Panorama Alam Gunung Soputan Menghadirkan Rasa Syukur Ciptaan Tuhan

Oleh : Sarifudin Tidore

Panorama Alam Gunung Soputan Sebagai Rasa Syukur Ciptaan Tuhan - Saya pergi untuk menghibur mata dan hatiku yang kadang mungkin sepi, selama ini ia lebih terperangkap di dalam ruang kamar yang sempit. Saya pergi bersama beberapa orang teman dari Fakultas Partanian Universitas Sam Ratulangi Manado untuk mendaki gunung Soputan yang memiliki ketinggian kurang lebih 1,784 m, demi menikmati panorama alam yang indah dan ini merupakan kali pertama saya pergi mendaki. Hal pertama yang kami lakukan yaitu berkumpul di Fakultas Pertanian, Prodi Kehutanan UNSRAT kemudian kami langsung berjalan kaki ke terminal Karombasan, setiba di terminal kami beranjak naik Bus menuju ke desa Kawangkoan, Minahasa. Dalam perjalanan, akhirnya kami tiba di tepat pukul 00.40 wita.
Turun dari bus kami langsung mulai melakuka perjalanan menuju gunung Soputan dengan melewati beberapa bukit, ketika dalam perjalanan saya menatap malam yang pesona alam yang masih gelap diiringi suara serangga malam begitu indah. Dengan penuh semangat walaupun cahaya senter tak mampu menerangi kegelapan. kami terus melangkah, langka demi langka yang kami ukir di atas tanah yang basah dan bercampur lumbur yang licin dengan penuh tantangan, nafas dan keringat seakan menjadi satu ketika jiwa mulai lemah.
Malam yang gelap dingin menyengat mata seakan tak mampu memandang kegelapan yang menyelimuti. Perjalan yang melelahkan dan menantang akhirnya kami tiba juga di pos terakhir untuk istirahat sebentar, beberapa menit kemudian kami kembali lanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan saya merasakan ada sekumpulan barisan angin malam yang datang menghampiriku disaat jiwa yang mulai lelah, aku mencoba menatap ke langit dari ketinggian, Mata ini terpesona dengan melihat ada beribu bintang-bintang yang begitu indah bila di pandang mata dalam hati aku berkata alangkah indahnya ciptaanmu Tuhan. Perjalanan yang menantang ini akhirnya sampai juga di tempat perkemahan tepat pukul: 03.20 wita
Tiba di tempat perkemahan kami segera bergegas mendirikan tenda dan beberapa dari kami ada yang menyalakan api kemudian memanaskan air untuk membuat kopi, tak lama kemudia cahayapun mulai terlihat ketika matahari mulai terbit aku berdiri dan melihat embun dan pohon-pohon yang begitu indah. Seketika saya tak bisa berkata-kata lagi hanya terdiam dan tersenyum ketika memandang keindahan alam di pagi hari yang begitu indah, ada suara burung yang bahagia ketika menyambut pagi melengkapi suasana di pagi hari. Kopi panas pun sudah siap untuk di minum tercium dari aromanya, sehabis menikmati pahitnya serta hangatnya kopi, kami langsung memasak nasi dan lauk untuk makan siang dihari itu.
Saat hari itu kami belum bisa menuju puncak karena hujan sebab puncak gunung Soputan tertutup oleh kabut. Akhirnya kami menunda keesokan harinya. Waktu terus berjalan dan malam pun tiba, kesan pertama kalinya saya tidur di hutan saat malam yang membawa kegelapan dan angin yang membawa kedinginan, saat itu kopi dan rokok saja tak mampu menghangatkan tubuh dari dingin, hanya api unggun yang bisa menghanggatkan badan dari kedinginan dan cahayanya mampu menerangi malam dari kegelapan.
Waktu berjalan dan pagipun tiba. Saya terbangun dari tidur yang menantang setelah malam yang mendinginkan, semuanya sudah siap kami langsung pergi menuju ke puncak dari perkemahan sanpai ke puncak gunung Soputan memakan waktu kurang lebih 1 jam berjalan kaki. Berjalan bersama-sama di pagi hari yang cerah dengan semangat yang membara hanya untuk bagaimana bisa melihat pemandangan dari ketinggian dan mewujudkan keingginan bisa mengginjakkan kaki di atas puncak gunung Soputan. Dalam perjalan yang berliku-liku akhirnya kamipun bisa sampai di puncak gunung Soputan, di atas puncak gunung yang tinggi aku berdiri dan melihat awan-awan menjadi lebih dekat dengan hembusan angin yang begitu lepas, senyuman tertawa, rasa syukur dan bahagia tercipta seketika karena di atas puncak gunung kita bisa melihat semua menjadi lebih indah dan menakjubkan, mungkin Tuhan menciptakan semua ini untuk suatu keanggunannya dan manusia sebagai mahluk yang sempurna yang bisa merasakan dan melihat semua ini sabagai suatu keajaiban dunia. 

Panorama Alam Gunung Soputan Menghadirkan Rasa Syukur Ciptaan Tuhan
Saya terlihat sedang memegang Bendera Merah Putih :)
Diatas puncak kami foto-foto bersama sebagai kenagan-kenagan nanti setelah itu kamipun langsung turun dan kembali ke perkemahan, hari itu kami belum bisa lansung pulang karena waktu yang sudah menunjukkan jam 4 sore, akhirnya kami sepakat bermalam lagi. Itu adalah malam yang kedua saya tidur di hutan dengan beralaskan matras dan beratapkan terpal. Tidur dalam tenda yang hanya berukuran 2x3 meter, kami mampu tidur bersama-sama, paginya kami setelah bangun, kami mulai rapikan barang-barang bawaan untuk turun, setelah semuanya siap kami mulai perjalanan kembali untuk pulang. Selama beberapa hari di hutan saya belajar banyak hal mulai kebersamaan, melawan kedinginan dan mencintai alam sebagai tempat kehidupan serta rasa syukur akan ciptaan Tuhan.
Rabu, 16 Agustus 2017
Lihat juga Sarifudin Tidore :

0 Response to "Panorama Alam Gunung Soputan Menghadirkan Rasa Syukur Ciptaan Tuhan"

Post a Comment