Kritik Sebagai Tolak Ukur Himpunan mahasiswa Islam (HmI)

Kritik Sebagai Tolak Ukur Himpunan mahasiswa Islam (HmI)

HmI dalam pandangan masyarakat luas memiliki tafsiran yang berbedah namun bagi setiap kader tentulah mengetahui tujuan HmI yang dirumuskan dalam khitah perjuangan dan pedoman-pedoman pokok lainnya.

Beberapa poin penting yang ditekankan HmI adalah keislaman dan keilmuan yang yang merupakan ciri khas HmI dan harus tercermin dalam semua sikap dan perilaku setiap anggota HmI. Nilai-nilai dan semangat keilmuan dan keislaman haruslah mampu membawah kita ke arah kemajuan dan kemandirian.

Dalam suasana yang sejuk dan nyaman, dan dinamis nilai ini hendaknya benar-benar didalami, dihayati dan diamalkan oleh sitiap anggota sehingga menjadi penuntun dalam kehidupan pribadinya sehari-hari, baik dalam hubungannya dengan Allah SWT maupun dengan sesama umat manusia dan lingkungan alam sekitarnya.

Dengan demikian, setiap langkah dan alunan nafas insan HmI, sebagian insan ulul albab akan senantiasa berada dalam jalur amar ma’ruf nahimunkar, serta menjunjung tinggi akhlaqul karimah.

Seluruh keluarga besar HmI akan senantiasa terdorong untuk melaksanakan perbuatan yang serba baik, serba benar dan serba bermanfaat, kapan dan di manapun berada. Itu berarti apa yang dituntut kepada HmI bukan lagi jawaban lama terhadap persoalan baru, melainkan kemampuan baru untuk gaung tantangan baru menghadapi perubahan dan pergantian zaman dan meyongsong masa depan.

Lihat juga :

Saya Ingin Bercerita Tentang HmI

HMI dan Tantangan Kebangsaan

Atas dasar semua itu anggota HmI membutuhkan suatu ideologi berbentuk wawasan intelektual sehingga bisa menjadi pegangan perjuangan. Peningkatan kualitas sangatlah penting bagi setiapi kader, langkah ini dipersiapkan dengan beragam bentuk peningkatan misalnya membudayakan aktivitas kajian, diskusi dan menanamkan kemandirian dalam mengkonsumsi semua bentuk literatur.

Terlebih Hmi mengasaskan diri sebagai organisasi islam yang bukan hanya menjadi sarana peribadat/ritual namun menjadi sebagai ideologi/pegangan dalam mengarungi kehidupan manusia dan organisasi. Sehingga itu setiap anggota hmi diwajibkan untuk bisa meningkat kualitas diri dalam Ilmu pengetahuan dan di lengkapi dengan peningkatan nilai islamiyah dalam diri anggota.

Belakangan ini sebagian kritikan yang dilontarkan dari internal dan eksternal terhadap HmI yang dinilai mulai memudar dari segi nilai intelektual dan nilai islami sehingga mempengaruhu kuqalitas dan eksistensi HmI. Hal ini tak perlu mendapatkan tanggapan balik dari HmI karena semestinya menjadi bahan intropeksi bagi HmI.

Dalam bahasa organisasi kritik adalah sebuah tolak ukur kesedaran secara keseluruhan organisasi, termasuk HmI. Dengan kritikan semua bisa tergugah untuk merenungi. Dalam mitologi yunani (kotak pandora) semua kejahatan dan kebejatan yang harus dikritik dan dibijaki semua ada dalam kotak itu, namun hanya dengan dibuka kita bisa melihat kekurangan dan menemukan sebuah 'harapan' yang ada didasar kotak tersebut.

Maka kritik adalah solusi sebagai kesadaran mengembalikan semangat perjuangan

Penulis: Awin Buton
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar