Ato Basahona Share

follow us

Uang Kertas Buat Pengamen

Cerpen Uang Kertas Buat Pengamen – Kopi masih terlihat nikmat dengan memancarkan uap panas yang menyebarkan aroma khas, bertanda bahwa baru saja diantar oleh pelayanan kedai kopi karena belum lama dipesan oleh Dion saat itu. Suasana semakin ramai dengan berdatangan beberapa pengunjung. Memang kedai kopi ini semakin terkenal dengan ciri khas kopinya, ditambah lagi jam tutup tempat ngopi ini terbilang pagi. Jadi tak heran jika menjadi tempat strategis untuk nongkrong. Tempat ngopi yang rutin dikunjungi Dion.

Sebatang rokok menjadi pembukaan dalam meneguk kopi lewat bibir gelas kaca itu, laptop mulai dinyalakan untuk mulai menabur huruf-huruf abjad menjadi kata hingga paragraf. Gumpalan asap terasa nikmat diikuti suara kopi yang mengalir lewat bibir sembari berbicara dalam hati “ Oh Tuhan, betapa nikmatnya karunia Mu atas segala rasa ini”. Memang karakter Dion seperti itu, selalu bersyukur atas segala kelebihan dan kekurangan nikmat-NYA.

Baik atau buruknya segala sesuatu rasa itu semua merupakan nikmat yang diberikan oleh Sang Pencipta yang memiliki makna kehidupan buat kita

Suara musik yang tadinya keras mulai terdengar pelan, seperti biasanya menandakan ada pengamen yang akan memperdengarkan suara indah mereka. Kelompok pengamen yang terlihat hadir dengan tugas mereka masing-masing, ada pemain alat musik, penyanyi dan beberapa orang yang menambah banyaknya suara.

Dion berhenti sejenak dari aktivitas menulisnya saat itu dan menikmati irama-irama indah yang menyebar dari pintu masuk menuju tempat duduknya sambil sesekali menggerakkan bibirnya mengikuti bait-bait lagu cinta para pengamen.

Satu judul lagu telah selesai dan mulai nada pembuka lagu berikutnya. Dion menundukkan kepala, bukan mengheningkan cipta tapi meraba dompet kusut di kantong celana belakang. Dompet yang ditambal dengan lakban berwarna biru itu berisi sedikit uang kertas recehan dan beberapa uang logam.

Selembar pecahan 5000 dipisahkan dari dompet dan diletakkan tepat bersebalahan dengan gelas kopi yang terlihat mulai mengurang. Bukan untuk membayar kopi, tapi untuk berbagi nikmat Tuhan bersama mereka yang menjemput rejeki lewat suara-suara indah.

Sekitar 30 meja bertebaran dalam ruangan yang luas itu dengan beragam menu makanan serta minuman yang menghiasi sebagian besar meja tersebut. Lagu kedua telah selesai, saatnya salah satu dari mereka menjalankan tugasnya mengunjungi para tamu-tamu yang ada dengan harapan agar banyak yang mengisi kantong plastik di tangannya.

Dia pun mulai berjalan sopan menikmati setiap sudut ruangan itu, Dion menatap setiap langkah pengamen tersebut sambil menunggu tiba di tempat duduknya, “ kenapa sebagian orang tidak saling berbagi nikmat Tuhan yang mereka miliki, toh itu hanya uang dengan nominal sebatang atau dua batang rokok !” suara Dion dalam hati. “ Toh, niatkan aja sedekah biar semakin berkah dan lancar nikmat Tuhan kepada kita, tidak ada ruginya juga !”.

Niatkanlah segala sesuatu pemberian/kebaikan itu sebagai sedekah baik materi maupun non materi sebab sedekah itu akan berdampak baik untuk diri kita di kemudian hari

Tibalah di meja Dion sahabat pengamen tersebut, disapa dengan senyuman oleh Dion dan memasukan tangannya yang mengenggam pecahan uang kertas tadi ke kantong plastik dengan harapan semoga bermanfaat buat kalian.

Dion masih tetap menggerakkan bibirnya mengikuti lantunan lagu merdu pengamen sambil membuang asap rokok dan kembali menulis pada laptop hitamnya.

You Might Also Like :