Hukum Privat dan Hukum Publik Yang wajib Kita Baca

Tags

Mengkaji Hukum Privat dan Hukum Publik - Sebagai pegangan umum, kita semua terikat oleh hukum, sekalipun dari kita sadar atau mengerti peraturan negara itu sendiri. "Ketidaktahuan akan hukum bukanlah pembelaan." yaitu penting bahwa kita mengetahui dan memahami, setidaknya dalam pengertian umum, sifat dari kewajiban ini, dan konsekuensi ketidaktaatan. Hukum mengatur hampir setiap aspek kehidupan kita, dan sangat banyak tanggung jawab ditempatkan di kita masing-masing oleh undang-undang ini. di taraf yang begitu mendasar, hukum yang mengikat membentuk peraturan masyarakat. Asa undang-undang ini yaitu untuk menyamakan standar perilaku tertentu dalam masyarakat kita demi kepentingan umum.

Hukum Privat dan Hukum Publik

Hukum Privat dan Hukum Publik
Oleh: Novia Faradila

Berdasarkan isinya, hukum terbagi dua yaitu Hukum Privat dan Hukum Publik. Hukum Privat merupakan hukum—bagus material ataupun prosesnya—didasarkan atas kepentingan pribadi-pribadi. Sedangkan Hukum Publik merupakan hukum yang didasarkan di kepentingan publik, materi dan prosesnya atas dasar otoritas publik. Publik di sini diwakili oleh Negara.

Hukum Privat terbagi dua, yakni (a) Hukum Sipil dalam arti luas (Hukum perdata dan hukum dagang); (b) Hukum Sipil dalam arti sempit (Hukum perdata aja). Dalam bahasa asing, hukum sipil diartikan Privatatrecht atau Civilrecht, hukum perdata Burgerlijkerecht, dan hukum dagang Handelsrech. Sementara itu, Hukum Publik dibagi lima, yakni: Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara (Hukum Tata Usaha Negara), Hukum Pidana, Hukum Acara, Hukum Internasional (a) Hukum perdata Internasional, (b) Hukum Publik Internasional.

2.1 Hukum Publik

2.1.1 Hukum Tata Negara (HTN)

A. Definisi Hukum Tata Negara (HTN)

Berikut beberapa definisi HTN dari para ahli:[1]

1) Van Vallenhoven: HTN mengatur semua masyarakat hukum atasan dan masyarakat hukum bawahan menurut tingkatannya dan dari masing-masing itu menentukan wilayah lingkungan rakyatnya, dan akhirnya menentukan badan-badan dan fungsinya masing-masing yang berkuasa dalam lingkungan masyarakat hukum itu serta menentukan sususnan dan wewenang badan-badan tersebut.

2) Scholten4HTN yaitu hukum yang mengatur organisasi daripada Negara.

3) Van der Pot: HTN yaitu peraturan-peraturan yang menentukan badan-badan yang diperlukan serta wewenangnya masing-masing, hubungannya dengan yang lainnya dan hubungannya dengan individu-individu.

4) Longemann: HTN yaitu hukum yang mengatur organisasiorganisasi Negara.

5) Apeldoorn: HTN dalam arti sempit menunjukkan organisasi-organisasi yang memegang kekuasaan pemerintahan dan batas-batas kekuasaannya.

6) Wade in addition to Philips: HTN mengatur alat-alat perlengkapan Negara, tugas, dan hubungannya antar perlengkapan Negara itu Paton : HTN yaitu hukum mengenai alat-alat, tugas dan wewenang alat-alat perlengkapan Negara.

7) R. Kranenburg: HTN meliputi hukum mengenai susunan hukum dari Negara- terdapat dalam UUD.

8) UTRECHT: HTN mempelajari kewajiban sosial dan kekuasaan pejabat-pejabat Negara.

B. Sumber Hukum Tata Negara (HTN)

Sumber hukum HTM di antaranya sebagai berikut:[2]

1) Nilai-nilai konstitusi yang tak tertulis

2) Undang-undang dasar, pembukaan dan pasal-pasalnya

3) Peraturan perundangan tertulis

4) Jurisprudensi peradilan

5) Constitutional Conventions (Kebiasaan Ketatanegaraan)

6) Doktrin ilmu hukum yang telah menjadi Ius Comminis Opinio Doctorum

7) Hukum internasional yang telah diratifikasi menjadi Hukum Nasional

Ketujuh sumber hukum di atas penerapannya tergantung di keyakinan hakim. Bisa dipakai dengan cara kumulatif atau alternatif, urutannya tidak mutlak, dan tidak menunjukkan hirarki. Untuk menentukan manakah yang paling utama, tergantung kasus yang dihadapi dan Evaluasi hakim.

C. Ruang Lingkup Hukum Tata Negara (HTN)

Ruang lingkup HTN antara lain sebagai berikut:[3]

1) Jabatan-jabatan apa yang ada dalam susunan suatu negara

2) Siapa yang mengadakan jabatan-jabatan itu

3) Tips bagaimana ditempati oleh pejabat

4) Fungsi jabatan-jabatan itu

5) Kekuasaan hukum jabatan-jabatan itu

6) Hubungan antara jabatan-jabatan

7) Dalam batas-batas manakah organ-organ kenegaraan Bisa menjalankan tugasnya.

2.1.2 Hukum Administrasi Negara (HAM)

Hukum Administrasi Negara di Indonesia berasal dari Belanda yang disebut Administratif Recht atau Bestuursrecht yang berarti Lingkungan Kekuasaan/Administratif di luar dari legislatif dan yudisil. Di Perancis disebut Droit Administrative. Di Inggris disebut Administrative Law. Di Jerman disebut Verwaltung recht. Sejarah Hukum Administrasi Negara atau Hukum Tata Usaha Negara atau Hukum Tata Pemerintahan di Belanda disatukan dalam HTN yang disebut Staats en Administratiefrecht.

A. Definisi Hukum Administrasi Negara (HAN)

di dasarnya definisi HAN sangat sulit untuk Bisa membagikan suatu definisi yang Bisa diterima oleh semua pihak. Namun, sebagai pegangan Bisa diberikan beberapa definisi sebagai berikut:[4]

1) Oppen Hein: HAN merupakan suatu gabungan ketentuan-ketentuan yang mengikat badan-badan yang tinggi ataupun rendah apabila badan-badan itu memakai wewenagnya yang telah diberikan kepadanya oleh HTN.

2) J.H.P. Beltefroid: HAN yaitu keseluruhan Anggaran-Anggaran mengenai Tips bagaimana alat-alat pemerintahan dan badan-badan kenegaraan dan majelis-majelis pengadilan tata usaha hendak memenuhi tugasnya.

3) Logemann: HAN yaitu seperangkat dari norma-norma yang menguji hubungan Hukum Istimewa yang diadakan untuk memungkinkan para pejabat administrasi Negara menjalankan tugas mereka yang khusus.

4) De La Bascecoir Anan: HAN yaitu himpunan peraturan-peraturan tertentu yang menjadi sebab Negara berfungsi/bereaksi dan peraturan-peraturan itu mengatur hubungan-hubungan antara warga Negara dengan pemerintah.

5) L.J. Van Apeldoorn: HAN yaitu keseluruhan Anggaran yang hendaknya diperhatikan oleh para pendukung kekuasaan penguasa yang diserahi tugas pemerintahan itu.

6) A.A.H. Strungken4HAN yaitu aturanaturan yang menguasai tiap-tiap cabang kegiatan penguasa sendiri.

7) J.P. Hooykaas4HAN yaitu ketentuanketentuan mengenai campur tangan dan alat-alat perlengkapan negara dalan lingkungan swasta.

8) Sir. W. Ivor Jennings4 HAN yaitu hukum yang berhubungan dengan Administrasi Negara, hukum ini menentukan organisasi kekuasaan dan tugas-tugas dari pejabat-pejabat administrasi.

9) E. Utrecht4 HAN yaitu menguji hubungan hukum istimewa yang diadakan supaya memungkinkan para pejabat pemerintahan negara menjalankan tugas mereka dengan cara khusus.

Dari pengertian-pengertian di atas, bidang HAN sangat luas, banyak segi, dan macam ragamnya. Pemerintah yaitu pengurus dari di negara. Pengurus negara yaitu keseluruhan dari jabatan-jabatan didalam suatu Negara yang mempunyai tugas dan wewenang politik Negara dan pemerintahan.

Apa yang dijalanakan oleh pemerintah yaitu tugas negara dan merupakan tanggung jawab dari di alat-alat pemerintahan. Bisa disimpulkan HAN yaitu hukum mengenai pemerintah/eksekutif di dalam kedudukannya, tugas-tuganya, fungsi dan wewenangnya sebagai administrator negara.

B. Sumber Hukum Administrasi Negara (HAN)

Berikut sumber hukum HAN:

1) Pancasila

2) UUD 1945

3) TAP MPR

4) Perpu

5) PP

6) Kepres

7) Permen dan Kepmen

8) Perda dan Kepkada

9) Yurisprodensi

10) Hukum Tidak tertulis

11) Hukum Internasional

12) Keptu

13) Doktrin

C. Ruang Lingkup Hukum Administarsi Negara (HAN)

Beberapa ahli mengemukakan berbagai ruang lingkup HAN. Menurut Walther Burckharlt (Swiss), bidang-bidang inti HAN di antaranya:

1) Hukum Kepolisian

Kepolisian dalam arti sebagai alat administrasi negara yang sifat preventif misalnya pencegahan dalm bidang kesehatan, penyakit flu burung, malaria, pengawasan dalam pembangunan, kebakaran, lalu lintas, lalulintas perdagangan (ekspor-impor).

2) Hukum Kelembagaan

Administrasi wajib mengatur hubungan hukum sesuai dengan tugas penyelenggara kesejahtreaan rakyat missal dalam bidang pendidikan, rumah sakit, mengenai lalu lintas (Bahari, udara dan darat), Telkom, BUMN, Pos, pemeliharaan fakir miskin, dan sebagainya.

3) Hukum Keuangan

Anggaran-Anggaran mengenai keuangan negara, missal pajak, bea cukai, peredaran uang, pembiayaan negara dan sebagainya.

Sedangkan ruang lingkup HAN menurut Prajudi Atmosudirdjo yakni:

Hukum mengenai dasar-dasar dan prinsip-prinsip umum daripada administrasi negara.
Hukum mengenai organisasi dari administrasi negara.
Hukum mengenai aktifitas-aktifitas dari administrasi negara yang bersifat yuridis.
Hukum mengenai sarana-sarana dari administrasi negara terutama mengenai kepegawaian negara dan keuangan negara.
Hukum Administrasi Pemerintahan Daerah dan Wilayah, yang dibagi menjadi :

Hukum Administrasi Kepegawaian
Hukum Administrasi Keuangan
HukumAdministrasi Materiil
Hukum Administrasi Perusahaan Negara
Hukum mengenai Peradilan Administrasi Negara

HTN dan Hukum Administrasi Negara

Dilihat dari segi sejarah,sebelum abad ke 19 HAN menyatu dengan HTN dan baru setelah abad ke 19 HAN berdiri sendiri. Mengenai batasan antara HTN dengan HAN, terdapat dua perbedaan pendapat, yaitu:

a) Golongan yang berpendapat bahwa antara HTN dan HAN terdapat perbedaan yang prinsipil.

- Oppen Heim mengatakan bahwa inti bahasan HTN yaitu Negara dalam keadaan diam (strats in rust), di mana HTN membentuk alat-alat perlengkapan negara dan membagikan kepadanya wewenang serta membagi bagikan tugas pekerjaan kepada alat-alat perlengkapan negara ditingkat tinggi dan tingkat rendah. Sedangkan HAN yaitu Negara dalam keadaan bergerak (staats in beveging) di mana HAN melaksanakan Anggaran-Anggaran yang sudah ditetapkan oleh HTN bagus ditingkat tinggi ataupun ditingkat rendah.

- Van Vallen Hoven HAN mengatakan semua peraturan-peraturan hukum setelah dikurangi hukum-hukum materiil Tata Negara, Pidana dan Perdata. HAN merupakan pembatasan dari kebebasan pemerintah dalam melaksanakan tugasnya. Badan-badan kenegaraan memperoleh kewenangan dari HTN, dan dalam melaksanakan kewenangan itu badan-badan kenegaraan hasurlah berdasarkan di HAN.

b) Golongan yang berpendapat bahwa tidak ada perbedaan prinsipil antara HTN dan HAN. Perbedaannya hanya di titik berat/fokus pembahasan. HTN fokusnya yaitu hukum rangka dasar dari negara, sedangkan HAN yaitu administrasi dari Negara. Oleh Sebab itu, HAN merupakan hukum khusus dari HTN.

- Kranenburg, tidak ada perbedaan yang prinsipil antara HTN dengan HAN, perbedaannya hanya terjadi dalam praktek dalam rangka tercapainya suatu kemanfaatan aja. HTN yaitu hukum mengenai struktur umum daripada suatu pemerintahan Negara. Sedangkan HAN merupakan peraturan-peraturan yang bersifat khusus.

- Mr. Prins, HTN mempelajari hal-hal yang fundamental yang merupakan dasar-dasar dari negara. HAN menitikberatkan kepada hal-hal yang bersifat teknis yang selama ini kita tidak berkepentingan hanya penting untuk para spesialis.

2.1.3 Hukum Pidana

A. Definisi Hukum Pidana

Berikut beberapa definisi hukum pidana dari para ahli:

1) Prof. Moeljatno4Hukum Pidana yaitu bagian dari keseluruhan hukum yang berlaku di suatu negara, yang mengadakan dasar-dasar dan Anggaran untuk: (1) menentukan perbuatan-perbuatan mana yang tidak boleh dilakukan, yang dilarang, dg disertai ancaman atau sanksi berupa pidana tertentu untuk barang siapa melanggar larangan tersebut; Criminal Act. (2) menentukan kapan dan dalam hal-hal apa kepada mereka yang telah melanggar larangan-larangan itu Bisa dikenakan atau dijatuhi pidana sebagaimana yang telah diancamkan; Criminal Liability/ Criminal Responsibility. (3) Menentukan dengan Tips bagaimana pengenaan pidana itu Bisa dilaksanakan apabila ada orang yang disangka telah melanggar larangan tersebut; Criminal Procedure/ Hukum Acara Pidana.

2) Prof. Pompe: Hukum Pidana yaitu semuaaturan-Anggaran hukum yang menentukan terhadap perbuatan-perbuatan apa yang seharusnya dijatuhi pidana dan apakah macamnya pidana itu.

3) Prof. Van Hamel: Hukum Pidana yaitu semua dasar-dasar dan Anggaran-Anggaran yang dianut oleh suatu negara dalam menyelenggarakan ketertiban hukum (rechtsorde) yaitu dengan melarang apa yang bertentangan hukum dan mengenakan suatu nestapa kepada yang melanggar larangan-larangan tersebut.

4) Prof. Simons: Hukum Pidana yaitu kesemuanya perintah-perintah dan larangan-larangan yang diadakan oleh negara dan yang diancam dengan suatu nestapa (pidana), barang siapa yang tidak mentaatinya, kesemuanya Anggaran-Anggaran yang menentukan syarat-syarat untuk karena hukum itu dan kesemuanya Anggaran-Anggaran untuk mengadakan (menjatuhi) dan menjalankan pidana tersebut.

B. Sumber Hukum Pidana

1) KUHP (beserta UU yang merubah dan menambahnya)

- BukuI mengenai Ketentuan Umum (pasal 1 – 103)

- Buku II mengenai Kejahatan (pasal 104 –488)

- Buku III mengenai Pelanggaran (pasal 489 – 569)

2) UU Pidana di luar KUHP

- UU Anti Subversi, UU No. 11/PNPASAL/1963 (Sudah dihapus)

- UU Pemberantasan T.P. Korupasali, UU No. 20/2001 jo UU No. 31/1999

- UU Tindak Pidana Ekonomi, UU No. 7/drt/1955

- Perpu1/2002 UU 15/2003 Anti Terorisme

- UU Money Laundering.

3) Ketentuan Pidana dalam peraturan perundang-undangan non-pidana:

- UU Lingkungan

- UU Pers

- UU Pendidikan Nasional

- UU Perbankan

- UU Pajak

- UU Partai Politik

- UU pemilu

- UU Merek

- UU Kepabeanan

- UU Pasar Modal

C. Ruang Lingkup Hukum Pidana

Hukum pidana Bisa dibagi menjadi :

1) Hukum pidana materil dan formil

Hukum Pidana Materiil yaitu hukum pidana yang memuat Anggaran-Anggaran yang menetapkan dan merumuskan perbuatan-perbuatan yang Bisa dipidana, Anggaran-Anggaran yang memuat syarat-syarat untuk Bisa menjatuhkan pidana, dan ketentuan mengenai pidana. Contohnya KUHP. Sementara itu, Hukum Pidana Formil yaitu hukum pidana yang mengatur kewenangan negara (melalui aparat penegak hukum) melaksanakan haknya untuk menjatuhkan pidana. Contohnya KUHAP.

2) Hukum pidana umum dan khusus

Hukum pidana umum (algemene strafrecht) memuat Anggaran-Anggaran hukum pidana yang berlaku untuk setiap orang dan tidak membeda-bedakan kualitas pribadi subjek hukum tertentu. Setiap warga negara wajib tunduk dan patuh terhadap hukum pidana umum.( KUHP, UULLAJ). Sedangkan Hukum pidana khusus (bijzonder strafrecht) memuat Anggaran-Anggaran hukum pidana umum yang menyangkut golongan-golongan tertentu, dan berkaitan dengan jenis-jenis perbutan tertentu. Contohnya Hukum Pidana Ekonomi.

3) Hukum pidana yang dikodifikasi (KUHP & KUHPT) dan yang tidak dikodifikasi (tersebar di luar KUHP)

Hukum pidana yang dikodifikasikan (codificatie) yaitu hukum pidana tersebut telah disusun dengan cara sistematis dan lengkap dalam kitab undang-undang, misalnya Kitab undang-undang Hukum Pidana (KUHP), Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP dan Kitab Undang-undang Hukum Pidana Militer (KUHPM). Sedangkan yang termasuk dalam hukum pidana tidak terkodifikasi yaitu peraturan-peraturan pidana yang terdapat di dalam undang-undang atau peraturan-peraturan yang bersifat khusus (van HATTUM).

4) Hukum pidana tertulis dan tidak tertulis (hukum adat)

Hukum pidana tertulis yaitu hukum pidana undang-undang, yang bersumber dari hukum yang terkodifikasi yaitu Kitab Undang-udang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan bersumber dari hukum yang diluar kodifikasi yang tersebar dipelbagai peraturan perundang-undangan. Hukum pidana yang berlaku dan dijalankan oleh negara yaitu hukum tertulis aja, Sebab dalam hal berlakunya hukum pidana tunduk di asas legalitas sebagaimana tertuang dalam Pasal 1 (1) KUHP.

Sementara itu hukum pidana tidak tertulis tidak Bisa dijalankan. Namun demikian ada satu dasar hukum yang Bisa memberi kemungkinan untuk memberlakukan hukum pidana adat (tidak tertulis) dalam arti yang sangat terbatas berdasarkan Pasal 5 (3b) UU No. 1/Drt/1951.

5) Hukum pidana nasional dan hukum pidana internasional

Hukum pidana merupakan hukum publik Sebab mengatur hubungan antar negara dan warga negara dalam rangka menciptakan keamanan, ketertiban masyarakat oleh Sebab itu negara berwajiban melindungi kepentingan dan kemanan (harta benda dan nyawa) negara dan masyarakat.



2.1.4 Hukum Internasional

A. Definisi Hukum Internasional

Hukum Internasional yaitu hukum yang berkaitan dengan peristiwa Internasional. Hukum Internasional merupakan hukum positif dari suatu negara. Namun Hukum Internasional dikategorikan sebagai “Soft Law”.

B. Ruang Lingkup Hukum Internasional

Peristiwa Tantra Internasional atau Hukum Internasional Publik

Hukum Internasional Publik mengatur hubungan yg melintasi batas negara dan bukan bersifat perdata. Hubungan tsb dpt dilakukan oleh (a) negara dengan negara; (b) negara dengan subyek hukum lain bukan negara (misalnya organisasi internasional); dan (c) subyek hukum bukan negara satu sama lain.

¾ Peristiwa Perdata Internasional atau Hukum Perdata Internasional

Hukum Perdata Internasional merupakan suatu hubungan bidang hukum perdata (antar pribadi) yang mengandung unsur asing, namun para pihak tunduk di hukum nasionalnya masing-masing. dengan cara substansif Hukum Perdata Internasional meliputi:

- Hukum Pribadi; status personal, kewarganegaraan, domisili, pribadi hukum.

- Hukum Harta Hartah; harta Hartah materiil, immateril, perikatan.

- Hukum Keluarga; perkawinan, hub. Ortu-anak, adopsi, perceraian, harta perkawinan.

- Hukum Waris; pewaris, ahli waris dan obyek hukum waris.

C. Sumber Hukum Internasional

Hukum Internasional Publik bersumber di Pasal 38 Piagam Mahkamah Internasional, yaitu:

- Perjanjian Internasional – utk dpt diterapkan di suatu negara melalui proses Ratifikasi

- Prinsip-prinsip Hukum Umum yg diakui oleh negara-negara beradab dan menjunjung tinggi hukum, contoh: asas Pacta sunt servanda

- Keputusan Pengadilan, contoh: ICC, ICJ

- Yurisprudensi dan Pendapat Sarjana

- Kebiasaan Internasional

Hukum Perdata Internasional bersumber di Pasal 16 Algemene Bepalingen van Wetgeving (A.B).

2.2 Hukum Privat

2.2.1 Hukum Perorangan

Hukum perorangan membicarakan masalah subjek hukum dalam hukum adat. Dalam hukum adat, subjek hukum perorangan meliputi badan-badan hukum dan manusia, badan-badan hukum antara lain desa, suku, nagari, dan wakaf. Manusia sebagai subjek hukum perorangan dalam hukum adat menunjukkan arti bahwa setiap manusia bagus laki-laki atau perempuan mempunyai kedudukan yang sama sebagai subjek hukum dalam hukum, adat, Sebab setiap manusia dalam hukum adat yaitu pendukung atau pembawa hak dan kewajiban.

Manusia sebagai subjek hukum dalam hukum perorangan tidak semuanya Bisa menjalankan perbuatan hukum yang sah, artinya tidak setiap manusia mampu menjalankan perbuatan hukum. Yang dianggap telah mampu menjalankan perbuatan hukum dalam hukum adat yaitu setiap orang yang sudah dewasa termasuk seorang wanita yang ada dalam ikatan perkawinan dengan seorang pria. Dalam hukum adat tidak ditemukan kriteria yang pasti dalam menentukan seseorang itu Bisa disebutkan telah dewasa, Sebab dalam setiap daerah di umumnya mempunyai kriteria yang berbeda-beda.

Mengenai kriteria dewasa, R. Soepomo menegaskan bahwa dalam hukum adat kriterianya yaitu bukan umur, akan tetapi Hakikat-Hakikat tertentu yang antara lain yaitu: Kuwat Gawe (Bisa atau mampu bekerja sendiri), artinya cakap untuk melakukansegala pergaulan dalam kehidupan kemasyarakatan serta mampu mempertanggungjawabkan sendiri segala-galanya. Cakap mengurus harta bendanya serta lain keperluannya sendiri.

2.2.2 Hukum Hartah

A. Definisi Hukum Hartah

dengan cara umum, hak Hartah merupakan sekelompok peraturan tertulis dan tidak tertulis yang mengatur mengenai hasil kreatif manusia di bidang ilmu pengetahuan yang hasilnya benda maertiil dan/atau immaterial. Beberapa ahli berpendapat mengenai hak Hartah intelektual.

1) Peter Groves (1997)4`Intellectual property’ means any patent, trademark, copyrights, de­sign right, registered design, technical or commercial information or additional intellectual property.

2) David Bainbridge (1993) 4Intellectual property laws can be of which area of law which concerns legal rights associated with creative effort or commercial repu­tation in addition to goodwill. The subject matter of intellectual property can be very wide in addition to includes literary in addition to artistic works, films, com­puter programs, inventitions, designs in addition to marks used by traders for their goods or services.

3) Caroline Wilson4Intellectual property rights (IPRs) can be the term used to describe the various rights of which effort protection to innovative in addition to creative endeavor.

B. Sumber Hukum Hartah

1) Sumber Hukum Tertulis

- Undang-undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2000 mengenai Rahasia Dagang (mulai berlaku tanggal 20 Desember 2000);

- Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2000 mengenai Desain Industri (mulai berlaku tanggal 20 Desember 2000);

- Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2000 mengenai Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (mulai berlaku tanggal 20 Desember 2000);

- Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2001 mengenai Paten (mulai berlaku tanggal 1 Agustus 2001);

- Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2001 mengenai Merk (mulai berlaku tanggal 1 Agustus 2001);

- Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 mengenai Hak Cipta (mulai berlaku tanggal 29 Juli 2003).

2) Sumber Hukum Tidak Tertulis: Anggaran waralaba.

C. Ruang Lingkup Hukum Hartah

Ruang lingkup hukum Hartah yaitu sebagai berikut:

1) Hak Cipta dan hak terkait

Hak eksklusif untuk pencipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya dalam bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra, antara lain berupa buku, program komputer, ceramah, kuliah, pidato dan ciptaan lain yang Sesuai dengan itu serta hal terkait dengan hak cipta. Hak cipta berlaku untuk selama hidup atau 50 tahun setelah meninggalnya si pencipta.

2) Paten

Paten diberikan untuk melindungi invensi di bidang teknologi. Paten diberikan dalam jangka waktu yang terbatas, tujuannya yaitu untuk mencegah pihak lain termasuk para investor independen dari teknologi yang sama, memakai invensi tersebut selama jangka waktu perlindungan paten supaya investor / pemegang paten mendapat manfaat ekonomi yang layak atas invensinya. Sebagai gantinya pemegang paten wajib mempublikasikan semua rincian invensinya supaya di saat berakhirnya perlindungan paten, informasi berkaitan dengan invensi tersebut tersedia dengan cara bebas. Kebanyakan paten mendapat perlindungan selama 16-20 tahun.

3) Desain Industri

Berhubungan dengan perwujudan dengan cara visual dari produk-produk komersial dalam pola dua atau tiga dimensi. Disain industri biasanya tidak melindungi fungsi suatu produk melainkan semata-mata melindungi penampakan luarnya.

4) Merek

Pendaftaran suatu merek digunakan untuk mengidentifikasi barang dan jasa yang diproduksi atau didistribusikan oleh suatu perusahaan tertentu, membagikan hak kepada perusahaan tersebut untuk memakai dengan cara eksklusif merek tersebut. Pemilik merek terdaftar mempunyai hak untuk mencegah pihak lain memakai mereknya tanpa ijin. Merek sering merupakan logo yang terkenal dan menjadi komoditi yang sangat bernilai.

5) Rahasia Dagang

Melindungi hampir semua jenis informasi yang bersifat komersial bila info tersebut dikembangkan dan dijaga dalam suatu Tips yang bersifat rahasia. Tidak ada batasan berapa lama info tersebut akan dilindungi. Contoh klasik yaitu informasi mengenai formula pembuatan Coca cola. Yang tersimpan aman selama 100 tahun Rahasia Dagang juga meliputi daftar pelangggan, metode bisnis.

6) Tata Letak Sirkuit Terpadu

Meningkatnya kepentingan dan ketergantungan di komputer, menyebabkan para pembuat UU menyediakan perlindungan khusus terhadap disain tata letak sirkuit terpadu yang digunakan dalam komputer dan berbagai produk eksklusif lainnya seperti radio, televisi.

7) Varietas Tanaman

Banyak negara yang mempunyai UU khusus untuk melindungi varietas tanaman yang baru dikembangkan.Varietas ini biasanya berisi beberapa keunggulan material dari varietas yang telah ada sebelumnya.

8) Rekayasa Genetik

Perkawinan silang antara jenis Fauna tertentu yaitu jenis Fauna baru yang menjadi fokus penelitian para ahli peternakan saat ini Sebagai konsekuensi dari penelitian yang lama dan membutuhkan banyak biaya, para peneliti menuntut invensi mereka yang disebut sebagai organisme yang dimodifikasi dengan cara genetik, diberi perlindungan oleh UU paten.

9) Internet dan Domain Names

Perkembangan internet memunculkan masalah baru dalam bidang HaKI, terutama dalam hal hak cipta dan merek. Demikian juga dalam masalah pembuatan domain name di internet . Orang-orang tanpa ijin banyak memakai nama-nama orang terkenal dan merek-merek terkenal untuk kepentingan si pembuat domain name.

2.2.3 Hukum Waris

A. Definisi Hukum Waris

1) Supomo (1967)4Hukum Waris yaitu peraturan- peraturan yang mengatur proses meneruskan serta mengoper barang-barang yang tidak berwujud benda dari suatu angkatan manusia (generasi ) kepada turunannya.

2) Ter Haar (1950) 4Hukum waris yaitu Anggaran- Anggaran yang mengenai Tips bagaimana dari abad ke abad penerusan peralihan dari harta Hartah yang berwujud tidak berwujud dari generasi di generasi.

3) Wirjono Prodjodikoro (1976) 4Hukum waris yaitu hukum yang mengatur mengenai kedudukan harta Hartah seseorang setelah ia meninggal dunia, dan Tips- Tips berpindahnya harta Hartah itu kepada orang lain.

4) Prof. Mr. M.J.A Von Mourik4Hukum waris merupakan seluruh Anggaran yang menyangkut penggantian kedudukan harta Hartah yang mencakup himpunan aktiva dan pasifa orang yang meninggal dunia.

5) J. Satrio, SH4Hukum waris yaitu peraturan yang mengatur perpindahan Hartah seseorang yang meninggal dunia kepada satu/beberapa orang dengan dalam hal ini hukum waris merupakan bagian dari harta Hartah.

6) Efendi Perangin SH4Hukum waris yaitu hukum yang mengatur mengenai peralihan harta Hartah yang ditingkatkan seseorang yang meninggal serta akibatnya untuk para ahli warisnya.

7) Prof Ali Afandi SH4Hukum Waris yaitu hukum yang mengatur mengenai Hartah yang ditinggalkan seseorang yang meninggal dunia serta akibatnya untuk para ahli warisnya.

8) H. Abdullah Syah (1994) 4 Hukum Waris menurut istilah bahasa ialah takdir (qadar /ketentuan,dan di sya’ra yaitu bagian-bagian yang diqadarkan/ditentukan untuk waris.

B. Sumber Hukum Waris

1) Sumber hukum tertulis: (a) Undang-Undang KUH Perdata; (b) Alquran dan Hadist (khusus hukum waris Islam).

2) Sumber hukum tidak tertulis: kaidah-kaidah hukum yang timbul, tumbuh, dan berkembang dalam kehidupan masyarakat.

C. Ruang Lingkup Hukum Waris

1) Hukum Waris Perdata

2) Hukum Waris Adat4dalam hukum waris adat ada harta yang tidak Bisa dibagikan. Anak perempuan bilamana tidak ada anak laki-laki Bisa menutup semua haknya. Anak angkat tetap mendapat warisan dari orang tua angkat. Terdapat ahli waris pengganti.

3) Hukum Waris Islam4hukum yang mengatur pembagian harta peninggalan seseorang berdasarkan Al Quran dan Hadist. Al Quran membahas hukum waris terdapat di surat An-Nisa’ Ayat 11-12. Dalam hukum waris islam, semua hak waris Bisa menuntut haknya, hak ahli waris sesuai dengan bagian masing-masing, anak angkat tidak mendapat warisa, dan tidak ada ahli waris pengganti.

2.2.4 Hukum Keluarga

A. Definisi Hukum Keluarga

Dalam arti sempit, keluarga merupakan kesatuan masyarakat terkecil yang terdiri dari suami, istri, dan anak yang berdiam dalam suatu tempat. Hukum Keluarga mengatur hubngan hukum yang bersangkutan dengan kekeluargaan sedarah dan perkawinan. Jauh dekat hubugan darah mempunyai arti penting dalam perkawinan, pewarisan dan perwalian dalam keluarga.

B. Sumber Hukum Keluarga

1) Sumber hukum keluarga tertulis kaidah-kaidah hukum yang bersumber dari UU, Yurisprodensi, dan traktat.

- KUHPerdata .

- Perarturan Perkawinan Campuran (Regelijk op de Gemengdehuwelijk), Stb 1898 No.158.

- Ordonansi perkawinan indonesia, kristen, jawa,Minahasa dan ambon, Stb 1933 No.74

- UU No.32/1954 mengenai pencatatan nikah, talak, dan rujuk .

- UU No.1/ 1974 mengenai perkawinan, dengan berlakunya UU ini mencabut berlakunya ketentuan2-ketentuan mengenai perkawinan dan segala karena hukuman yang terdapat dalam buku I KUHPdt.

- PP No.9 tahun 1975 ttg Peraturan Pelaksana UU No. 1 thn 1974 mengenai perkawinan.

- PP No.10 / 1983 jo. PP No. 45 / 1990 mengenai izin perkawinan dan perceraian untuk PNS.

- Inpres No.1/1991 mengenai KHI.

2) Sumber hukum yang tidak tertulis, merupakan kaidah-kaidah hukum yang timbul, tumbuh, dan berkembang dalam kehidupan masyarakat.

C. Ruang Lingkup Hukum Keluarga

1) Perkawinan

Perkawinan merupakan eksistensi institusi aatu melegalkan hubungan hukum antara seorang lelaki dengan seorang wanita tujuannya yaitu untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Tuhan YME.

2) Kekuasaan orang tua

Ikatan perkawinan di dasarnya akan mengakibatkan hubungan hukum mengenai hak dan kewajiban, yakni (a) hak dan kewajiban suami istri, (b) hak dan kewajiban suami istri terhadap anaknya, dan (3) hubungan hukum dalam kaitannya dengan pihak ketiga.

3) Perwalian

Perwalian merupakan pengawasan terhadap pribadi dan pengurusan harta Hartah seseorang anak yang belum dewasa bila anak itu tidak berda dalam kekuasaan orang tua. Ketentuan mengenai perwalian diatur dalam KUH Perdata.

4) Grasi

Pengampuan merupakan bentuk khusus dari perwalian yang diperuntukkan untuk orang yang sudah dewasa akan tetapi terhubung oleh sesuatu hal (keadaan mental atau fisik tidak/kurang sempurna) ia tidak Bisa bertindak leluasa.

KESIMPULAN

1. Berdasarkan isinya, hokum terbagi dua yakin: (a) Hukum Privat merupakan hukum—bagus material ataupun prosesnya—didasarkan atas kepentingan pribadi-pribadi; (b) Hukum Publik merupakan hukum yang didasarkan di kepentingan publik, materi dan prosesnya atas dasar otoritas publik. Publik di sini diwakili oleh negara.
2. Hukum Administrasi Negara yaitu keseluruhan Anggaran-Anggaran mengenai Tips bagaimana alat-alat pemerintahan dan badan-badan kenegaraan dan majelis-majelis pengadilan tata usaha hendak memenuhi tugasnya.
3. Hukum Pidana yaitu semuaaturan-Anggaran hukum yang menentukan terhadap perbuatan-perbuatan apa yang seharusnya dijatuhi pidana dan apakah macamnya pidana itu.
4. Hukum Internasional yaitu hukum yang berkaitan dengan peristiwa Internasional. Hukum Internasional merupakan hukum positif dari suatu negara. Namun Hukum Internasional dikategorikan sebagai “Soft Law”.
5. Hukum perorangan membicarakan masalah subjek hukum dalam hukum adat. Dalam hukum adat, subjek hukum perorangan meliputi badan-badan hukum dan manusia, badan-badan hukum antara lain desa, suku, nagari, dan wakaf.
6. Hukum Hartah merupakan sekelompok peraturan tertulis dan tidak tertulis yang mengatur mengenai hasil kreatif manusia di bidang ilmu pengetahuan yang hasilnya benda maertiil dan/atau immaterial. Beberapa ahli berpendapat mengenai hak Hartah intelektual.:
7. Hukum waris yaitu peraturan yang mengatur perpindahan Hartah seseorang yang meninggal dunia kepada satu/beberapa orang dengan dalam hal ini hukum waris merupakan bagian dari harta Hartah.
8. Hukum Keluarga mengatur hubngan hukum yang bersangkutan dengan kekeluargaan sedarah dan perkawinan. Jauh dekat hubugan darah mempunyai arti penting dalam perkawinan, pewarisan dan perwalian dalam keluarga.

[1] Achmad Basyuni, Hukum Tata Negara (PDF variation). Fakultas llmu Sosial dan Ilmu Politik Univ. Padjadjaran

pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/…/hukum_tata_negara.pdf (diakses di 13 April 2012).

[2] Ibid.

[3] Ibid.

[4] Bewa Rarawino, Hukum Administrasi Negara. Fakultas llmu Sosial dan Ilmu Politik Univ. Padjadjaran: pustaka.unpad.ac.id/wp-content/…/hukum_administrasi_negara.pdf (diakses di 13 April 2012)

http://tulisandila.wordpress.com/2012/05/08/hukum-privat-dan-hukum-publik-mata-kuliah-sistem-hukum-indonesia/


EmoticonEmoticon