Uang Yang wajib Kita Ketahui

Tags

inti Fundamental dari materi Uang, bahwa setiap masyarakat negara wajib mempunyai kepahaman seputar pembahasan ekonomi, hal ini erat kaitannya dengan kemajuan ekonomi di rumahtangga, masyarakat dan negara itu sendiri, maka belajar ekonomi memang wajib di galakkan sejak dini, sejak masih mengenal bangku pendidikan. wajib dicatat bahwa gaji lulusan ekonomi termasuk yang tertinggi dari disiplin apapun. Ekonomi mengajarkan bagaimana membuat keputusan yang tepat. Ini mengajarkan kita bagaimana Tutorial membuat pilihan, yang sangat penting dalam bisnis.

Pengertian Uang


1.   PASAR UANG

1.1        Konsep Pasar Uang
Konsep pasar uang merupakan Pertemuan antara permintaan akan uang dengan penawaran akan uang. Permintaan akan uang merupakan Kebutuhan masyarakat akan uang tunai tidak menunjang kegiatan ekonominya. Sedangkan penawaran akan uang merupakan Jumlah uang yang disediakan oleh pemerintah dan Bank-bank yaitu seluruh uang kartal dan uang giral yang beredar.
Pasar uang merupakan Pertemuan antara pemintaan dan penawaran sehingga terjadi transaksi untuk memakai uang (untuk dibelanjakan barang dan jasa ) untuk jangka waktu tertentu. Jadi di pasar tersebut terjadi transaksi pinjam meminjam dana, yang selanjutnya menimbulkan hubungan hutang-piutang.

Motif Menahan Uang / Menahan Uang
Menurut Keynes, motif atau alasan masyarakat menahan uang merupakan sebagai berikut:
a)      Motif Transaksi (Transaction Motive)
Di dalam perekonomian modern dengan tingkat spesialisasi yang tinggi, uang sangat diperlukan. Spesialisasi yaitu keadaan setiap orang telah Bisa mengkhususkan diri di pekerjaan yang ia sukai dan sesuai keahliannya. Setiap orang yang bekerja ingin memperoleh upah atau uang untuk membeli (transaksi) barang-barang kebutuhannya. Jumlah permintaan uang untuk tujuan transaksi tergantung di besarnya pendapatan. Semakin tinggi pendapatan seseorang semakin banyak jumlah uang yang digunakan untuk menjalankan transaksi.
b)     Motif Berjaga-jaga (Precautionary Motive)
Oleh masyarakat, uang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masa depan yang tidak Bisa diduga sebelumnya. Hal-hal tak terduga, misalnya anggota keluarga yang sakit atau kedatangan tamu di luar kota. Untuk menghadapi keperluan semacam itu masyarakat merasa wajib memegang uang keperluan berjaga-jaga. Besarnya uang yang disimpan untuk berjaga-jaga juga ditentukan oleh besarnya pendapatan.
c)      Motif Spekulasi (Speculative Motive)
Spekulasi berarti membuat pilihan dengan Asa menjalankan hasil yang tinggi. Contohnya membeli surat-surat berharga seperti obligasi, dan saham perusahaan. Faktor yang menentukan dalam menjalankan pilihan ini merupakan hasil yang akan diperoleh dari pemilikan surat-surat berharga tersebut. Para pemegang uang akan bersedia mempunyai surat-surat berharga apabila surat berharga tersebut membagikan tingkat pendapatan yang tinggi. bila tidak, niscaya mereka akan lebih suka memegang uang. Dengan demikian, permintaan uang untuk tujuan spekulasi ditentukan oleh tingkat bunga.

