Kolonialisme Pribumi

Kolonialisme Pribumi

Indonesia dijajah kurang lebih tiga setengah abad,,itulah ideologi yang sampai detik ini masih mendarah daging di pemikiran sebagian warga Bangsa kita.Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI) terbentuk dan berdiri tepatnya 17 Agustus 1945, yang harus di ketahui dan di pahami adalah Kolonialisme yang terjadi pada saat itu adalah bukan pada Indonesia tapi, penjajahan kerajaan-kerajaan Nusantara.

Kemerdekaan Indonesia signifikan terhadap Rakyat Indonesia, Namun Realitas yang terjadi adalah hikmah dari freedom itu sendiri tidak secara merata di rasakan oleh Masyarakat secara konkrit,Kita sadar bahwa Indonesia telah terbebas dari belenggu-belenggu Kolonialisme Belanda,tapi ironis dan sangat memprihatinkan adalah masih ada para Manusia Burjuis diktator yang mengaku berbangsa Indonesia (Pribumi) Tapi Berwatakan Kolonialisme.

Kemerdekaan hanya menjadi hak Indonesia Tapi bukan untuk Rakyatnya, masih banyak pengangguran di mana-mana, penggusuran petak-petak PKL, dan Minimnya Pendidikan Proletariat.Indonesia pada abad terkhir ini menunjukan bahwa terdapat titik temu dan kesamaan besar di bidang Ideologi antara semua kekuatan yang membela kapitalisme,membela penghisapan Manusia oleh manusia oleh tuan tanah besar feodal,serta kekuatan-kekuatan anti Sosialisme.

Krisis ekonomi yang melanda Tanah Air menyebarkan virus-virus positif Kapitalisme,untuk semakin bertahan dan berkembang, kaum-kaum menengah ke bawah (Proletar) semakin terpuruk di bawah tuan tanah besar feodal (Penguasaan Tanah Pribumi).Yang kita saksikan sekarang bukanlah sekedar berakhirnya perang dingin,atau berlalunya kurun waktu tertentu masa pasca perang dunia II,akan tetapi tamatnya suatu peristiwa sejarah dalam arti kata kita sudah sampai pada titik akhir evolusi ideologi manusia tentang Humanisme (semangat kemanusiaan).

Banyak fenomena yang terekspos oleh media cetak maupun elektronik tentang para pekerja rumah tangga yang aniaya oleh majikanya dan bahkan selama bekerja berbulan-bulan tidak diberi upah,Para buruh sebagai tulang punggung keluarga yang di PHK tanpa tahu apa keselahan yang diperbuat

Pandangan yang menyatakan feodalisme sudah dilikuidasi adalah tak cocok dengan kenyataan.Sesungguhnya, di Indonesia masih berkuasa tuan-tuan tanah feodal pemilik tanah yang menggunakan hubungan-hubungan feodal dengan kaum tani tak bertanah menggarap tanahnya.Hubungan kerja antara buruh dan majikan jelas adalah hubungan antara kapital dan tenaga kerja ,di mana berlangsung penghisapan kapital.Sosialisme bukanlah pendapat seorang pujangga yang mau memperbaharui dunia, tetapi suatu kejadian yang tak dapat dielakkan,sebagai akibat dari pertentangan kelas yang lahir dari sejarah, yaitu kelas burjuis dan proletariat.

Dan tujuan dari pada sosialisme bukanlah membuat suatu konsruksi masyarakat dalam suatu sistem yang selesai bentuknya,melainkan menyelidiki suatu perkembangan sejarah yang melahirkan dua kelas yang bertentangan, dan kemudian mempelajari betapa timbulnya dari pangkuan ekonomi masyarakat faktor-faktor yang akan melenyapkan pertenangan itu.(Perkembangan Sosilisme Dari Utopi menjadi ilmu).

Keterangan :

Ini adalah tulisan asli pada tahun 2010 yang saya sendiri lupa tanggal penulisannya, tanpa saya edit kemudian publikasikan di blog ini.
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar