Merasakan Kesejukan dan Ketenangan Jiwa Setelah Berwudhu

Merasakan Kesejukan dan Ketenangan Jiwa Setelah Berwudhu

Saya bukan Ustad yang akan menulis banyak tentang Dalil berwudhu sebab saya masih harus banyak belajar tentang hal itu. Pada tulisan ini hanya ingin berbagi apa yang saya rasakan ketika habis berwudhu yaitu kesejukan dan ketenangan jiwa. Memang semua yang diajarkan dalam Agama pasti berdampak positif bagi tubuh dan jiwa kita, maka beruntunglah orang-orang yang taat beribadah menurut Agama dan kepercayaan masing-masing.

Bisa dikatakan ini adalah pengalaman religius, sebuah pengalaman keagamaan. Mungkin secara keilmuan psikologi dapat dijelaskan tapi apalah daya saya yang hanya seorang awam. Maka rasa yang ada ini murni hadir dari situasi dan kondisi ketika sehabis wudhu.

Sebagai umat Islam kita diwajibkan melaksanakan Shalat lima waktu sehari semalam. Sebelum Shalat kita juga diwajibkan berwudhu, membersihkan sebagian organ tubuh. Selama ini, setiap habis berwudhu yang saya rasakan adalah kesejukan dan ketenangan jiwa. Apalagi setelah beraktivitas (lelah) kemudian berwudhu untuk melaksanakan Shalat, Alhamdulillah jiwa ini terasa tenang dan pikiran yang tadi bekerja menjadi damai bersama tubuh yang tenang. Segala permalasahan ketika sebelum berwudhu terasa berhenti sejenak tanpa melintasi pikiran kita. Jiwa tenang, sejuk dan damai.

Menurut saya itulah kenapa Shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar terutama bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh mengerjakannya sebab mulai dari selesai berwudhu saja pikiran kita telah terasa jernih dan tenang dalam berpikir. Saat-saat itulah moment yang tepat menurut saya untuk berintropeksi diri, memikirkan apa saja kesalahan kita selama hari ini dan kemarin untuk menjadi manusia yang lebih baik di hari esok dan tidak melakukan kesalahan yang sama terus menerus.

Pernah juga seorang teman yang mengatakan " jika kamu sedang marah atau sedih maka berwudhulah, Insya Allah pikiran dan jiwamu lebih tenang untuk berpikir". Biasakanlah berwudhu jika pikiran dan jiwa kita sedang tidak baik terutama Shalat 5 waktu sehari semalam sebagai moment instropeksi diri dalam mengambil keputusan dan pilihan-pilihan dalam menjalani kehidupan ini.
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar