Refleksi Momentum 17 Agustus Sebagai Semangat Perjuangan

Refleksi Momentum 17 Agustus Sebagai Semangat Perjuangan

Melihat kondisi Indonesia saat ini, tidak lepas dari historis perjuangan para pendiri bangsa yang telah susah paya membangun Rumah Merah Putih untuk kita generasi baru yang akan datang, sebagai anak cucu bangsa yang hidup di abad 21 patut kita sadari bahwa bangsa ini tidak berdiri sendiri, bangsa ini dibangun dengan semangat perjuangan dan pengorbanan hingga berdarah-darah.

Para pendiri bangsa kita seperti Soekarno, Muhammad Hatta, Sutan Syahrir, Tan Malaka, Agus Salim, Cokroaminoto dll. Mereka semua adalah orang tua kita yang semasa hidupnya penuh dengan perjuangan agar bangsa ini bisa melepaskan diri dari berbagai bentuk penjajahan dan mampu berdiri diatas kaki sendiri (berdikari).

Sekarang kita datang di jaman moderen sebagai generasi melenial, kita bebas berlari di atas bumi Pertiwi berkat perjuangan mereka. Seharusnya kita sadar bahwa, dibawah payung merah putih ada coretan tinta sejarah untuk kita yang kelak akan melanjutkan perjuangan mereka, seperti kata bapak proklamator kita bahwa. Merdeka hanyalah sebuah jembatan, walaupun jembatan emas, di seberang jembatan itu jalan pecah dua. Satu ke dunia sama rata sama rasa.., satu ke dunia sama ratap sama tangis.

Lihat juga : Refleksi Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke 73 : Merdeka atau Mati ?

Kata yang penuh makna dan sarat akan nilai tentang hakekat hidup, bahwa negara barada diatas kedaulatan rakyat dan kita bangsa Indonesia semuanya sama tidak ada klas yang membedakan antara satu dengan yang lain karena kita adalah bangsa gotong royong.

Hal demikian yang perlu diketahui agar kita bisa menjaganya, sebagai anak bangsa yang kelak akan melanjutkan perjuangan bangsa, perlu kita melihat fenomena sosial saat ini sebagai sebuah tanggung- jawab agar kelak kita bisa menjadi generasi yang menghargai jasa para pahlawannya.

Wahai para cendekiawan mudah sudahkah engkau melihat semuanya bahwa perjuangan belum selesai selama bunga kebesaran dan keadilan belum mekar di taman bumi Pertiwi. Maka kita harus menyiramnya dengan semangat perjuangan agar kelak ia tumbuh subur dan membawa kedamaian untuk kita semua.

Dirgahayu Repulik Indonesia ke 73.

Manado 16 Agustus 2018

Penulis: Sarifudin Tidore
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar