Rumusan Pancasila Mr. Muhamad Yamin Yang Wajib Kita Tau

Tags

Mengkaji Rumusan Pancasila Mr. Muhamad Yamin - Sebagai pegangan publik, kita semua terikat oleh undang undang, sekalipun dari kita tidak sadar atau mengerti undang undang itu sendiri. "Ketidaktahuan akan hukum bukanlah pembelaan." yaitu penting bahwa kita mengetahui dan memahami, setidaknya dalam pengertian umum, sifat dari kewajiban ini, dan konsekuensi ketidaktaatan. Hukum mengatur hampir setiap aspek kehidupan kita, dan sangat banyak tanggung jawab ditempatkan di kita masing-masing oleh undang-undang ini. di tingkat yang begitu mendasar, hukum yang mengikat membentuk peraturan masyarakat. Asa undang-undang ini yaitu untuk menyamakan standar perilaku tertentu dalam masyarakat kita demi kepentingan umum.

Rumusan Pancasila Mr. Muhamad Yamin

di tanggal 1 Maret 1945, Jepang mengumumkan akan dibentuknya Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau dalam bahasa Jepang disebut dengan Dokuritsu Jumbi Choosakai. Badan ini setelah itu terbentuk di tanggal 29 April 1945, dan baru dilantik di tanggal 28 Mei 1945, yang mulai bekerja di tanggal 29 Mei 1945.

Dengan terbentuknya BPUPKI ini bangsa Indonesia Bisa dengan cara legal mempersiapkan kemerdekaanya, untuk merumuskan syarat-syarat yang wajib dipenuhi sebagai negara yang merdeka. Oleh Sebab itu, peristiwa-peristiwa ini dijadikan tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai cita-citanya.

di tanggal 29 Mei 1945 BPUPKI mengadakan sidangnya yang pertama yang diadakan di gedung Chuo Sangi In Jakarta sekarang disebut Gedung Pancasila. Peristiwa ini merupakan sejarah, yang di saat sidang tersebut Mr. Muhamad Yamin mendapatkan kesempatan yang pertama untuk mengemukakan pidatonya dihadapan sidang lengkap BPUPKI. Pidato Mr. Muhamad Yamin berisikan lima asas dasar untuk negara Indonesia merdeka yang diidam-idamkan, yaitu :
  1. Peri Kebangsaan.
  2. Peri Kemanusiaan.
  3. Peri Ketuhanan.
  4. Peri Kerakyatan.
  5. Kesejahteraan Sosial.

Setelah berpidato, Mr. Muhamad Yamin menyampaikan usul tertulis mengenai Rancangan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Di dalam pembukaan rancangan Undang-Undang Dasar tersebut tercantum perumusan lima asas dasar negara yang berbunyi sebagai berikut :
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kebangsaan Persatuan Indonesia.
  3. Rasa kemanusian yang adil dan beradab.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
  5. Keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia.

Usulan lima asas dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Muhamad Yamin dengan cara lisan dalam pidatonya dan yang dikemukakan dengan cara tertulis terdapat perbedaam, bagus perumusan Perkataan-katanya ataupun sistematikanya.

Dari lima asas dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Muhamad Yamin, bagus dengan cara lisan dalam pidatonya dihadapat sidang BPUPKI ataupun dalam usulan tertulis mengenai Rancangan Undang-Undang Dasar, perumusan dan sistematika lima asas dasar negara yang disampaikan hampir sama dengan Pancasila yang sekarang ini atau yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Tiga sila, yaitu sila pertama, keempat, dan kelima bagus perumusan atau tempatnya sama dengan Pancasila yang sekarang. Perbedaannya yaitu di sila kedua dan ketiga, yang di dalam sistematika usulan Mr. Muhamad Yamin berbalikan dengan sistematika yang ada di Pancasila sekarang. Selain itu, perumusan kedua sila itu pun ada sedikit perbedaan, yaitu digunakannya Perkataan "Kebangsaan" di sila "Kebangsaan Persatuan Indonesia". Serta digunakannya Perkataan "Rasa" di sila " Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab". Dua Perkataan tersebut, "Kebangsaan" dan "Rasa", sebagaimana diketahui di dalam Pancasila yang sekarang tidak terdapat.

Semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon