Fenomena Sosial Unik dalam Piala Dunia

Fenomena Sosial Unik dalam Piala Dunia

Piala Dunia merupakan sebuah ajang kompetisi sepak bola atau turnamen yang di selenggarakan setiap 4 tahun sekali, di ikuti oleh 32 tim sepak bola antar negara dari seluruh dunia yang masuk dalam kualifikasi piala dunia pada sebelumnya, dan untuk kejuaraan pertandingan sepak bola piala dunia sekarang di selenggarakan di negara russia pada tahun 2018.

Hadirnya ajang sepak bola yang sangat bergengsi ini menjadikan para peminat sepakbola di indonesia menginginkan kemenangan tim yang diunggulkannya meraih tropi piala dunia.

Adapun bagi para pecinta bola yang berada di wilayah indonesia bagian timur, Maluku dan papua moment piala dunia menjadi destinasi tersendiri yang di nanti-nanti walaupun menontonnya hanya memakai televisi ukuran mini ataupun layar tancap yang dipasang di halaman seadanya dan tempat tongkorongan namun keseruannya tak kalah dengan ketika menonton langsung di stadion di russia.

Moment nonton bola piala dunia diwilayah indonesia timur kita bisa menyaksikan betapa banyak bentuk keunikan yang ada para penggiat bola dari indonesia timur, keunikannya karena masyarakat akan lebih memilih menonton ditempat umum seperti nonton bareng(nobar)datang dengan jersey tim yang didukungnya daripada menonton di rumah masing-masing.

Ditempat seperti ini anda akan mendapati keunikan seperti semua penonton akan menjadi analisis/pengamat bola, mungkin juga karena tipekal orang timur klaulah tak jago bermain sepak bola berarti handal dalam bicara bola kata Abdur dalam materi stand up komedinya. Hehe

Bahkan kita juga temukan dimana ketika berlangsungnya pertandingan akan ada sekelompok yang berperan seperti heaters yang datang dengan berupa materi untuk menjadi bahan debat dan ada yang menjadi pembela tim yang didukungnya. Contohnya saya selalu membela tim samba. Brazil.

Dan terdapat sebagian wilayah indonesia timur, seperti Kabupaten Kepulauan Sula, Provimsi Maluku Utara. Kebiasan unik dalam bentuk pawai dengan berbagai peralatan jersey dan bendera dengan kendaraan roda dua, roda empat dan kebiasan ini berlangsung selama babak penyisian group hingga menuju babak 8 besar sekarang tanpa sekalipun tanpa pawai 'alpa'. Pawainya berdasarkan pendukung tim.

Terlebih sebagai pengetahuan pembaca bahwa kebiasan pawai terdapat juga pawai kekalahan tim. Pawai kekalahan adalah pawai dimana kelompok pawai akan membawa berupa kofor ataupun ransel hingga kaleng bekas yang diikat pada kendaraan dan digilir sepanjang jalan perkotaan. Walaupun terbilang ekstrim, kebiasaan ini cukuplah safety, doakan semoga selalu berjalan lancar. Hehe

Setiap dinamika diatas secara kajian teori sosial ini akan berdampak positif dalam bentuk meningkatkan hubungan sebagai mahluk sosial. Negatifnya bisa terkikis jika kita bisa menjadi penikmat yang bijak dan menurut saya untuk saat ini masyarakat timur cukuplah dewasa dalam menjaga hubungan sosial.

Sekarang perhelatan piala dunia telah menuju babak 8 besar. Banyak tim besar seperti Argentina, Jerman, Spanyol dan Portugal yang diunggulkan namun harus merelahkan kekalahan dan pulang dengan tangan hampa.

Semua pendukung mempunyai harapan besar timnya bisa membawa pulang trofi piala dunia maka sebagai pendukung kita harus bijak dan profesional dalam menikmati keunikan ini.

Sebagai pertanyaan penutup.

Indonesia kapan masuk piala dunia??

Jawaban...............isi sendiri....

Ternate 3 Juli 2018

Baca juga:

Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar