Jenjang Perkaderan 4 Organisasi Besar di Indonesia Beserta Tujuannya Masing-Masing

Jenjang Perkaderan 4 Organisasi Besar di Indonesia Beserta Tujuannya Masing-Masing

Nama dan Tujuan Jenjang Perkaderan Organisasi GMNI, PMII, HMI, KAMMI

Organisasi eksternal mahasiswa manapun pasti memiliki apa yang disebut dengan sistem atau proses pengkaderan. Suatu kegiatan di mana organisasi tersebut menjaring anggota baru, memberikan mereka pelatihan dengan materi-materi yang menjelaskan mengenai organisasi, apa fungsi serta tujuannya. Singkatnya, membentuk kader.

Biasanya proses tersebut secara formal diadakan berjenjang dua atau tiga tingkat. Masing-masing jenjang disesuaikan dengan kedalaman identitas kader organisasi dan masing-masing organisasi punya sebutan nama sendiri-sendiri sebagai berikut:

GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA (GMNI)

1. Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB)

Tujuan:

Pekan Penerimaan Anggota Baru atau disingkat dengan PPAB adalah masa penerimaan anggota baru GMNI yang ditujukan kepada seluruh mahasiswa Indonesia. PPAB berfungsi sebagai media perkenalan organisasi kepada seluruh mahasiswa Indonesia sebagai calon anggota GMNI agar dapat lebih memahami organisasi, peran, fungsi, tugas dan tanggung jawab, visi dan misi GMNI serta perannya dalam berbangsa dan bernegara

2. Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD)

Tujuan:

Kaderisasi Tingkat Dasar atau disingkat KTD adalah proses pengkaderan tingkat pertama (basic) dan proses indoktrinasi awal yang ditujukan kepada seluruh anggota GMNI yang telah disahkan melalui PPAB. Proses KTD lebih mengutamakan pengenalan ideologi kepada para calon kader sehingga dapat mengenal ideologi Marhaenisme secara menyuluruh,

3. Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM)

Tujuan:

Kaderisasi Tingkat Menengah atau disingkat dengan KTM adalah proses kaderisasi tingkat kedua (menengah) maupun proses indoktrinasi akhir yang diperuntukan bagi seluruh kader GMNI yang telah dinyatakan lulus proses Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD). Proses KTM lebih diorientasikan kepada pendidikan militansi dan progresifitas kader dalam proses mengimplementasikan ideologiMarhaenisme dalam gerak perjuangan, melaksanakan machvorming dan machtanwending,

4. Kaderisasi Tingkat Pelopor (KTP)

Tujuan:

Kaderisasi Tingkat Pelopor atau disingkat dengan KTP adalah proses kaderisasi tingkat akhir (finishing). Tingkat kaderisasi ini diperuntukan bagi para kader GMNI yang telah tulus proses Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM) dan telah memenuhi syarat kecakapan pelopor (SKP). Proses KTP terlebih diorientasikan kepada uji materiil kader dalam proses membangun sintesa sistem-sistem sosial disetiap elemen masyarakat.

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PMII) 

Sistem Pengkaderan PMII mengenal tiga bentuk pengkaderan yang berkait satu dengan yang lain yaitu Pengkaderan Formal dengan sebutan MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru). PKD (Pelatihan Kader Dasar). PKL (Pelatihan Kader Lanjut)

1. MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru)

Tujuan:

Masa Penerimaan Anggota Baru atau MAPABA adalah fase orientasi dan pengenalan awal PMII kepada mahasiswa dalam rangka rekruitmen mahasiswa untuk menjadi anggota PMII. Tujuan MAPABA adalah untuk merekrut anggota.

2. PKD (Pelatihan Kader Dasar)

Tujuan;

Pelatihan Kader Dasar adalah fase penananaman nilai-nilai dan pembentukan militansi anggota untuk menjadi kader PMII. Dengan mengikuti PKD, secara formal seorang Anggota telah syah Kader PMII. PKD merupakan fase kedua dalam Pengkaderan Formal PMII dan diselenggarakan antara empat bulan hingga enam bulan setelah MAPABA.

3. PKL (Pelatihan Kader Lanjut)

Tujuan:

Pelatihan Kader Lanjut adalah fase pengkaderan untuk membangun dan memperkuat basis pengetahuan dan keterampilan yang akan menopang pilihan gerak kader PMII untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. PKL merupakan fase ketiga dalam proses Pengkaderan Formal PMII, diselenggarakan secepat-cepatnya enam bulan setelah PKD dan selambat-lambatnya dua belas bulan setelah PKD.


HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) 

Hmi menyebut dalam setiap jenjang perkaderan formal dengan jenjang pertama Basic Training di singkat Bastra 1 atau Latihan Kader 1 (LK1). Jenjang kedua Intermediate II (LK2) dan Advance Training (LK3) untuk Jenjang terakhir

1. Latihan Kader 1 (Basic Training)

Tujuan:

Latihan Kader I (Basic Training) bertujuan untuk mengembangkan potensi kreatif mahasiswa agar memiliki kesadaran berproses menjadi seorang muslim yang Kaffah dan mempertegas jati diri sebagai mahasiswa.

2. Latihan Kader II (Intermediate Traning)

Tujuan:

Latihan Kader II (Intermediate Training) merupakan LK tingkat lanjut yang merupakan media aktualisasi dan pengembangan potensi kreatif secara mandiri dengan berpedoman pada nilai dasar keislaman untuk menumbuhkan kemampuan analitis dalam merespon persoalan keumatan dengan ketegasan sikap.

3. Latihan Kader III (Advanced Traning)

Tujuan;

Latihan Kader III (Advanced Training) adalah jenjang pembinaan dan pengembangan kader dalam memformulasikan gagasan-gagasan kreatifnya (konsepsional dan operasional) dan dalam mengantisipasi berbagai persoalan keumatan sehingga yang akhirnya mampu memberi solusi alternatif pada rekayasa masa depan umat. Atas dasar tersebut maka LK III di format dalam bentuk eksperimentasi. Eksperimentasi ini dapat berupa penelitian maupun simulasi lapangan. Materi yang hadir hanya untuk membangkitkan memori peserta atas pembacaan mereka terhadap lingkungan sekitar sebagai dasar lahirnya gagasan-gagasan perubahan.

KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA ( KAMMI) 

Penamaan yang dipilih oleh KAMMI berbeda penyebutannya disetiap jenjang perkaderan yaitu Daurah Marhalah I, Daurah Marhalah II, dan Daurah Marhalah III.

1. Daurah Marhalah 1 (DM 1)

Daurah Marhalah 1 (DM 1) merupakan daurah yang berfungsi sebagai pintu gerbang seseorang untuk menjadi Anggota Biasa AB1 KAMMI. Dengan Tujuan sebagai berikut:
  • Membangkitkan kebanggaan berislam 
  • Memahamkan kader akan Islam sebagai minhajul hayyah yang bersifat integral 
  • Memahamkan kader tentang peran dakwahnya sebagai mahasiswa 
  • Memantapkan pemahaman kader akan karakter gerakan KAMMI 
  • Membawa kader mengikuti proses kaderisasi KAMMI secara berkelanjutan 
  • Menanamkan kader tentang kondisi umat Islam saat ini. 
  • memahamkan kader tentang kondisi sejarah dan kondisi indonesia kekinian.
2. Daurah Marhalah 2 (DM 2)

Daurah Marhalah 2 (DM 2) merupakan daurah yang berfungsi sebagai pintu gerbang seseorang untuk menjadi AB 2 KAMMI.

Tujuan:
  • Membangun militansi/jiddiyah kader 
  • Membangun komitmen kader dalam gerakan dakwah 
  • Melatih kader berfikir dan bersikap kritis 
  • Membangun jiwa kepemimpinan kader 
  • Membangun karakter syahsiyah da’iyah 
  • Membangun pemahaman kader tentang metodologi dakwah 
  • Melatih kader untuk membangun sebuah tim dakwah yang solid 
  • membangun pemahaman tentang pluralitas di Indonesia 
  • Membangun pemahaman tentang syareat islam.
3. Daurah Marhalah 3 (DM 3)

Daurah Marhalah 3 (DM 3) merupakan daurah yang berfungsi sebagai pintu gerbang seseorang untuk menjadi AB 3 KAMMI.

Tujuan Umum
  • Membangun kader yang menegaskan ideologi, fikroh, dan arah gerakan KAMMI. 
  • Membangun kemampuan kader melakukan analisis sejarah Islam dalam kerangka peletakan dasar-dasar rekayasa sosial. 
  • Melatih kader agar mampu merancang dan melakukan rekayasa sosial politik dalam gerakan Islam.
Tentu masih banyak organisasi besar lainnya yang tidak dapat di cantumkan atas dasar kekurangan refrensi dari saya sebagai penulis. Maka jikalau diantara teman-teman pembaca mendapati kekurangan ataupun kekeliruan dalam tulisan ini silahkan tambahkan pada komentar di bawah.

Salam dunia hitam manis

Penulis: Awin Buton
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar