Kecocokan Sebuah Hubungan Sama Dengan Ke-tidak-cocok-kan Itu Sendiri

Kecocokan Sebuah Hubungan Sama Dengan Ke-tidak-cocok-kan Itu Sendiri

Kecocokan sebuah hubungan pada dasarnya adalah ketidakcocokan itu sendiri. Jangan tanya mengapa sebab pasti kita semua telah mengetahui bahwa tidak ada manusia yang sama di dunia ini, baik dari segi sifat maupun sikap.

Jadi, mengapa harus berjuang keras untuk mencari kecocokan terhadap seorang pasangan jika hakekat kecocokan suatu hubungan antara laki-laki dan perempuan adalah ketidak cocokan itu sendiri.

Lihat saja contohnya sepasang sendal atau sepatu, kenapa di bilang cocok atau pas ? karena terdapat bagian kanan dan kiri, apabila semua sepatu hanya bagian kanan atau bagian kiri saja berarti tidak akan cocok.

Sifat manusia tidak ada yang sama dan itu pasti. Bayi kembar yang serahim dalam waktu bersamaan saja pasti memiliki sedikit perbedaan, baik fisik dan karakter. Apalagi manusia yang berasal dari rahim yang berbeda, pastilah banyak terdapat perbedaan, terutama perbedaan pemikiran dan pendapat yang terlihat dalam tindakan keseharian.

Lihat juga :

Tak Ada Cinta Pada Pandangan Pertama Hanya Suka

Cinta itu Abadi Meski Tak Mencintai

Dimanakah kecocokan itu jika kita memahaminya sebagai suatu yang sama. Sendal dan sepatu itu cocok karena berbeda kanan dan kiri.

Kecocokan berasal dari sebuah perbedaan pemikiran serta tindakan. Kecocokan dapat terjadi melalui sebuah komitmen atau kesepakatan kedua pasangan yang berbeda karakter. Maka kecocokan itu dapat terjadi dari sebuah ketidakcocokan yang didasari oleh komitmen. Bukan hanya itu, karena semua itu dapat terjadi ketika kita mampu mengendalikan ego pribadi kita, saat kita mampu mengendalikan hawa nafsu kita dan saat kita selalu belajar ikhlas untuk menerima segala kelebihan dan kekurangan dari pasangan kita masing-masing.

Caranya melalui suatu musyawarah dalam hubungan yang didasari atas kejujuran. Jika kejujuran telah terbukti secara terus menerus dalam suatu hubungan maka kepercayaan akan hadir dengan sendirinya.

Jadi, masihkah kita terus berjuang untuk mencari kecocokan pemikiran dan karakter ? janganlah sebab sampai kapanpun hal itu tidak akan tercapai.

Berusahalah menerima kekurangan dan kelebihan pasangan kita maka kecocokan pasti akan tercapai. Hidup manusia saling melengkapi, itulah mengapa manusia tidak sempurna dan selalu dihiasi oleh kekhilafan.

Mualilah dan selalu berusaha untuk mengendalikan ego kita, hawa nafsu kita dan sikap apatis kita agar setiap nilai sosial dan hubungan yang kita jalani terhadap siapapun menjadi lebih baik dan bermakna.
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar