SUBYEK HUKUM DAN OBYEK HUKUM Yang wajib Kita Tau

Tags

SUBYEK HUKUM DAN OBYEK HUKUM - Siapapun masyarakat negara dari yang termuda hingga yang tertua mempunyai alokasi hukum yang kompleks yang mengakar seputar hak, tanggung jawab, transaksi, peraturan, proses, prosedur, implikasi yang begitu juga sangat tidak sempurna dipahami, dan diserahkan kepada para ahli. di tingkat yang sangat Fundamental, hukum yang mengikat membentuk peraturan masyarakat. Asa undang-undang ini merupakan untuk menyamakan standar perilaku tertentu untuk masyarakat kita demi kepentingan umum. Tanpa undang undang itu, masyarakat Bisa jadi akan terjerumus ke dalam anarki.

SUBYEK HUKUM DAN OBYEK HUKUM


A. Subyek Hukum
Subyek hukum atau subject van een recht; yaitu "orang" yang mempunyai hak, manusia pribadi atau badan hukum yang berhak, berkehendak atau menjalankan perbuatan hukum. Badan hukum merupakan perkumpulan atau organisasi yang didirikan dan Bisa bertindak sebagai subyek hukum, misalnya Bisa mempunyai Hartah, mengadakan perjanjian dan sebagainya. Sedangkan perbuatan yang Bisa menimbulkan karena hukum yakni tindakan seseorang berdasarkan suatu ketentuan hukum yang Bisa menimbulkan hubungan hukum, yaitu, karena yang timbul dari hubungan hukum seperti perkawinan antara laki-laki dan wanita, yang oleh karenanya membagikan dan membebankan hak-hak dan kewajiban-kewajiban di masing-masing pihak.

Dalam hukum internasional, subyek hukum Bisa dengan cara individual ataupun negara, penjelasan lebih mendalam mengenai istilah subyek hukum ini Bisa dipelajari dari karya Logemann; Over de theori van een stelig staatsrecht, 10 + vinogradof; (common sense in law, chapter III).

Singkatnya subyek hukum dalam hukum perdata terdiri dari : [1]
  • 1. Manusia (Natulijke Persoon)
Manusia merupakan subyek hukum Sebab sejak ia dilahirkan (bahkan dalam kandungan) ia sudah merupakan pendukung hak dan kewajiban. Keadaan ini berakhir di saat manusia meninggal dunia.
  • 2. Badan Hukum (Recht Persoon)
Selain manusia, badan hukum juga merupakan pendukung hak dan kewajiban. Badan hukum Bisa menjalankan perbuatan hukum layaknya manusia.

Menurut hukum perdata, keduanya, manusia dan badan hukum disebut sebagai orang (persoon), yaitu pembawa hak dan kewajiban.[2]

B. Obyek Hukum
Obyek hukum merupakan segala sesuatu yang bermanfaat untuk subyek hukum (manusia atau badan hukum) dan yang Bisa menjadi inti suatu perhubungan hukum, Sebab sesuatu itu Bisa dikuasai oleh subyek hukum. Dalam hal ini tentunya sesuatu itu mempunyai harga dan nilai, sehingga memerlukan penentuan siapa yang berhak atasnya, seperti benda-benda bergerak ataupun tidak bergerak yang mempunyai nilai dan harga, sehingga penguasaannya diatur oleh kaidah hukum.

Adapun penjelasan Jenis objek hukum berdasarkan pasal 503-504 KUH Perdata disebutkan bahwa benda Bisa dibagi menjadi 2, yakni :
  • 1.    Benda Bergerak merupakan suatu benda yang sifatnya Bisa dilihat, diraba, dirasakan dengan panca indera, terdiri dari benda berubah / berwujud.
  • 2.    Benda Tidak Bergerak merupakan suatu benda yang dirasakan oleh panca indera aja (tidak Bisa dilihat) dan setelah itu Bisa direalisasikan menjadi suatu Hakikat, contohnya merk perusahaan, paten, dan ciptaan musik/lagu.

_____________________________
Pengantar Ilmu Hukum/Soedjono Dirdjosisworo; prakata oleh Soebekti, Jakarta 2014.
[1] Komariah. Hukum Perdata, Malang : Universitas Muhammadiyah Malang. 2002. Hlm. 21-23
[2] P.N.H. Simanjuntak, inti-inti Hukum Perdata Indonesia, Jakarta : Djambatan, 2008. Hlm. 22.


EmoticonEmoticon