Koruptor Rasa Artis-Artis Ternama

Koruptor Rasa Artis-Artis Ternama

Korupsi adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah sangat rentan korupsi dalam praktiknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima. sampai dengan korupsi berat yang merugikan negara dengan angka yang begitu fantastis.

Secara kasar korupsi merupakan tindakan merampok, mencuri dan merampas uang rakyat yang bukan haknya, merugikan negara dan seluruh rakyat Indonesia sehingga harus menjadi common enemy (musuh bersama) bangsa Indonesia. Perilaku koruptif merupakan tindakan yang merugikan banyak orang sehingga harus ada sanksi sosial dari masyarakat selain sanksi hukum oleh negara.

Sekarang korupsi sudah menjadi budaya di Indonesia karena dengan bukti beberapa tahun kebelakang para petinggi negara yang tersangkut kasus korupsi dan anehnya ketika melihat di layar televisi ada pejabat negara bisa cengar-cengri hingga melambaikan tangan, kendati telah tertangkap oleh penegak hukum karena dugaan korupsi.

Fenomena ini menjadi tontonan yang aneh seakan mereka tak merasa bersalah hingga harus melempar senyum dan lamabain ketika melihat wartawan dengan cahaya camera menyerobot untuk mendokumentasikan sebagai pelaku korupsi. Terlepas dari kesadaran belajar jujur dari dini, mereka seharusnya menyadari bahwa untuk menjadi bangsa yang bermoral dan bebas dari korupsi harus dimulai dari elit-elit bangsa ini, sebab mereka adalah suri teladan yang di pertonton kepada publik oleh layar kaca indonesia saat ini.

Karena secara umum, korupsi mengkikis kemampuan institusi dari pemerintah, karena pengabaian prosedur sebagai pelayan negara. Pada saat yang bersamaan, korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi.

Akibat dari kebiasan koruptor berprilaku seperti aktor/aktris pada saat keluar dari ruang penyelidikan KPK ini, publik mulai melakukan perbandingan dengan prilaku koruptor di negara lain misalnya:

1. Korea Selatan, Korea Selatan yang menanamkan budaya malu. Akhirnya banyak terdakwa kasus korupsi di negera korea begitu malu ketika terjerat kasus korupsi karena dikucilkan akibat sanksi sosial ini. Sebagian koruptor mengekspresikan malunya dengan memilih mengundurkan diri dari dunia 'politik' yang digeluti selama berahun-tahun hingga tingkat paling ekstren dengan mengakhiri hidupnya (bunuh diri)dalam penjara.

2. Secara hukum, kasus korupsi di Jepang hanya akan diganjar dengan hukuman maksimal 7 tahun. Jepang juga tidak punya undang-undang yang khusus korupsi. Tapi diluar hukum, budaya malu seperti korea selatan dan harakiri lebih kuat untuk mengatasi persoalan korupsi. Saat seorang pejabat terbukti melakukan korupsi atau terlibat suap, pengacara akan membujuknya untuk mengundurkan diri jabatan dan mengembalikan semua yang sudah ‘diambil’ dari negara. Tapi karena ‘budaya malu’ ini, banyak koruptor di Jepang yang kemudian memilih harakiri.

Manusiawi jika publik mulai membandingkan dengan koruptor di Indonesia yang tak punya malu dan bebas saja melenggang bagai terhormat. Bahkan sebagian ada yang membandingkan dengan negara Korea Utara, China hingga Arab Saudi yang hukumannya terbilang ekstrem karena di hukum mati dan qisas namun ketika melihat negara indonesia yang begitu menjunjung tinggi HAM maka menjadi alasan hukuman demikian di hindari.

Perbandingan ini layak karena publik mulai gerah dengan kasus korupsi yang begitu banyak dan koruptor yang merasa seperti artis, perbandingan ini bukan untuk menjadi doktrinan terhadap publik/masyarakat. Tapi ini menjadi kritikan untuk petinggi negara agar mulailah belajar memakai hati dalam pengabdian.

Penulis: Awin Buton
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar