yang akan dilakukan, kendala yang akan dihadapi, solusi yang harus dilakukan serta kemungkinan-kemungkinan terburuk yang dapat terjadi. Mungkin dapat juga menggunakan analisis SWOT.

Lihat juga : Materi Analisis SWOT pada Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa

"Stop hanya diskusi teori tanpa pelaksanaan yang nyata hingga mencapai tujuan yang diinginkan sebab kita hidup di dunia nyata bukan dunia maya atau dunia khayalan" Ato Basahona.
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar