Ato Basahona Share

follow us

Contoh Paragraf Argumentasi Serta 3 Pola Sebab-Akibatnya

Pengertian Paragraf argumentasi adalah paragraf yang di dalamnya berisi alasan atau argumen yang kuat tentang suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.Untuk memperkuat argumen, penulis menyertakan data pendukung seperti fakta, hasil observasi, dokumen penting, statistik, dll.

Ciri- ciri Paragraf Argumentasi

1. Ada pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulisnya

2. Ada alasan, data, atau fakta yang mendukung

3. Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin.

4. Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain.

5. Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian.

6. Pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan

7. Penutup berisi kesimpulan.

Contoh Paragraf Argumentasi

Akhir-akhir ini tempe sudah tidak lagi menjadi makanan orang-orang pinggiran atau kampung. Betapa tidak, seiring menjamurnya makanan-makanan instan dan modern yang mengandung berbagai bahan pengawet, tempe tetap menjadi makanan tradisional kebanggaan bangsa Indonesia. Terdapat banyak kandungan protein nabati yang tinggi di dalam tempe.Bahkan di Jakarta terdapat rumah makan yang menggunakan menu tempe untuk disajikan dalam berbagai makanan yang lezat. Karena kandungan gizi yang tinggi dan alamiah itulah tempe sudah mulai merambah pasar internasional. Tempe sudah menjadi makanan lokal yang mengglobal di tengah makanan yang hanya nikmat di lidah saja.

Kesimpulan

paragraf tersebut ialah tempe sudah menjadi makanan masyarakat luas yang mampu bersaing dengan makanan lezat lainnya. Dari contoh wacana di atas, dapat diketahui struktur wacana argumentatif adalah:

a) Pernyataan masalah

b) Alasan/data/fakta pendukung

c) Pembenaran berdasarkan data/fakta

Pola pengembangan argumentasi dapat dikemukakan dengan menggunakan hubungan sebab akibat. Ada tiga jenis hubungan sebab akibat :

1. Pola Hubungan Sebab - Akibat

Hubungan sebab akibat mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai sebab yang diketahui, lalu bergerak maju menuju pada suatu kesimpulan sebagai akibat

Contoh:

Ruangan ini harus ditata sedemikian rupa dengan memerhatikan tata indah, tata sehat, tata bersih, dan  tata nyaman. Dengan ventilasi yang baik, udara selalu berganti sehingga kesehatan penghuninya terjamin. Dinding di depan-belakang, samping kanan kiri dicat dengan warna bening dan dihias sesuai dengan keperluan pengajaran. Hal itu menjadikan ruangan tampak asri. Meja guru Anda ditata dan selalu dijaga kebersihannya yang akhirnya terlihat rapi dan bersih. Dengan penataan demikian itu, semua penghuni kerasan, suasana menjadi nyaman, damai, dan menyenangkan.

2. Pola Hubungan Akibat-Sebab

Hubungan akibat sebab merupakan suatu proses berpikir dengan bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai akibat yang diketahui, lalu bergerak menuju sebab-sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat tadi.

Contoh:

Semua warga sekolah merasa bangga dengan wajah-wajah nan ceria. Hampir setiap lomba taman dan  keindahan selalu menyandang juara. Orang-orang yang lalu lalang di depan sekolah itu tak lupa melayangkan pandangannya. Tidak ada bunga layu di semua musim. Tidak ada ranting kering bertengger di pepohonan. Sudah selayaknya sekolah itu dipuji karena memang tampak indah, bersih, dan nyaman. Kedisiplinan menjaga keindahan taman telah dimiliki setiap warga sekolah. Mereka perlu dan harus demikianprinsip yang dipegang teguh

3. Pola Hubungan Sebab –Akibat 1 –Akibat 2

Suatu sebab dapat pula menimbulkan serangkaian akibat. Akibatpertama adalah menjadi sebab timbulnya akibat kedua. Demikian seterusnya sehingga timbul rangkaian beberapa akibat.

Contoh:

(1) Krisis bahan bakar menambah parahnya inflasi. (2) Dalam waktusingkat, harga bahan bakar naik dua kali lipat. (3) Ongkos produksi punikut naik karena banyaknya pengguna bahan bakar. (4) Maka harga keperluan hidup pun mencekik leher.

You Might Also Like :