Para CALEG Muda, Selamat Berkompetisi dan Semoga Amanah

Para CALEG Muda, Selamat Berkompetisi dan Semoga Amanah

Suara motor terdengar di depan rumah, hitungan detik saja klakson motor besar dan keren itu berbunyi.

"To... " suara samar terdengar memanggil nama saya.
"Assalamualaikum"
"Walaikumsalam" saya menjawab salam yang hanya terdengar tapi belum melihat orangnya di luar halaman rumah.

Ternyata seorang saudara saya (sebut saja Jali) yang juga tetangga rumah di kampung halaman. Lama tak berjumpa membuat banyak tema bertaburan, menunggu antrian satu persatu untuk dibicarakan. Waktu menunjukan pukul 5 sore Wita, ketika awal bertemu di teras rumah yang masih kasar lantainya. Pembicaraan terus berlangsung hingga hari mulai menunjukan gelap.

" To... kenapa ngga ikut calon Anggota Legislatif ?" pertanyaan Jali, tiba-tiba mengarah tak jelas.
"Belum siap saya" jawaban spontan sambil kaget dengan pertanyaan itu.

"Itu To.. banyak anak-anak muda seumuran kamu yang ikut Caleg, sepertinya kamu juga pantas untuk menjadi bagian dari mereka !"

"haha... mereka lebih mampu dari saya, mereka lebih siap, sedangkan saya masih jauh dari kesiapan" saya menjawab dengan serius tapi bernada santai.

" Untuk menjadi Calon Anggota Legislatif butuh kesiapan, selain mental juga keuangan yang cukup. Bukan uang untuk membayar peserta pemilih (politik uang) tapi biaya akomodasi untuk silaturahmi ke seluruh masyarakat yang termasuk dalam Daerah Pemilihan (DAPIL) kita, selain itu kita juga harus pintar dan cerdas terutama bijaksana, agar aspirasi semua masyarakat dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya dan amanah" saya menjelaskan tanpa merokok sebab saya dalam kondisi perjuangan untuk berhenti merokok.

" Kalau hanya mengikuti ego kita boleh-boleh saja, itu hak pribadi masing-masing tapi mempertanggungjawabkan apa yang kita lakukan di mata masyarakat yang notabenenya keluarga kita dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan nilai sosial saat ini butuh kesiapan mental yang luar biasa menurut saya, jadi saya masih sangat jauh dari kesiapan"

" Jika yang tertulis di spanduk-spanduk bahwa yang muda tak kalah cerdas dengan yang tua yah... terserah mereka mau bilang apa haha..." cerita saya diakhiri dengan tertawa sambil meminum air mineral di gelas plastik.

" oh,,, begitu ya !, betul juga sih, jangan asal ikut CALEG tapi niat kita masih belum tulus untuk rakyat ya ?" pertanyaan Jali dengan wajah serius.

" Iya dong" saya menjawab dengan senyum singkat.

Mungkin pertanyaan Caleg dilontrkan ke saya oleh Jali sebab di kampung halaman kami banyak anak-anak muda yang ikut nyaleg, bahkan menjadi ramai dengan susanan politik di kampung.

Obrolan terus berlanjut, hingga masuk ke topik membangun usaha kedai kopi, mungkin Jali tahu persis kalau saya adalah orang yang penikmat kopi.

Untuk para CALEG muda yang berkompetisi, selamat berjuang dan semoga amanah untuk kesejahteraan rakyat jika kalian terpilih nanti. Tetap konsisten dengan niat awal perjuangan sebab idelisme kita akan mudah goyang ketika diperhadapkan dengan kemewahan. Niat kita mudah bergeser ketika ditawarkan kenikmatan dunia. Selamat berjuang, umat manusia yang utama dalam kebaikan dan kesejahteraan.
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar