Materi Retorika Sekaligus Debat Publik Untuk Mahasiswa dan Umum

Materi Retorika Sekaligus Debat Publik Untuk Mahasiswa dan Umum

Rhetorica (Bahasa Yunani) berarti ketrampilan atau seni berbicara dan mempengaruhi publik. Bentuknya berupa ceramah, pengarahan, penyuluhan, pidato dan juga debat. Rhetorica dalam Bahasa Inggris adalah Public Speaking yang secara bebas dapat diterjemahkan sebagai berbicara dihadapan publik untuk mempengaruhi.

Pentingnya Persiapan


Persiapan merupakan hal yang sangat penting menurut saya dalam hal apapun, apa yang perlu dipersiapkan ? semua bahan materi terkait tema yang akan didebatkan. Bukan hanya itu, dipelajari dengan sebaik-baiknya dan secara mendalam. Kenali lawan debat anda dengan baik jika acaranya terjadwal. Begitu juga dengan berbicara di depan umum (bukan debat) persiapan selalu menjadi hal pokok.

1. Prinsip penting dan wajib dalam Rhetorica atau Public Speaking adalah “Persiapan”. Lebih baik ‘berkeringat’ dalam persiapan daripada ‘disuruh turun’ dari atas panggung.

2. Persiapan sebagai upaya perkaya pengetahuan melalui membaca atau belajar, diskusi dan latihan

Teknik-Teknik Debat

Debat bukan asal berdebat, jika itu terjadi maka dinamakan debat kusir. Debat ada seni, setiap seni memilik teknik atau cara-cara yang digunakan dalam berdebat. Berikut ini adalah 6 teknik-teknik dalam berdebat yang dapat anda pelajari dan terapkan.

1. Red Hearing : nama ikan di Sungai Nil yang memiliki ketrampilan memangsa lawan dengan gerakan tipuan

Gerakan tipuan dapat bermacam-macam, misalnya ada pemahaman yang sama tapi seolah-olah anda permasalahkan akan hal itu atau sebaliknya anda terlihat seolah-ola sepakat dengan orang tersebut tapi sebenarnya tidak, begitu ada peluang dan celah anda akan menyerang tanpa dapat diprediksi.

2. Memasukkan ‘kepala unta’ kedalam tenda

Memasukkan " kepala unta" dalam artian, ketika berbicara dengan atau negosiasi dengan seseorang yang memang tidak sepaham dari awal tapi kita mengikuti arah pembahasan dan meng"iya"kan saja setelah itu barulah kita sampaikan penolakan secara halus. Contoh : Pendapat anda saya juga sepakat " tapi " ...............

3. Mencermati celah kelemahan lawan melalui pernyataannya yang bisa “diplintir” atau yang menjadi bumerang baginya

Untuk melakukan hal ini anda harus sangat paham dengan hal yang akan diplintir. Kadang seorang lawan debat sering membuat pernyataan yang keliru atau salah pengucapan yang menurut dia benar. Nah, saat itulah anda menyerang dengan celah itu. Kasus yang sering terjadi adalah pengucapan kata ilmiah yang keliru dalam wacana.

4. Gunakan ‘gaya boxer’ dalam perdebatan

Gaya boxer yaitu gaya saling serang, inilah situasi dimana moderator atau MC harus menjadi pengarah yang baik.

5. Dalam perdebatan ‘menyerang’ dengan hati-hati dan cermat adalah pertahanan terbaik

6. Pemenang dalam perdebatan adalah siapa yang memiliki ketrampilan menyampaikan argumentasi yang logis, kritis dan rasional dan dapat diterima oleh banyak peserta yang hadir. Menurut saya jika debat di forum terbuka maka yang masuk kategori rasional adalah indikatornya berada pada peserta. Berbeda jika berdebat di acara televisi, pemenang sejatinya adalah tergantung pada peononton di rumah hehe.

Debat Sama Dengan Berbicara Efektif 


1. Motivasi (menumbuhkan minat)

a. Menggunakan dorongan kebutuhan

b. publik; pentingnya apa yang akan

c. dibicarakan terutama bagi khalayak.

d. Mendorong harga diri khalayak

e. atau menokohkannya

f. Membangkitkan hasrat ingin tahu.


2. Perhatian (berbicara menumbuhkan perhatian khalayak)


a. Hal-hal yang aneh atau jarang

b. terjadi

a. Hal-hal yang lucu.

b. Hal-hal yang menyolok

c. Hal-hal yang kebetulan terjadi.

d. Hal-hal yang sesuai dengan

c. Kebutuhan


3. Pengertian (sesuatu yang dimengerti lebih mudah diingat) 

a. Uraian pembicaraan anda hendaknya singkat, sistematis dan logis

b. Buatlah ungkapan-ungkapan yang konkrit :

a) Memberi ilustrasi

b) Memberi contoh

c) Memberi perbandingan

d) Menyampaikan hal yang berlawanan

e) memoteknik (cara untuk menghafal)

4. Kegunaan (membuat pembicaraan berguna bagi khalayak) 

a. Khalayak akan menyaring yang berguna baginya.

b. Sentuhan kegunaan sesuatu akan mudah diingat

c. Kegunaan mendorong keinginan untuk mencoba

Penampilan Saat Berbicara

a. Pakaian (rapih sesuai konteks)

b. Cara berdiri (tegak bersemangat)

c. Pandangan Mata (melingkupi semua khalayak).

Ekspresi, intonasi dan gerak tubuh (sesuai dengan konteks)

a. Sikap jiwa ( jangan ragu-ragu)

b. Alat bantu (peraga) jika perlu

c. Empatik (memahami jiwa khalayak).

Itulah materi dan penjelasan tentang retorika dan dan seni berdebat, ini adalah materi ketika saya mengikuti pelatihan kepemimpinan. Namun, saya kemas lagi dan dibagikan di blog ini. Semoga bermanfaat.
Buka Komentar
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar