4 Pengertian Agroforestri Menurut Para Ahli

4 Pengertian Agroforestri Menurut Para Ahli

Pengertian Agroforestri dipahami dan didefinisikan beragam oleh para ahli, berikut adalah pengertian-pengertian agroforestri menurut para ahli :

1. Menurut Soemarwoto (1981)


Agroforestri adalah suatu sistem tata guna lahan yang permanen. Tanaman semusim maupun tanaman tahunan ditanam bersamaan atau dalam rotasi sehingga membentuk tajuk-tajuk yang berlapis. Sistem ini memberikan keuntungan secara biologis maupun ekonomis.

2. Menurut Wiersum (1981)

Agroforestri adalah tata guna lahan yang tetap (permanen). Pepohonan ditanam dengan dicampurkan tanaman pertanian (bersamaan atau bergiliran) dan mungkin juga kombinasi dengan peternakan.

Keuntungan melakukan penanaman dengan menggunakan sistem agroforesteri antara lain :

a. Keuntungan ekologis

Penggunaan sumber daya lebih efisien

b. Keuntungan ekonomis

Jumlah produksi yang lebih tinggi, kenaikan produksi kayu perkakas/kayu bakar penguranagn biaya untuk memeliara vegetasi.

c. Keuntungan Sosial

Kesempatan kerja sepanjang tahun, menghasilkan panen kayu pada musim paceklik, memperkecil faktor resiko, produksi yang diarahkan pada keperluan sendiri dan/atau pasar.

d. Keuntungan Psikologis

Perubahan relatif kecil dari cara produksi tradisional dan lebih mudah diterima oleh penduduk dari pada teknik-teknik pertanian berlandaskan sistem monokultur.

e. Keuntungan Politis

Sebagai alat untuk memberikan pelayanan sosial yang lebih baik dan kondisi-kondisi yang lebih baik bagi para petani.

3. Menurut Lajie, A.M (1992)

Agroforestri merupakan bentuk pengelolaan yang memadukan prinsip-prinsip pertanian dan kehutanan. Pertanian dalam arti suatu pemanfaatan lahan untuk memperoleh pangan, serat dan protein hewani. Kehutanan untuk memperoleh produksi kayu pertukangan dan/atau kayu bakar serta fungsi estetik, hidrologi serta konservasi flora dan fauna.

4. Menurut Hairiah dkk. (2003)

Pada dasarnya agroforestri terdiri dari tiga komponen pokok yaitu kehutanan, pertanian dan peternakan, dimana masing-masing komponen sebenarnya dapat berdiri sendiri sebagai satu bentuk sistem penggunaan lahan. Hanya saja sistem-sistem tersebut umumnya ditujukan pada produksi satu komoditi khas atau kelompok produk yang serupa.

Kesimpulan :

Pada dasarnya pengertian Agroforestri mencakup tiga komponen utama yaitu pertanian, kehutanan dan peternakan. Perubahan-perubahan kecil hanya akan berlaku pada pola dan desain sistem agroforestri itu sendiri.

Baca juga:

Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar