Kesibukan Bukan Alasan Untuk Tidak Berkomunikasi (Hal 2)

Kesibukan Bukan Alasan Untuk Tidak Berkomunikasi (Hal 2)

Baca halaman 1 cerita Mira dan Juan terlebih dahulu agar lebih memahami alur ceritanya : Dua Budaya Dalam Satu Cinta

Juan dan Mira mulai saling mengenal beberapa bulan lalu, bukan karena kebetulan tapi karena Mira merupakan karyawan yang baru lulus saat perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

" Eh ada pegawai baru ! " Juan mendengar ucapan teman-teman ruangannya ketika pagi itu tiba di kantor.

Dengan sikap kalem, Juan tak serius menghiraukan meskipun dalam hatinya terbesit rasa penasaran.

Juan memang terkenal dengan sifat agak kalemnya, tapi dia juga orangnya terkadang kocak dan humoris kalau pas suasana dan kondisi ramai atau lagi kumpul-kumpul.

Mira di tempatkan ruang sebelah, karyawan yang lain sudah mulai saling berkenalan dengan Mira, Juan hanya tenang saja.

"Nanti aja ah pas waktu istirahat aku menyapa Mira" Ucapnya dalam hati.

Sesuai rencananya, tepat jam istirahat siang Juan menyampiri Mira yang masih agak malu meninggalkan meja kerjanya, maklumlah kebiasaan karyawan baru yang belum begitu akrab dengan lingkungan sekitar.

"Hai, saya Juan" Juan menyampiri meja Mira dan langsung mengulurkan tangan sebagai tanda berkenalan.

" saya Mira " Mira menyambut tangan Juan sambil tersenyum malu

Interaksi dalam kata dan kalimat mulai berlangsung hangat meskipun singkat, mulai dari asal, tempat tinggal dan percakapan lain sebagai pelengkap suasana ketika itu.

Tak terasa komunikasi Juan dan Mira semakin dekat, hingga jalan bersama ketika waktu libur atau selesai jam kerja. Ternyata keduanya saling suka dan jatuh cinta, maka mereka berdua berkomitmen untuk berpacaran.

Sebuah keputusan insan manusia dewasa yang dipertimbangkan secara matang. Hubungan asmara berjalan beberapa bulan. Hingga suatu saat Mira di tugaskan keluar kota selama sebulan untuk mengikuti pelatihan terkait pekerjaan kantor mereka bekerja.

"Aku pasti kangen kamu mas" keluham Mira dengan manja ke Juan

"Iya, aku juga bakalan kangen " jawab Juan dengan sedikit bijak

"Intinya saling komunikasi saja nanti" tambah Juan mengakhiri perbincangan singkat mereka.

Mira berangkat keesokan harinya dan kedua pasangan yang baru beberapa bulan jadian ini harus memulai ujian pertama atas hubungan mereka dengan dipisahkan oleh tugas selama sebulan penuh.

Selama Mira dalam perjalanan, komunikasi mereka sangat lancar, mulai dari via telepon sampai via pesan singkat sampai tibanya Mira di lokasi tempat berlangsungnya kegiatan.

Beberapa hari kemudian, Juan sedikit merasa aneh dengan sikap Mira, pesan singkatnya beberapa jam yang lalu belum juga di balas. Balasanya juga hanya singkat tanpa pertanyaan.

"kok kayaknya ada yang aneh ya sengam sikap kamu" pertanyaan Juan via pesan singkat.

"Aku sibuk mas, jadwal ku padat" balasan Mira tanpa bertanya lagi.

Bukan hanya sekali, selama Mira berada di luar kota, jawaban balasannya seperti itu, bahkan lebih parah lagi ngga di balas.

Juan menjadi sedikit heran, sambil bertanya dalam hati " Apakah sulit meluangkan waktu semenit saja untuk membalas pesan singkat ? ah sudahlah bikin pusing mikirin hal itu"

Bukan tentang orang ketiga sebab Juan yakin dan percaya terhadapa hubungan mereka berdua, hanya saja sedikit bingung dengan kesibukanya yang terlihat begitu susah mendapatkan waktu semenit untuk balas pesan singkatnya.

"Ahh, biar aja ilang kontak dulu, nanti pas dia balik baru dibicarakan" sedikit kesal perasaan Juan memikirkan hal itu.

Pesan yang dapat diambil dari kisah Juan dan Mira di atas adalah sesibuk apapun kita dalam segala hal jangan pernah lupa untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang kita sayangi baik pacar, istri, suami anak, ibu, bapak dan lain-lain.

Tak logis jika waktu semenit saja sulit bagi kita untuk berkomunikasi, sebab selama ada kemauan untuk berkomunikasi pastilah akan terjadi.

Sibuk saat bekerja ? ada waktu luang ketika istirahat.

Sibuk ketika istirahat ? ada waktu luang sebelum tidur.

Sibuk sebelum tidur ? ada waktu luang ketika bangun tidur.

Selalu ada waktu luang di sela-sela kesibukan kita, luangkanlah itu untuk berkomunikasi. Bukan masalah cepat atau lama waktu komunikasinya tapi tentang mau atau tidak berkomunikasi dalam kesempatan yang ada sebab dikejauhan sana ada orang lain yang mungkin rindu kabar anda, suara anda dan keluh kesah anda.

Lanjut baca halaman 3 : Putus Cinta Itu Biasa, Putus Bujang Luar Biasa
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar