Oleh-oleh Kedondong " Besar " Karimunjawa, Bukan Kedondong Biasa

Oleh-oleh Kedondong " Besar " Karimunjawa, Bukan Kedondong Biasa

Buah kedondong biasa rata-rata hanya 250 gram saja bobotnya yang terbesar. Tetapi kedondong Karimunjawa lain cerintanya, bobotnya bisa sampai 1 kg, rasanya asam manis dan baunnya sedap.

Nanti pada bulan November - Desember, lebih-lebih Februari- April, cobalah anda menyusuri daerah kudus, Jepara, Pati sampai Rembang. Kalau kembali dari perjalanan ini, menenteng " oleh-oleh" yang agak lain, yaitu buah kedondong yang luar biasa besarnya. Kalau ditimbang bobotnay rata-rata 600 gram. Buah yang terbesar bahjan mencapai 1 kg.

Bukan Kedondong Biasa

Kedondong yang berbuah besar itu juga sudah pantas disebut kedondong besar, tetapi sering juga disebut kedondong Karimunjawa karena banyak tumbuh di Karimunjawa, sebuah pulau di laut Jawa, sekitar 87 km dari Jepara (8 jam pelayaran). Di daerah pedalaman pulau Jawa ia dikenal sebagai kedondong alas.

Seorang pengusaha Jepara, sudah sejak 28 tahun akrab dengan kedondong besar itu. Ketika itu ia menjadi pedagang buah-buahan, membeli kedondong karimunjawa dari Pati. Sementara itu di daerah lain, seperti Rembang telah pula menanam kedondong yang sama, malahan secara besar-besaran. Terutama di kecamatan Bulu sekitar 15 km dari Remabang arah Selatan.

Kalau Lewat Masa Matang Berair

Yang membedakan kedondong biasa dengan kedondong karimunjawa adalah ukuran buahnya. Buah kedondong biasa ( Spondias dulcis) yang berbobot 250 g, mungkin sudah dianggap paaling besar. Daging buah kedondong ini berserat, kenyal dan sulit lepas dari bijinya yang berserabut. Rasanya manis sedikit asam, kulit buahnya kalau masih muda hijau tetapi kalau sudah tua berubah kuning warnanya.

Buah kedondong karimunjawa berbobot 500-700 g. Ada dua macam kedondong karimunjawa yaitu yang buahnya berkulit mulus, tidak bertotol-totol sedang yang lain buahnya bertotol-totol tidak mulus dan warna totol-totol ini kehijau-hijauan atau keabu-abuan. Ukuran buah yang bertotol-totol ini lebih besar. Bisa sampai 20 cm panjangnya dan 700 - 1000 g bobotnya.

Meskipun kedua macam kedondong yang "segede" telapak kaki orang itu berbeda, namun keduanya sama-sama istimewa. Daging buahnya sama-sama "mempur" alias renyah kalau belum benar-benar matang, dan akan lembek berair banyak kalau sudah lewat masa matang.

Daging buah yang tidak berserat itu mudah lepas dari biji buahnya. Rasa daging ini asam-manis meskipun dipetik setengah tua. Kulit buah yang muda berwarna hijau tetapi kalau sudah tua berwarna kuning. Kulit inipun mudah lepas dari dagingnya kalau buah sudah tua.

Cepat Berbuah

Kedondong karimunjawa tergolong cepat berbuah. Menurut penanam, kedondong karimunjawa yang ditanam dari biji sudah berbuah pada umur 4 tahun. Mula-mula produksi buahnya hanya sekitat 50 buah saja. Namun, kalau umur pohon sudah mendekati 20 tahun maka hasilnya dapat mencapai 900 buah.

Musim buah raya di Karimunjawa biasanya jatuh pada November-Desember dan musim biasa pada Februari-Maret. Sedangkan di Jepara musim raya jatuh sekitar Maret-April dan musim biasa pada Juli-Agustus. Kalau musim kedondong itu tiba, buahnya benar-benar membantu petani di musi peceklik.
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar