Nasib dan Takdir Kita yang Menentukan

Nasib dan Takdir Kita yang Menentukan

Nasib dan takdir merupakan dua kata yang selalu kita dengar dan sering jadi pembahasan, apalagi saat ngopi. Pembahasan tentang nasib dan takdir merupakan wacana klasik bagi saya. Berdasarkan pengalaman, hampir setiap regenerasi teman-teman dibawah saya menanyakan tentang pengertian serta perbedaan antara nasib dan takdir.

Banyak sekali pengertian nasib dan takdir yang bisa anda baca di buku dan media online, tapi menurut saya nasib adalah segala sesuatu yang belum terjadi sedangkan takdir merupakan segala sesuatu yang telah terjadi atau sementara dialami.

Misalnya seorang remaja saat ini sedang bersekolah di tingkat SMA, keadaan saat ini (bersekolah di SMA) merupakan takdirnya sebab telah terjadi. Jadi bagaimana dengam nasibnya ? kehidupan yang akan terjadi selanjutnya setelah dia lulus merupakan nasibnya karena sesuatu yang belum terjadi dan untuk meraih cita-cita maka dia yang harus menentukan pilihan.

Lihat juga tulisan terkait :

Apakah Benar Semua akan Indah Pada Waktunya ?

Dua Jalan Dari Tuhan

Tuhan Tetap Tersenyum Dengan Cobaan-NYA

Nasib dan takdir kita yang menentukan melalui berbagai pilihan dalam menjalani kehidupan. Semua yang ada di dunia ini telah Tuhan sediakan. Oleh karena itu, sebagai ciptaan yang sempurna dari lainnya, kita diberikan kemampuan otak untuk berpikir lebih jauh dan juga kehendak bebas untuk berbuat. Itulah kenapa orang sering menyebut hidup adalah pilihan.

Nasib dari anak yang sedang sekolah di atas akan baik jika dia menentukan pilihannya untuk mencapai apa kebaikan yang ingin diraih kedepan. Apa bila dia berhasil meraihnya maka itulah takdirnya.

Takdir dan nasib ibarat roda yang terus berputar dalam perjalanan waktu menempuh kehidupan ini. Detik ini merupakan takdir, apa yang terjadi besok adalah nasib, begitu seterusnya.

Pesan moral dari tulisan nasib dan takdir ini adalah :

Kita jangan pernah pesimis atau putus asa dalam menjalani kehidupan ini, jika ada yang nantinya menjadi orang yang putus asa maka biarlah itu berjalan sebagai manusiaw. Jangan putus asa yang berlebihan sebab apa yang terjadi kedepan, kita yang menentukan dari sekarang.

Bagaimana jika apa yang diinginkan tidak atau belum tercapai ?

Itu menandakan bahwa usaha dan doa kita mungkin belum maksimal. Usaha yang tepat sasaran dan doa yang benar dapat mengantarkan kepada apa yang menjadi harapan kita nanti. Tuhan telah menciptakaan semuanya kita diberikan kebebasan untuk menikmati, maka tentukanlah nasib kita dari sekarang demi takdir kedepan yang lebih baik.
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar