Ngobrol Modern Dalam Ranah Idealisme Berdikari

Ngobrol Modern Dalam Ranah Idealisme Berdikari

Lama tak berjumpa dengan sahabat yang sudah saya anggap seperti saudara, dia adalah Tri Saleh. Sahabat yang belum lama dilantik menjadi seorang pengacara. Berkenalan sekitar tahun 2010 silam hingga sekarang membuat rasa persahabatan ini semakin terasa bagaikan saudara. Saya berdomisili di kota Manado sedangkan Tri sendiri tinggal Kotamubagu, dengan jarak tempuh kurang lebih empat jam perjalanan.

Ranah Idealisme Berdikari


Dengan kota domisili yang cukup jauh membuat kita jarang bertemu. Kadang saya main-main ke Kotamubagu dan Tri sendiri juga sering ke Manado. Saat itulah kita bertemu sambil ngopi dan ngobrol.

Malam ini kebetelun Tri berada di kota Manado dengan agenda pekerjaan. Diwaktu luangnya kita bertemu dan ngopi di Black Cup Coffe. Seperti halnya kedua sahabat yang baru bertemu kembali, pastilah banyak topik pembicaraan yang dibahas, mulai dari aktivitas pekerjaan masing-masing, kabar teman-teman yang lain dan topik utamanya yaitu bertukar pikiran terkait rencana kedepan dalam dunia karir.

Kami berdua berbicara tentang bagaimana mengatur dan menganalisis langkah-langkah kedepan untuk hidup yang lebih baik antara lain :

1. Jangan terlambat melangkah

Semua orang menginginkan sebuah kesuksesan dalam hidup, secara sederhana yaitu mencapai apa yang telah kita rencanakan. Namun, pada kenyataannya sebagian orang masih terdiam dalam rencana mereka sendiri sehingga terlambat untuk melangkah. Mungkin sebagian dari anda akan mengatakan “ tidak ada kata terlambat” tapi kita semua mengetahui bahwa usia manusia terus bertambah, maka segeralah bertindak sesuai dengan apa yang direncanakan dalam hidup di masa yang akan datang.

Sukses di waktu tua itu hal yang biasa terjadi tapi sukses di waktu muda itu adalah hal yang luar biasa” Ato Basahona.

2. Realita idealisme saat ini

Apapun idealisme kita masing-masing, hal yang terpenting adalah bergerak maju atau kehidupan yang berkembang sebab idealisme bukan berarti kita mengasingkan diri ketika kenyataan yang terjadi bertentangan dengan prinsip hidup kita. Oleh karena kita tetap membutuhkan kehidupan yang lebih baik dan tetap konsisten dengan apa yang kita pikirkan. Apalagi di zaman moderen seperti saat ini, maka kita dituntut untuk dapat menyesuaikan pola kehidupan saat ini dan hal itu bukan berarti idealisme kita lupakan.

3. Berdikari

Beridikari atau berdiri di kaki sendiri, pembahasan ini berhubungan erat dengan realita idealisme saat ini. Itulah yang kami maksudkan dengan tetap idealis namun kehidupan tetap berjalan dengan baik dari waktu ke waktu. Contoh kasus : kita tidak suka bekerja dengan orang lain dalam hal ini kita sebagai bawahan. Tidak suka bukan berarti kita berdiam diri tanpa pekerjaan.

Nah, apa yang harus dilakukan ? kita harus dapat berdiri di kaki sendiri dengan cara mengembangkan karakter kreativitas yang ada dalam diri agar kita dapat bekerja sendiri tanpa tekanan dari orang lain. Misalnya membuka usaha, kursus, konsultan atau apa saja sesui dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki.

4. Pandai Secara Teori Saja Tidak Cukup

Topik pembicaraan selanjutnya mengarah tentang teori dan implementasinya. Banyak orang-orang yang secara teoritis mereka hebat namun untuk menerapkan pemahan mereka di dunia nyata malah kewalahan. Contoh seseorang yang pandai tentang teori sosial tapi tidak mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan masyarakat. Itulah yang kami sebut pandai secara teori saja tidak cukup tapi keduanya harus seimbang demi sebuah pencapain tujuan.

Tak lama kemudian Awin pun datang dan bergabung bersama kami. Awin adalah adik tingkat di kampus sekaligus sahabat yang berasal dari daerah yang sama dengan saya. Secangkir kopi susu telah dipesan dan pembicaraan kami bertiga terus berlangsung.

Tri dan Awin juga memiliki hobi yang sama dengan saya yaitu menulis. Termasuk tulisan di blog ini juga beberapa adalah karya mereka seperti :

Kakak Harus Kuat Jangan Sedih Meski Pedih

Cadar Tak Harus Dilarang

Kami memang suka berdiskusi, tidak ada yang hebat sebab manusia tak pernah luput dari kesalahan dan hanya dengan bertukar pikiran maka kita dapat tercerahkan lewat ide-ide yang baru.
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar