Silicon Valley, saat Inovasi Menjadi Motor Pembangunan Ekonomi Yang wajib Kita Ketahui

Tags

Hal Fundamental dari materi Silicon Valley, saat Inovasi Menjadi Motor Pembangunan Ekonomi, bahwa setiap warga negeri wajib mempunyai kemampuan pemahaman seputar materi ekonomi, hal ini dikarenakan dengan kemajuan ekonomi di rumahtangga, masyarakat dan negara itu sendiri, maka belajar ekonomi memang wajib di galakkan sejak dini, sejak masih mengenal bangku pendidikan. Misalnya, karir paling populer yang Bisa dikejar kebanyakan dengan gelar ekonomi. Penelitian yang berbeda cenderung menemukan nilai gaji lulusan ekonomi cukup dibayar dengan bagus. Kemampuan ilmu ekonomi misalnya pengambilan keputusan: apa yang wajib dilakukan pemerintah untuk mengurangi defisit anggaran

Silicon Valley, saat Inovasi Menjadi Motor Pembangunan Ekonomi

di tulisan sebelumnya telah dibahas mengenai konsep cluster-based economy. di kesempatan kali ini kita akan melihat salah satu design cluster-based economy atau agglomeration economies yang menjadi benchmark studi-studi terkait pembangunan kawasan (spatial development), yakni Silicon Valley.

Silicon Valley, saat Inovasi Menjadi Motor Penggerak Ekonomi
Terletak di bagian selatan the San Francisco Bay Area, Amerika Serikat, hingga dengan saat ini Silicon valley disebut sebagai pembangunan kawasan industri yang paling sukses, sekaligus sebagai pusat inovasi dunia, terutama dibidang teknologi informasi.

dengan cara geografis, Silicon Valley mempunyai luas wilayah sekitar 2,980 km2, dihuni populasi kurang-lebih sebanyak 3.0 juta jiwa. Industri-industri yang terdapat di area ini rata-rata menghasilkan pendapatan hingga US$ 122 ribu per tahun. Tercatat pula bahwa pendapatan per kapita di kawasan Silicon Valley di 2014 mencapai US$ 79.1 ribu, atau meningkat US$ 1,460 dari tahun sebelumnya (Joint Venture Silicon Valley, 2016 Silicon Valley Index: People, Economy, Society, Place, Governance, 2016).

Adapun tenaga kerja di lingkungan Silicon Valley mayoritas berisi individu yang berlatar pendidikan tinggi, setidaknya ada lebih dari 70% tenaga kerja merupakan lulusan diploma, sarjana, serta pendidikan pasca sarjana. Tenaga kerja tersebut berasal dari berbagai wilayah, bagus yang merupakan penduduk lokal ataupun imigran dari negara lain.

Disamping itu, rata-rata produktivitas tenaga kerja di Silicon Valley di 2013 lebih tinggi sekitar 62% apabila dibandingkan dengan produktivitas tenaga kerja Amerika Serikat di area lain. Produktivitas ini mendorong tingginya daya saing produk dan jasa yang dihasilkan di kawasan Silicon Valley.

Sementara industri yang terkait dengan inovasi menyumbang sekitar 33% dari total output di 2013, dan mempekerjakan lebih dari 26% tenaga kerja dari total tenaga kerja yang ada dalam area tersebut.

Inovasi, yang diukur dengan jumlah hak paten (registered patent) menemui peningkatan dari tahun ke tahun dengan laju yang tergolong pesat. di 2014 ada sekitar 19.40 ribu hak paten yang dihasilkan, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada diangka 16.97 ribu.

Apabila digambarkan dengan cara periodisasi, maka perkembangan kawasan Silicon Valley Bisa dijelaskan dengan cara singkat sebagai berikut:
  • Era 1950’an – 1978’an atau disebut dengan first wave. di era ini industri-industri lebih terfokus di bidang pertahanan dan militer.
  • Era 1979’an – 1986’an atau second wave. Periode ini merupakan era jaringan terintegrasi (integrated circuit), antara lain berupa teknologi semikonduktor dan prosesor komputer.
  • Era 1987’an – 1996’an atau third wave. Gelombang ketiga merupakan era komputer pribadi (personal computer). Di fase ini mulai dikembangkan pemanfaatan komputer, bagus untuk kepentingan pribadi ataupun bisnis.
  • Era 1997’an – 2005’an atau fourth wave. Gelombang keempat ditandai dengan era internet dan konektivitas antar jaringan, serta bangkitnya raksasa-raksasa industri seperti Google dan Netscape.
  • Era 2006’an – 2013’an atau fifth wave. Gelombang kelima merupakan era sosial media, dimana koneksi antar individu dan wilayah Bisa dilakukan melalui percakapan jarak jauh serta tatap muka via dunia virtual. di fase ini ditandai dengan kebangkitan industri sosial media, seperti LinkedIn dan Facebook.
(Silicon Valley Leadership Group, as well as Silicon Valley Community Foundation, Silicon Valley Competitiveness as well as Innovation Project 2015, 2015).

Sementara Milner menyatakan bahwa salah satu milestone dalam perkembangan cluster ini dimulai saat Stanford University mengembangkan penelitian-penelitian dan merealisasikan temuan-temuan studi kedalam bisnis dan industri.

di 1930’an, seorang profesor dari Stanford University, Fredrick Terman mengajak mahasiswanya saat itu, William Hewlett dan David Packard untuk memulai suatu bisnis berupa produksi audio-oscilator. Bisnis tersebut setelah itu menjelma menjadi salah satu industri yang dikenal diseluruh dunia, yakni Hewlett-Packard, dengan bermacam produk mulai dari komputer desktop, laptop, printer, dan perangkat lainnya.

Dalam perkembangannya, di 1970’an muncul ilmuwan-ilmuwan muda seperti Steve Jobs dan Steve Wozniak yang menggagas lahirnya produk komputer Apple.

setelah itu periode 1994 muncul lagi entrepreneur-entrepreneur baru, diantaranya Jerry Yang dan David Filo yang menjadi pelopor lahirnya mesin pencari Yahoo! (Yahoo! search engine) (Milner, Nick, A Brief History of Silicon Valley, 2008).

dengan cara garis besar, Silicon Valley merupakan rumah untuk lebih dari 20 ribu perusahaan berteknologi tinggi (high-tech companies), seperti Hewlett-Packard, Intel, Apple, eBay, Yahoo, dan lain-lain, serta para profesional yang penuh dedikasi dalam mengembangkan inovasi.

Ada beberapa poin penting yang Bisa dipelajari dari design cluster-based economy seperti yang ditunjukkan oleh Silicon Valley, diantaranya:
  • Industri yang menjadi besar dan sukses yaitu industri yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan perkembangan jaman. Inovasi menjadi Perkataan kunci dalam mewujudkan keberhasilan tersebut.
  • Beberapa individu/kelompok yang berjiwa wirausaha (entrepreneurship) ternyata mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan, yang di gilirannya Bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan membawa dampak besar di perekonomian ditingkat nasional ataupun global.
  • Adanya kerangka kerja menuju kesuksesan. Kerangka kerja ini memberi petunjuk untuk para entrepreneur baru yang akan menapaki dunia usaha, sehingga Bisa mengikuti keberhasilan yang telah dicapai oleh para pendahulu'nya.

Berikut sumber referensi yang layak menjadi rujukan untuk yang ingin mempelajari lebih jauh mengenai inovasi, Innovation as well as Entrepreneurship, by Peter Drucker as well as Franz Brentano, 2014.

di akhirnya, melalui nama-nama besar yang lahir di Silicon Valley, diperoleh pelajaran penting bahwa dengan komitmen, tujuan yang terarah, serta pengembangan inovasi, akan membentuk peta menuju kesuksesan.


EmoticonEmoticon