1.2         Jenis Uang
Uang yang beredar di tengah masyarakat Bisa dibedakan menjadi:
1.2.1        Uang Kartal
Uang kartal dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan dicetak oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta. Uang yang kita gunakan sehari-hari untuk keperluan membeli barang dinamakan uang kartal. Uang kartal yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia ada dua macam, yaitu uang logam dan uang kertas.
1.2.2        Uang logam
Biasanya, uang logam dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang yang bernilai kecil (uang receh).
1.2.3        Uang kertas
Penggunaan uang logam terkadang-terkadang merepotkan untuk menjalankan pembayaran yang bernilai besar. Dalam jumlah besar, uang logam sulit dibawa Kemana-mana Sebab bertanya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang yang ringan dan praktis, pemerintah yang dalam hal ini Bank Indonesia mengeluarkan uang kertas.
1.2.4        Uang Giral
Simpanan uang di bank Bisa berbentuk giro (rekening koran) yang boleh diambil sewaktu-waktu. Pembayaran dengan uang giral Bisa dilakukan dengan cek, giro bilyet, dan pemindahan telegrafis. Deposito di bank yang Bisa setiap saat ditarik (dengan cek) Bisa dikategorikan sebagai uang. Deposito Bisa memenuhi fungsi-fungsi uang, Bisa dikategorikan sebagai uang. Dan bahkan makin maju suatu perekonomian jenis uang giral ini proporsinya terhadap jumlah total uang beredar makin besar.
1.2.5        Cek
Cek merupakan surat perintah dari nasabah yang mempunyai simpanan di bank. Cek ditujukan oleh nasabah di bank untuk membayar sejumlah uang dengan cara tunai kepada pihak yang disebutkan dalam surat perintah (cek) tersebut.
1.2.6        Bilyet Giro
Bilyet giro merupakan surat perintah dari nasabah bank yang ditujukan di suatu bank. Tujuan bilyet giro merupakan untuk memindah bukukan sejumlah uang dari rekening nasabah bank di rekening nasabah lain yang ditunjuk.
1.2.7        Pemindahan Telegrafis
Pemindahan melalui telegrfais merupakan pembayaran yang dilakukan dengan pemindahan antar rekening di suatu bank yang sama. akan tetapi, perintah pembayarannya dilakukan melalui telegram. Pembayaran Tutorial itu dilakukan bila jarak antara orang yang membayar dan orang yang dibayar berjauhan, sedangkan mereka ingin menjalankan pembayaran dengan cara cepat.
1.2.8        Uang Kuasai
Uang kuasai terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening Valuta Asing milik swasta domestik. Apabila kriteria uang didasarkan di fungsinya, maka sebenarnya tabungan ini tidak termasuk ke dalam pengertian uang. Namun, ada yang berpendapat bahwa seorang itu Bisa mewujudkan kekayaannya dalam berbagai bentuk seperti: tanah, rumah, uang, perhiasan dan bahkan berbentuk tabungan. Maka memasukkan tabungan ke dalam pengertian uang Bisa dimengerti. Argumentasi lain untuk memasukkan tabungan ke dalam pengertian uang dengan melihat apakah ada kemungkinan saling mengganti antara tabungan dengan uang giral. Apabila ada maka tabungan Bisa dimasukkan ke dalam pengertian uang.


1.3        Nilai Uang
1.3.1 Nilai nominal dan nilai intrinsik.
1)        Nilai nominal
Nilai nominal merupakan nilai yang tertera dalam suatu mata uang.
Contoh: kalau kalian mempunyai uang saku sebesar Rp 5.000,- yang berwujud selembar uang lima ribuan, tentu aja kalian menemukan tulisan “lima ribu rupiah” dan angka “5000”. Sebab uang tersebut bertuliskan lima ribu maka pemerintah dan seluruh anggota masyarakat menerima uang tersebut dengan nilai lima ribu rupiah, berarti lima ribu itu merupakan nilai nominalnya.
2)        Nilai intrinsik
Nilai intrinsik merupakan nilai bahan untuk membuat uang. Contoh: kembali kepada uang saku kalian yang bernilai nominal lima ribu rupiah. Biaya yang diperlukan untuk mencetak selembar uang lima ribu rupiah tersebut mungkin tidak lebih dari lima ratus rupiah. Biaya untuk membuat uang tersebut yang disebut nilai intrinsik. Biasanya, nilai nominal uang kertas lebih besar dari di nilai intrinsiknya, sedangkan untuk uang logam, nilai nominalnya nyaris sama dengan nilai intrinsiknya.

1.3.2 Nilai Internal dan Nilai Eksternal
1 ). Nilai internal uang
Nilai internal merupakan nilai tukar uang terhadap barang. Nilai internal uang juga disebut nilai riil uang. Nilai mata uang yang dikatakan turun apabila dengan jumlah uang yang sama, jumlah barang yang Bisa dibeli dengan uang tersebut menjadi lebih sedikit dari sebelumnya. Dalam ilmu ekonomi, bila nilai riil uang turun dengan cara umum disebut inflasi yang ditandai dengan naiknya harga-harga barang di umumnya. Sebaliknya, bila nilai riil uang naik dengan cara umum disebut deflasi yang ditandai dengan turunnya harga-harga barang di umumnya.
2). Nilai eksternal uang
Nilai eksternal uang merupakan nilai tukar suatu mata uang dengan mata uang asing. Nilai eksternal uang sering disebut juga kurs mata uang. Sebab tiap-tiap negara mempunyai mata uang, maka adanya hubungan ekonomi antarnegara menimbulkan kurs (nilai) mata uang untuk berbagai mata uang asing.
Contohnya: orang Indonesia mengimpor barang dari Jepang, maka eksportir Jepang menghendaki pembayaran dalam mata uang Yen, maka orang Indonesia wajib menukarkan uang rupiah ke dalam mata uang Yen. Dasar pertukaran tersebut merupakan kurs rupiah terhadap yen.
Pertukaran suatu mata uang dengan mata uang lain dilakukan di bank-bank devisa yang melayani pertukaran mata uang asing (money changer).

1.4        Standar Uang
1.4.1 Standar Kembar
Standar kembar terjadi apabila pemerintah memakai emas dan perak sebagai dasar nilai mata uangnya. Caranya, harga perak ditetapkan, misalnya $ 1,293 per gram dan emas sebesar $ 19,395 per gram. Dengan demikian perbandingan nilai antara perak dengan emas merupakan 15:1. Perbandingan ini disebut mint ratio. Artinya, harga emas 15 kali harga perak. Pemerintah bersedia untuk membuat uang di perbandingan tersebut, semua emas dan perak yang ditawarkannya. Demikian juga masyarakat bebas untuk melebur uang menjadi logam mulia dan sebaliknya.
1.4.2 Standar Emas
Sebenarnya sangat sulit untuk membagikan Citra mengenai standar emas ini, Sebab bentuk dari sistem ini bermacam-macam. Namun dengan cara umum Bisa dikatakan bahwa suatu negara memakai sistem standar emas apabila nilai mata uangnya, dikaitkan atau didasarkan atas nilai seberat emas tertentu. Masyarakat bebas untuk melebur mata uang emas atau membuat emas batangan menjadi mata uang kertas serta menukarkan mata uangnya (yang bukan emas) dengan emas atau sebaliknya dengan perbandingan yang telah ditentukan oleh bank sentral.
1.4.3 Fiat Standar
Masalah inti yang timbul dari standar barang emas dan perak merupakan kurang praktis apabila transaksi yang dilakukan dalam jumlah besar. Atas dasar alasan ini, setelah itu beredar surat emas atau perak sebagai pengganti emas atau perak yang disimpan. Surat emas atau perak ini semula dijamin 100% dengan emas/perak yang tersimpan setelah itu berangsur-angsur Agunan ini makin berkurang. Semula memang pengeluaran surat emas ini sebagai bukti atas pemilikan emas yang tersimpan, dimana setiap saat si pemilik Bisa mengambil emas tersebut.


EmoticonEmoticon