Rindu Suasana Diskusi Pasca Kuliah

Rindu Suasana Diskusi Pasca Kuliah

Dulu ketika masih menjadi mahasiswa, hampir setiap hari ada aktivitas diskusi yang formal maupun non formal. Diskusi di kampus, kosan, temat ngopi bahkan di alam bebas seperti pantai. Bagi saya, zaman mahasiswa merupakan zaman keemasan, dimana kita dapat menjadi diri sendiri, mandiri, dewasa dengan sendiri dan buruk dan baik menjadi satu dalam kehidupan mahasiswa.

Oleh karena itu, kita menjadi dewasa dengan sendirinya, dapat memilah mana yang baik untuk dilakukan dan jangan dilakukan. Jika ada mahasiswa mengalami hal buruk maka sudah dipastikan itu adalah pilihan mereka.

Lebih menantang jika anak kuliah yang perantauan seperti saya, tinggal di kosan, sendiri dan bebas bebrbuat apa saja, mau menjadi orang yang baik silahkan atau menjadi sosok yan buruk juga silahkan tidak ada yang melarang.

Saya mulai senang berdiskusi ketika semester 3 menjadi mahasiswa pada sebuah oragnisasi luar kampus yaitu HmI. Baca selengkapnya di : Ku Temukan Jati Diri di Tubuh HmI MPO dari situ saya mulai senang berdiskusi dan menulis hingga sekarang, saya nerpikir jika dulu saya tidak bergabung bersama organisasi hijau hitam tersebut mungkin saya tidak akan seperti sekarang, suka membaca, berdiskusi dan menulis.

Banyak teman-teman seangkatan waktu itu yang suka berdiskusi, zaman kami adalah zaman pertarunagan kecerdasan intelektual, zaman dimana seorang mahasiswa disegani pada lingkungan kampus jika dia pandai berbicara di depan umum dan cerdas dalam menyanpaikan ide dan gagasan. Itulah zaman kami, zaman dimana malam minggu kita lebih senang berdiskusi ketimbang jalan-jalan sebab memang diskusinya juga di jalan hehe.

Aku sendiri bingung dengan zaman sekarang, banyak mahasiswa mulai malas diskusi, hanya sebagian kecil mahasiswa yang menjaga budaya diskusi ini. Padahal dengan perkembangan teknologi seperti saat ini, mereka lebih mudah mendapatkan pengetahuan dan bisa langsung berdiskusi. Zaman dulu kita susah referensi, sekarang sangat banyak dan mudah untuk diakses.

Satu persatu teman-teman diskusi ketika kuliah mulai berada jauh, zaman kita telah selesai menjadi mahasiwa. Namun entah kenapa kadang saya rindu untuk duduk dan berdiskusi seperti dulu, berdebat, marah-marahan dan tersenyum diakhir diskusi sebab kita hanya berbeda pendapat tapi bersahabat dalam ilmu pengetahuan.

Lihat juga : Terjebak dalam Buku

Rindu itu bisa terobati akhirnya, dengan sering nongkrong bersama teman-teman yang masih berstatus mahasiswa, adik-adik yang ketika mereka baru merasakan menjadi mahasiswa kita telah berada di semester akhir mahasiswa. Waktu terus berjalan, sekarang mereka telah mejadi mahasiswa semester akhir.

Bersyukur masih dapat mengobati rasa rindu diskusi ini dengan mereka, rindu terbayarkan, pengetahuan terbaru bertambah. Update ilmu pengetahuan itu penting, jika dulu mereka sering mendengarkan teori-teori yang saya sampaikan, sekarang saya lebih banyak mendengar teori-teori baru yang mereka sampaikan. Memang hidup harus saling melengkapi dalam segala hal. Ini zaman mereka maka saya cukup menyesuaikan dalam forum diskusi.

" Mari jadikan diskusi sebagai budaya, sebab pikiran tak pernah tua jika diasah terus menerus dengan generasi muda atau generasi setelah kita"
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar