Pantaskah Tik Tok di Blokir ?

Pantaskah Tik Tok di Blokir ?

Tik Tok adalah aplikasi buatan dari negeri Tirai Bambu, lebih tepatnya Tiongkok, spesifik pada perusahaan ByteDance. Aplikasi yang saat ini, sedang booming dikalangan remaja, "remaja yang kurang" terutama dalam aplikasi berbagi foto dan video, instagram.

Dan jika anda dapat membaca spesifikasi fitur dan cara penggunaanya di Google Play atau Play Store, dengan jumlah komentar terbanyak, jatuh pada kaum hawa.

Maka saat ini Tik Tok menjadi pembahasan terpopuler di media sosial mengenai pemblokiran yang dilakukan Dirjen Aptika Komuninfo melakukan pemblokiran aplikasi Tik Tok dengan 8 DNS-nya.

Pemblokiran yang dilakukan cukulah beralasan karena didasari hasil pemantau tim AIS Kominfo, pelaporan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Kemen PPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta masyarakat luas.

Terlebih Pelanggaran konten yang ditemukan antara lain pornografi, asusila, pelecehan agama, dan lain-lain. Bagi saya aplikasi Tik Tok tak mestilah dipersalahkan sepenuhnya, karena kita meskilah pintar beradaptasi dengan teknologi, yang menjadi permasalahan hingga kita haruslah sepakat. sebabnya karena rakyat, pemuda/i kita yang belum dewasa memanfaatkan teknologi.

Jika kita melakukan pengamatan dan membahasnya dalam sisi yang berbeda, yaitu dampaknya dalam kehidupan sehari-hari sangatlah tak efesien bagi perkembanga generasi bangsa.

Secara tidak langsung menjadi penyebab generasi untuk suka bergoyang ria. Apabila anda termasuk seseorang yang sering aktif di IG, pastinya anda akan menjumpai beberapa netizen dengan berbagai video yang dibuat dengan menggunakan aplikasi Tik Tok ini. Ada yang biasa saja, dan ada yang Luar Biasa, luar biasa keterlaluan.

Kata pembelaan yang muncul adalah Menjadikan dirimu kreatif, Ya kita harus mengakui aplikasi ini dapat mendorong kreativitas seseroang dalam membuat suatu karya. Tapi kreatif untuk karya yang bahkan tidak ada bermanfaat, atau dampak yang benar-benar signifikan untuk sesama ? Untuk apa ??

Betapa mrisnya beberapa video diantaranya, bahkan sudah melibatkan anak-anak kecil, sudah berani bernyanyi lagu dan berakting orang dewasa. Apabila ini dianggap sebagai media hiburan haruslah memikirkan efek positif dari semua sudut pandang.

Memang benar, tujuan aplikasi ini plure untuk hiburan, seperti pembela tik-tok dimedia masa saat ini tapi hiburan yang berlebihan juga tidaklah benar. Maka sekali lagi kita haruslah sepakat langkah yang diambil.

Namun pengguna Tik Tok harap tenang karena pemblokiran bersifat sementara sampai ada perbaikan dan pembersihan konten-konten ilegal dari pihak Tik Tok. Jadi potensi di aktifkan kembali masih ada. Mari tarik napas perlahan-lahan, hembuskan..

Penulis: Awin Buton

Baca juga:

Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar