Prediksi Konstelasi Politik di Pilpres 2019

Prediksi Konstelasi Politik di Pilpres 2019

Sistem Presidential Threshold (PT) dengan ambang batas dari hasil legislatif 2014 sebagai jalan meju di pilpres 2019 masih menjadi pro dan kontra di kalangan para pengamat politik dan aktivis,

Keputusan Mahkamah Konstitusi setelah menolak uji materi pada pasal 222 Undang-Undang No 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum. Mahkamah konstitusi menyatakan bahwa pasal 222 yang mengatur tentang ambang batas pencalonan Presidential Threshold tidak bertantanggan dengan UUD 1945.

Setiap partai politik atau gabungan parpol harus punya 20 kursi di DPR dan 25 suara sah nasional 2014, untuk bisa mengusung Capres dan Cawapres di 2019 nanti. Karena Pemilu legislatif dan Pemilu presiden akan dilakukan serentak.

Pemilihan presiden dan wakil presiden dengan menggunakan sistem Presidential Threshold (PT) dengan ambang yang terlalu besar menyebabkan setiap partai politik harus berkoalisi untuk bisa memenuhi batas PT. Dan dapat mengusung dua nama untuk menjadi Capres dan Cawapres.

Sejauh ini koalisi partai PDI-P, Golkar, Hanura, PPP dan Nasdem. Mendeklarasikan untuk mendukung Jokowi maju sebagai pilpres sedangkan Gerindra, PAN mengusung Prabowo Subianto untuk maju. Partai Demokrat, PKB dan PKS sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda untuk berkoalisi dengan siapa.

Lihat juga : Etika Politik dan Wilayah Abu-Abu

Dari dua nama yang muncul sebagai Capres Jokowi dan Prabowo muncul sejumlah pertanyaan siapa yang nantinya akan menjadi Cawapres untuk berpasangan dengan Jokowi dan Prabowo di pemilu nanti. Maka muncul sejumlah nama-nama besar untuk berdampingan dengan Jokowi diantaranya :

1. Mahfud MD
2. Sri Mulyani
3. Susi Pudjiastuti
4. Airlangga Hartarto
5. Muhaimin Iskandar (Cak Imin)
6. Hairul Tanjung

Dan dari analisa saya dan teman-teman diskusi tentang konstelasi politik kubu jokowi kami melihat figur yang begitu di butuhkan adalah Muhaimin iskandar (cak Imin) dengan melihat konteks isu yang dibangun. Tapi semua bisa berubah karena politik itu dinamis.

Sedangkan Cawapres yang berdampingan dengan Prabowo diantaranya :

1. Zulkifli Hasan
2. Amin Rais
3. Gatot Nurmantyo
4. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
5. Anies Baswedan

Pada kubu ini sedikit terlihat rumit untuk di prediksi, tapi kami tetap memiliki pridiksi. Rumit karena nama-nama yang ditempelkan pada kubu prabowo adalah nama yang punya tuntutan masing-masing dari partainya, semua punya permintaan seandainya prabowo mau minta berkoalisi. namun dari nama yang memiliki potensi di ambil jadi Cawapres mendampingi prabowo adalah Anies Baswedan, pilihan ini jatuh karena Anies punya potensi ketika kita melihat sikap kelembekan PKS yang dimunculkam ketika kembali mendeklarasikan mendukung Prabowo, terlepas dari jabatan Anies saat ini.

Dari sejumlah nama-nama besar yang muncul ini belum ada kejelasan siapa yang nanti akan menjadi Cawapres untuk berdampingan dengan Prabowo atau Jokowi di pilpres nanti. Terlebih kedua bela pihak saling bertahan mengumumkan nama Cawapresnya di injure time, yang bisa kita menunggu saja tanggal karena dalam waktu dekat akan dibukakan pendaftaran calon presiden dan wakil presiden untuk maju di pemilu nanti. Inilah prediksi konstelasi politik di pemilihan presiden 2019, bagaimana prediksi menurut anda ?

Penulis : Sarifudin Tidore
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar