Ato Basahona Share

follow us

Bertemu Orang Yogyakarta di Warung Kopi

Benar ! setiap langkah gerak tubuh kita ini pasti ada campur tangan Tuhan, segala sesuatu dapat terjadi secara tak terduga. Malam itu (29 Maret 2018), setelah selesai beraktivitas seharian, seperti biasa saya menghabiskan sedikit malam untuk menepis rasa lelah di warung kopi sahabat. Sehabis melahap sepiring nasi, sayapun memesan secangkir kopi sambil melirik tempat duduk kosong yang terdapat colokan listrik untuk menghidupkan laptop yang masih diam di dalam tas belakang.

“ Permisi pak, ada orang di sini ?” saya bertanya sebelum duduk.

“ Ngga ada mas, silahkan aja” saya segera menarik kursi yang masih berada di kolong meja.

Laptop saya keluarkan bersama carsnya dan mulai mencolok untuk menghidupkan.

Beberapa menit kemudian.

“ Ngga libur mas ?” pertanyaan awal dari orang yang belum saya kenal saat itu. Mungkin karena saat itu saya masih memakai pakaian kerja dan bertepatan juga besok hari libur.

“Belum libur mas, nanti besok liburnya” jawab saya.

“Asal mana mas” pertanyaan saya, menyambung obrolan.

“ Asal Yogya mas”

“Mas asli mana ?” orang itu kembali bertanya ke saya.

“Saya asal Sanana, Maluku Utara mas”

Setelah saling tanya jawab, obrolan pun berlanjut, sampai pada dunia pekerjaan tempat tinggal, bahkan sampai urusan jodoh karena kebetulan kita berdua sama-sama belum menikah.

Obrolan berlanjut hingga kepada budaya daerah masing-masing, tema obrolan malam itu beragam. Namun yang sangat dominan adalah tentang budaya daerah masing. Antara budaya Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur.

Saya beruntung sebab banyak mengetahui budaya-budaya Jawa dari obrolan tersebut. Budaya religi, ekonomi dan politik sampai pada keterkaitan kemerdakaan Indonesia.

Malam itu memang rencana Tuhan untuk saya bertemu dengan dia. Entah kenapa saking enak ngobrol sampai kita berdua lupa menanyakan nama masing-masing. Obrolam berlangsung selama kurang lebih 3 jam.

“ Saya balik duluan ya mas” pamitan mas tersebut.

“Oh iya mas, saya sebentar lagi”

Dia mulai mengemasi barang-barangnya, HP, rokok dan tas.

“Permisi mas” sambari mulai melangkah.

Kemudian saya menjulurkan tangan untuk bersalaman. Kebiasaan saya ketika bertemu dengan teman-teman memang selalu bersalaman, begitu juga dengan orang yang baru kenal. Bagi saya hal itu menandakan bahwa kita senang berjumpa dengan orang baru. Tak ada foto karena mungkin kita berdua tidak terlalu suka foto hehe.

Beberapa menit kemudian saya pun mulai mengemasi barang-barang saya untuk dimasukan kedalam tas. Hujan mulai reda saat itu meskipun masih terasa gerimis. Saya bergegas pulang karena waktu telah menunjukan pukul 01.00 Wita.

Tersenyumlah kepada siapa saja orang yang baru kita kenal, sebab banyak pengetahuan baru yang akan kita dapat, pengetahuan yang positif sebagai pengalaman kita dalam menjalani kehidupan.

You Might Also Like :