ALIRAN ATAU MAZHAB HUKUM Yang Wajib Kita Tau

ALIRAN ATAU MAZHAB HUKUM - Siapapun masyarakat negara bagus yang termuda hingga yang tertua mempunyai alokasi hukum yang kompleks yang mengakar seputar hak, tanggung jawab, transaksi, peraturan, proses, prosedur, implikasi yang begitu juga sangat tidak sempurna dipahami, dan diserahkan kepada para ahli. di taraf yang begitu Fundamental, hukum yang mengikat membentuk peraturan masyarakat. Asa peraturan ini merupakan untuk menyamakan standar perilaku tertentu untuk masyarakat kita demi kepentingan umum. Tanpa Anggaran seperti itu, masyarakat Bisa jadi akan terjerumus ke dalam sikap tidak beraturan.

ALIRAN ATAU MAZHAB HUKUM


Beberapa aliran atau mazhab dalam pemikiran mengenai hukum, dipandang sangat penting Sebab mempunyai pengaruh luas untuk pengelolaan hukum lebih lanjut, seperti dalam pembuatan undang-undang dan penerapan hukum termasuk dalam proses peradilan. Atau dengan Perkataan lain beberapa aliran pemikiran hukum mewarnai praktek hukum. Aliran-aliran hukum tersebut merupakan :
  • 1. Aliran Legisme
Aliran ini memganggap bahwa semua hukum terdapat dalam undang-undang. Atau berarti hukum identik dengan undang-undang. Hakim di dalam menjalankan tugasnya terikat di undang-undang, sehingga pekerjaannya hanya menjalankan Aplikasi undang-undang belaka (wetstoepassing), dengan jalan pembentukan silogisme hukum, atau juridischesylogisme, yaitu suatu dedukasi logis dari suatu perumusan yang luas, kepada keadaan khusus, sehingga hingga kepada suatu kesimpulan. Jadi menentukan perumusan preposisi mayor kepada keadaan preposisi minor, sehingga hingga di conclusio, dengan contoh sebagai berikut :

a. siapa membeli wajib membayar (mayor);
b. Si "A" membeli (minor);
c. Si "A" wajib membayar (conclusio).

Menurut aliran ini, mengenai hukum yang primer merupakan pengetahuan mengenai undang-undang, sedangkan mempelajari yurisprudensi merupakan masalah sekunder. (Purnadi Purbacaraka, Soerjono Soekanto, Perundang-undangan dan yurisprudensi 1979).

Aliran legisme demikian besarnya menganggap kemampuan undang-undang sebagai hukum; termasuk dalam penyelesaian berbagai permasalahan sosial.

Aliran legisme berkeyakinan bahwa semua persoalan sosial akan cepat terselesaikan apabila telah dikeluarkan undang-undang yang mengaturnya. Undang-undang dianggapnya sebagai obat yang mujarab, obat yang manjur. Undang-undang merupakan segala-galanya, sekalipun di kenyataannya tidak demikian. Pengaruh aliran ini masih berlangsung dibeberapa negara yang telah maju sekalipun.

  • 2. Aliran Freie Rechtsbewegung
Aliran ini berpandangan dengan cara bertolak belakang dengan paham legisme. Ia beranggapan bahwa di dalam melaksanakan tugasnya seorang hakim bebas untuk menjalankan menurut undang-undang atau tidak. Hal ini dikarenakan Sebab pekerjaan hakim merupakan menjalankan penciptaan hukum. Akibatnya merupakan bahwa memahami yurisprudensi merupakan hal yang primer di dalam mempelajari hukum, sedangkan undang-undang merupakan hal yang sekunder, di aliran ini hakim benar-sebagai pencipta hukum (judge made law), Sebab keputusan yang berdasarkan keyakinannya merupakan hukum. Dan keputusannya ini lebih bersifat dinamis dan up to date Sebab senantiasa memperhatikan keadaan dan perkembangan masyarakat.

  • 3. Aliran Rechtsvinding
Aliran rechtsvinding Bisa dianggap sebagai aliran tengah di antara aliran-aliran legisme dan freie rechtsbewegung. Menurut paham ini, benar bahwa hakim terikat di undang-undang, akan akan tetapi tidaklah seketat seperti menurut Sudut Pandang aliran legisme. Sebab hakim juga mempunyai kebebasan. Namun kebebasan hakim tidak seperti Asumsi aliran freie rechtsbewegung, sehingga di dalam menjalankan tugasnya hakim mempunyai apa yang disebut sebagai "kebebasan yang terikat", (gebonded-vrijheid) atau keterikatan yang bebas (vrije-gebondenheid), oleh sebab itu maka tugas hakim disebutkan sebagai upaya menjalankan rechtsvinding yang artinya merupakan menselaraskan undang-undang di tuntutan zaman. Kebebasan yang terikat dan sebaliknya terbukti tercermin dari beberapa kewenangan hakim dalam beberapa hal seperti tindakan penafsiran undang-undang (metode penafsiran telah dikemukakan); menentukan komposisi yang meliputi analogi dan membuat pengkhususan dari suatu asas undang-undang yang mempunyai arti luas.

Dari Asumsi aliran rechtsvinding terurai di atas Bisa diketahui pentingnya yurisprudensi untuk dipelajari, disamping perundang-undangan. Hal ini antara lain Sebab di dalam yurisprudensi terdapat makna hukum yang konkrit diperlukan dalam hidup bermasyarakat yang tidak dijumpai dalam kaidah yang terdapat di undang-undang.

Kelengkapan dalam studi demi penghayatan dan pemahaman hukum haruslah belajar dari undang-undang dan yurisprudensi bersama-sama.

Ketiga aliran dalam bidang hukum ini sangat penting tidak aja untuk studi dengan cara teoritis, akan tetapi malahan akan banyak pengaruhnya di dalam pembentukan hukum, penemuan hukum dan penerapan hukum. Mengenai yurisprudensi seperti telah disinggung sepintas, maka di hukum Anglo-Saksis (Inggris dan Amerika Serikat), hakim terikat di keputusan-keputusan dari hakim yang lebih tinggi, dan keputusan terdahulu dari lembaganya sendiri (stare decicis), yang menghasilkan the binding force of presedent; yang tidak dijumpai di sistem hukum di negara kita. Namun demikian kita mempunyai yurisprudensi yang pemanfaatannya bersifat persuasive preseden, yang berarti tidak mengikat dengan cara mutlak. Beberapa faktor yang berperan disini merupakan :
  • a. Pembentuk undang-undang tidak Bisa mengetahui semuanya terlebih dahulu.
  • b. Pembuat undang-undang tidak Bisa mengikuti kecepatan proses perkembangan sosial yang relatif cepat.
  • c. Penerapan undang-undang, menuntut penerapan undang-undang.
  • d. Apa yang patut dan masuk akal dalam suatu kasus tertentu, berlaku juga untuk kasus-kasus lain yang Sesuai.
  • e. Peradilan kasasi oleh Mahkamah Agung.
Demikian beberapa aliran yang berpengaruh sesuai zamannya, serta mewarnai praktek peradilan dari masa ke masa, disamping itu tentunya juga berpengaruh terhadap pembuatan undang-undang.


_______________________
Dr. Soedjono Dirjosisworo, S.H.
PENGANTAR ILMU HUKUM



0 Response to "ALIRAN ATAU MAZHAB HUKUM Yang Wajib Kita Tau"

Post a Comment