Indonesia Lawyers Club (ILC) - Pilpres 2019 : Kembali Mega vs SBY ?

Indonesia Lawyers Club (ILC) - Pilpres 2019 : Kembali Mega vs SBY ?

Indonesia Lawyer Club (ILC), akhir-akhir ini menjadi salah satu acara di TV Nasional yang paling banyak gemari oleh berbagai macam kalangan. Mahasiswa, Aktivis, Guru, Akademisi, politisi, PNS, buru dll. Kenapa acara ILC yang dipresenter oleh Pak Karni Ilyas menjadi begitu digemari karena selalu menampilkan tema-tema yang menarik untuk diperdebatkan oleh para pembicara yang hadir.

Seperti beberapa waktu lalu ketika diangkat tema Divestasi Freeport, akhirnya saya mengetahui kalau ternyata untuk bisa mengguasai 51% saham Freeport pemerintah harus mengeluarkan anggaran sebesar 54 triliun, yang sebenarnya 2021 kontrak Freeport habis. Dari pembicara yang hadir waktu itu masing-masing punya cara atau strategi untuk beradu argument dengan lawan debatnya.

Disini saya bukan mau mengatakan bahwa pihak pemerintah lebih baik ataupun sebaliknya, bagi saya semuanya pembicara yang hadir pada malam hari itu baik. Tapi yang paling terbaik adalah Pak Karni karena beliau mampu meredam emosi dari pembicara yang mulai tidak terkontrol.

Selasa 31/09/2018, ILC kembali lagi dengan tema: Pilpres 2019 Mega Versus SBY. Bagi saya ini adalah tema yang menarik karena melihat situasi politik nasional saat ini kita seakan dibuat bingung dengan koalisi parpol untuk bisa memenuhi ambang batas.

Lihat juga :


Prediksi Konstelasi Politik di Pilpres 2019

Para pembicara yang hadir pada malam itu sebagian besar dari anggota partai dan selalu ada Pak Rocky Gerung sebagai pengamat politik, disini saya tidak akan bahas apa yang disampaikan oleh Pak Rocky karena bagi saya semuanya punya perspektif masing-masing.

Bagi saya ILC adalah acara yang layak ditonton oleh mahasiswa karena setiap tema yang diangkat selalu berhubungan dengan isu-isu sosial seperti politik, ekonomi, hukum, agama dan lain-lain. Untuk dijadikan bahan diskusi ketika nongkrong di warung kopi nanti. Dari setiap pembicara yang hadirpun mereka adalah orang-orang hebat. Terlepas dari kepada siapa mereka bernaung, tapi pada intinya mereka punya mental forum sebagai petarung, seperti kata Fahri Hamzah bertarung dengan kata-kata.

Penulis : Sarifudin Tidore
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar