Skip to main content

follow us

Kajian Filsafat : Filsafat Ilmu Pengetahuan yang Tidak Menyesatkan (Buruk)

“Bang, bukankah Filsafat itu ilmu yang menyesatkan?”, demikian pertanyaan seseorang yang sedang melanjutkan pendidikan tingkat tinggi di manado, karena dia mengetahui saya sering mengikuti vorum diskusi filsafat dan sering membicarakan filsafat di sela pertemuan dengan teman-teman ditempat tongkrongan.

Dengan senyum simpul saya berpikir, bagaimana filsafat yang diklaim sebagai(induk ilmu pengetahuan) akhirnya mendapat predikat buruk dimata para pelajar/mahasiswa di zaman kontemporer yang dimana filsafat seharusnya menjadi konsumsi khusus mahasiswa. akibat dari itu filsafat hanya di pahami sebagai “ilmu yang menyesatkan”. Pertanyaan tersebut memang tidak bisa digeneralisasi sebagai pendapat umum, namun pertanyaan tersebut mewakili pemahaman masyarakat terhadap filsafat.

Saat itu juga saya berpikir pertanyaan semacam ini muncul mungkin dikarenakan dia mengenal filsafat hanya di layar sosial media yang mulai gempar dengan pembahasan filsafat yang bagi sebagian orang di sebut sesat, sehingga membuatnya penasaran terhadap filsafat, Karena klaulah memang demikian saya tak perlu menganggap ini penghinaan, sebab secara implisit terkesan saya juga sesat karena belajar filsafat

Namun seketika itu muncul sikap skeptis (meragui) hingga muncul pertanyaan lain dalam kepala saya, bertanya bahwa jangan sampai dia mengetahui filsafat dan pernah belajar namun dia terjebak seperti sebagian besar orang saat ini yang  memahami filsafat bukan sebagai metodologi berpikir namun sebaliknya memahami filsafat sebagai buah pikir orang- orang barat, ateis dan anti tuhan saja.

Di antara kedua kecurigaan saya yang belum mendapat konklusi (kesimpulan) di atas. Maka saya berangkat dengan argumentasi kepadanya.

Dalam kacamata saya anda saat ini sebenarnya sedang berfilsafat dan jika benar maksud dari pertanyaan anda hanya penasaran dan rasa ingin tahu berarti secara langsung anda telah sesat dan menyesatkan rasa mulia anda.

Sepontan tampak ekspresi kebingungannya diawal namun kelamaan dia memahami argumentasi saya, maka saya menarik kesimpulan bahwa dia tidaklah terjebak memahami filsafat di kecurigaan yang kedua, namun pada kecurigaan pertama bahwa dia pernah menonton saat ketika kata Filsafat ditempelkan sebagian orang dengan kata buruk 'sesat'.

Saya lanjut dengan sebuah pertanyaan kedua. Anda semester berapa? Semester 6 di sebuah Universitas negeri di kota manado. Oke, Secara umum tidak semua orang di wajibkan belajar dan mengetahui filsafat namun untuk ukuran seorang mahasiswa harusnya bisa mengarungi segala disiplin ilmu pengetahuan demi menopang kualitas diri sehingga bisa menjalankan fungsi sebagai mahasiswa yang di sebut 1. Agen Of cange, 2. Agen Of Control terhadap sosial. Sebagai butiran  kritikan bahwa dua kata diatas bukan hanya di sepakati dalam kelompok-kelompok organisasi seperti tafsiran sebagian mahasiswa pragmatis dan apatis kontemporer, sebab kata Agen Of cange dan Agen Of Control di sepakati dalam dunia pendidikan dan akademisi sebagai fungsi wajib mahasiswa.

Lihat juga terkait Filsafat :

Dasar Sistematika Filsafat Hukum

Mengenal Filsafat dan Paradigma

Banyak Belajar Filsafat Tapi Tidak Bijaksana, Omong Kosong !

Studi Kritis Filsafat Islam dan Barat

Aliran Filsafat Hukum Kodrat

Studi Masyarakat Modern

Kembali ke filsafat. Secara historis, berbagai cabang keilmuan eksak dan non eksak baik itu sosial fisika, kimia, biologi, matematika, seni rupa, teologi bermula dari sebuah pemikiran keingintahuan untuk memahami realitas yang nampak dan yang tidak nampak dengan menggunakan akal budi, metodologi, dan sistematisasi pemikiran. Maka untuk menghindari tidak adanya sikap mengeneralisir semuanya buruk, alangkah bijaknya mencoba memahami, didalami dan dipahami dahulu bukan hanya sebagian semata.

Sebagai pengingat secara umum siapapun berhak mengemukakan pendapatnya terhadap suatu hal namun harus didasari dengan dalil-dalil logis sehingga bisa di pertahankan. Terlebih kebiasan merespon secara negatif harus di barengi dengan sikap ingin mencari tahu seperti anda. Selamat anda telah berfilsafat. Demikian dialektika malam itu dengan kopi hitam penuh senyuman dalam kajian filsafat.

Penulis: Awin Buton

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar