Idealisme Digertak Dengan Uang, Semoga Baik Saja

Idealisme Digertak Dengan Uang, Semoga Baik Saja

Ketika masih indah-indahnya dunia kampus bersama para teman-teman aktivis yang idealis dengan semangat mahasiswa sebagai agen perubahan yang memposisikan diri antara kaum elit dan masyarakat biasa.

Ideologi tentang kesejahteraan masyarakat, hidup untuk saling membantu dan selalu dapat berguna bagi orang lain selalu dijunjung tinggi. Ditambah lagi bentuk idealisme kita diwujudkan dengan penampilan rambut sedikit gondrong, celana tersobek di lutut dan sepatu yang semakin tua.

Itula dunia kampus, dunia dimana kita menjadi kita yang sebenarnya, dunia dimana kita menjunjung tinggi prinsip hidup kita, dunia dimana kita belajar dan menikmati semua ilmu pengetahuan kemudian dunia dimana kita kebanyakan belum memiliki tanggungjawab pada diri secara finansial. Kita kadang lupa bahwa waktu itu, kita seperti seorang majikan yang setiap bulannya mendapat jatah dari keluarga atau orang tua. Beruntung mereka-mereka yang ketika itu telah mandiri dalam mengurus diri sendiri dan kuliahnya.


Kini, kita semua telah lulus dari dunia kampus dan selamat datang di dunia nyata. Dunia dimana kita berjalan sendiri untuk mencapai kehidupan yang layak. Dunia dimana keluarga hanya menuntun dan kita yang bergerak, maka saat inilah ideologi kita tentang kesejahtreraan orang banyak ditantang.

Tantangan yang paling berat terhadap ideologi kita adalah saat dimana desakan ekonomi menghadang. Teman dapat menjadi lawan dan lawan bisa menjadi teman, irama ini akan berjalan dengan nada abstrak bagaikan lingkran setan, apalagi ketika kita mulai terlena dalam belaian hedonisme maka ideologi kita yang dahulu, prinsip hidup kita tentang hak dan batil, perjuangan kita untuk kebaikan orang banyak tinggallah kenangan dalam memori yang sadar akan kesalahan-kesalahan.

Bagi yang belum pernah merasakan tekanan seperti yang digambarkan diatas, persiapkanlah diri anda dan bagi yang sudah pernah melalui situasi di atas, perbaiki diri kita agar prinsip hidup menjadi konsisten dan kebahagiaan hakiki menghampiri jiwa yang lemah.

Orang-orang terdekat yang kita anggap teman bahkan saudara dapat berubah sikapnya kapan saja ketika ideologi kita digertak oleh uang, apalagi jika kita telah diberikan kekuasaan dan terjebak dalam hutang budi seseorang.

Hal Penting yang Harus Dilakukan 

Hindari kebiasaan utang budi, hindari kebiasaan ketergantungan kepada orang lain, tingkatkan kreativitas semaksimal mungkin sehingga kita dapat mandiri secara baik, dapat hidup atas kerja keras kita sendiri tanpa menghamba kepada orang lain. Maka ideologi atau prinsip hidup yang kita koarkan ketika dulu menjadi tetap terjaga demi kebahagiaan orang lain dan kita.

Hudplah tanpa menghamba, hiduplah tanpa tekanan manusia karena kita baik-baik saja tanpa belas kasihan mereka. Sudah siapkah kita ? itu tantangannya ! semoga kita baik-baik saja.
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar