Berdebat Dengan Atheis

Berdebat Dengan Atheis

Ada sebuah grup di media sosial yang membuat saya tertarik saat melihatnya. Pada grup tersebut berkumpul orang-orang yang suka belajar tentang sains dan filsafat karena tertarik saya pun bergabung. Jarang membuat postingan di grup tersebut dan lebih banyak menyimak. Beberapa hari bergabung, tema yang banyak di bahas adalah tentang Atheis.

Apa itu Atheis ?

Atheis adalah orang yang tidak lagi percaya dan meyakini tentang Tuhan. Mereka lebih mengedepan logika atau ilmu pengetahuan sebagai kekuatan dalam kehidupan ini. Paham tentang Atheis atau Atheisme pada dasarnya terbagi atas dua bagian yaitu Atheis Normalitik dan Rasionalistik.

Perbedaan Atheis Normalitik dan Rasionalistik yaitu mereka yang awalnya mempercayai dan meyakini kepada Tuhan kemudian tidak lagi percaya dan yakin karena alasan tertentu (Normalitik) sedangkan Rasionalistik yaitu mereka yang memang sejak lahir sudah tidak mempercayai dan meyakini bahwa adanya Tuhan. Saya sering menulis percaya lebih dahulu kemudian kata yakin sebab kedua kata itu sendiri memiliki makna yang berbeda. Nanti saya coba untuk menulis tentang hal itu, intinya kepercayaan sesuatu yang belum terbukti kebenarannya dan keyakinan sesuatu yang telah terbukti kebenarannya.

Okelah, itu deskripsi singkat tentang Atheis agar anda yang membaca tulisan juga memperoleh pengenalan awal terkait Atheis sebagai pengetahuan juga.

Beberapa menyimak tulisan status tentang Atheis di grup tersebut, saya pun mencoba membuak awal diskusi dengan menulis " Atheis itu orang-orang yang kecewa dan putus asa kepada Tuhan" sambil menunggu komentar orang-orang di grup yang siap menjadi teman debat hari ini.

Beberapa komentar mulai bermunculan, awal komentar banyak yang mendukung pernyataan saya itu dan sebagian juga yang menyukai status. Tak lama kemudian muncul komentar yang mengagetkan saya " TS Goblok" TS artinya saya yang membuat status. Saya hanya membalasnya dengan emotion tertawa lebar haha... Namanya media sosial biasalah kalau terjadi seperti itu. Sebaggai pengguna media sosial kita harus cerdas dan bijak sehingga tidak mudah terpancing dengan sesuatu problem yang hanya berada pada dunia maya.

Lihat juga : Perempuan Dalam Lingkungan Hegemoni Budaya dan Media (Pembicara)

Dia kembali membalas dengan kata-kata kotor, saya hanya tersenyum dan bertanya anda Atheis ? ayo berdebat. Bukanya melayani dia masih tetap membalas dengan kata-kata kotornya haha... Saya pun mulai menghindari hal itu, orang-orang seperti itu tak perlu dilayani, jika dilayani maka apa bedanya saya dan dia. Padahal dia belum tahu kalau saya sendiri tak permasalahkan Atheis atau apalah, toh itu semua hak seseorang untuk percaya atau tidak tapi sebagai mereka yang mengandalkan ilmu pengetahuan wajar saja jika di undang debat.
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar