Pengaruh Faktor Situasional di Persepsi Interpersonal (Diskripsi Verbal) Yang Wajib Kita Ketahui

Tags

Membahas Pengaruh Faktor Situasional di Persepsi Interpersonal (Diskripsi Verbal) - Sebagai prinsip publik, kita semua terikat oleh hukum, sekalipun dari kita tidak sadar atau mengerti hukum itu sendiri. "Ketidaktahuan akan hukum bukanlah pembelaan." merupakan penting bahwa kita mengetahui dan memahami, setidaknya dalam pengertian umum, sifat dari kewajiban ini, dan konsekuensi ketidaktaatan. Hukum mengatur hampir setiap aspek kehidupan kita, dan sangat banyak tanggung jawab ditempatkan di kita masing-masing oleh undang-undang ini. di tingkat yang begitu mendasar, hukum yang mengikat membentuk peraturan masyarakat. Asa undang-undang ini merupakan untuk menyamakan standar perilaku tertentu dalam masyarakat kita demi kepentingan umum.

Pengaruh Faktor Situasional di Persepsi Interpersonal (Diskripsi Verbal)

Seperti diketahui bahwa suatu rangkaian Perkataan sifat akan menentukan persepsi orang. Hal tersebut dibuktikan oleh Solomon E. Asch melalui eksperimen yang dilakukannya. bila seseorang menceritakan sifat orang lain dengan diawali dengan sifat yang bagus, maka pendengar akan mempunyai persepsi yang berkonotasi positif, yang biasa disebut sebagai primacy effect. Demikian juga sebaliknya, apabila seseorang menceritakan sifat orang lain dengan diawali dengan sifat yang buruk, maka pendengan akan mempunyai persepsi yang berkonotasi negatif. Namun demikian, teori yang dinyatakan oleh Solomom E. Asch tersebut, dalam Hakikat sehari-hari orang jarang melakukannya. Jarang seseorang menceritakan orang lain dengan menyebut rangkaian Perkataan sifat. Biasanya seseorang menceritakan orang lain dimulai dengan central trait, yaitu menerjelaskan sifat tersebut dengan cara rinci, baru melanjutkan di sifat-sifat yang lain. 

Ada beberapa petunjuk dari faktor situasional berpengaruh di persepsi interpersonal. Petunjuk-petunjuk tersebut merupakan :
1. Petunjuk Proksemik.
Proksemik merupakan studi mengenai penggunaan jarak dalam menyampaikan pesan. Proksemik ditemukan oleh Edward T. Hall, seorang antropolog. Jarak yang dibuat oleh individu dalam hubungannya dengan orang lain menunjukkan tingkat keakraban di antara mereka. Hall membagi jarak ke dalam empat corak, yaitu jarak publik, jarak sosial, jarak personal, dan jarak akrab. Berdasarkan hal tersebut seseorang Bisa menyimpulkan keakraban seseorang dengan orang lain dari jarak mereka. Seseorang juga Bisa menanggapi sifat-sifat orang lain dari Tips orang tersebut membuat jarak dengan orang lainnya. Sehingga Tips seseorang mengatur jarak/ruang mempengaruhi persepsi orang lain mengenai seseorang tersebut. Atau dengan Perkataan lain, seseorang menganggap orang lain berdasarkan jarak yang dibuat seseorang tersebut dengan orang lain lagi.
2. Petunjuk Kinesik.
Petunjuk kinesik merupakan persepsi khusus di seseorang yang didasarkan di gerakan yang ditunjukkan oleh seseorang tersebut. Sebagai contoh bertopang dagu biasa diartikan sedang sedih, membusungkan dada biasa diartikan sebagai orang yang Arogan, dan lain sebagainya. Petunjuk kinesik ini penting, sehingga apabila petunjuk-petunjuk lain bertentangan dengan petunjuk kinesik, orang akan lebih mempercayai apa yang diperlihatkan oleh petunjuk kinesik tersebut. Hal ini dikarenakan petunjuk kinesik sangat sukar dikendalikan dengan cara sadar oleh orang yang menjadi stimuli.
3. Petunjuk Wajah.
Petunjuk wajah biasanya dipercaya. Sebagaimana pepatah mengatakan, "Wajah merupakan cermin jiwa." Petunjuk wajah merupakan hal yang paling penting dalam mengenali perasaan persona stimuli. Wajah menjadi informasi dalam komunikasi interpersonal, Sebab wajah menjadi alat yang sangat penting dalam menyampaikan makna. 
4. Petunjuk Paralingustik.
Paralingustik merupakan Tips bagaimana orang mengucapkan lambang-lambang verbal. bila petunjuk verbal menunjukkan apa yang diucapkan, petunjuk paralinguistik mencerminkan bagaimana mengucapkannya. Hal ini meliputi tinggi rendah suara, tempo bicara, dialek, dan interaksi atau perilaku saat menjalankan komunikasi. bila perilaku komunikasi atau Tips berbicara Bisa memberi petunjuk mengenai kepribadian persona stimuli, maka suara mengungkapkan keadaan emosional.
5, Petunjuk Artifaktual.
Petunjuk artifaktual meliputi segala macam penampilan, mulai dari potongan tubuh, kosmetik yang dipakai, baju, pangkat, atribut-atribut yang dikenakan, dan lain sebagainya. Penampilan dikatakan menarik atau tidak menarik Bisa menimbulkan asumsi-asumsi tertentu.

Dengan demikian diskripsi verbal seseorang yang terlihat dalam petunjuk-petunjuk tersebut akan mengarahkan persepsi orang  mengenai persona stimuli. Diskripsi verbal merupakan isi komunikasi persona stimuli, bukan mengenai Tips komunikasi. Sebagai contoh, orang yang memakai pilihan Perkataan-Perkataan yang tepat, mengorganisasikan pesan dengan cara sistematis, mengungkapkan pikiran yang dalam dan komprehensif, akan menimbulkan kesan bahwa orang tersebut cerdas dan terpelajar.

Semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon