Rumusan Pancasila Ir. Soekarno Yang Wajib Kita Tau

Tags

Membahas Rumusan Pancasila Ir. Soekarno - Sebagai prinsip publik, kita semua terikat oleh hukum, terlepas dari kita sadar atau mengerti undang undang itu sendiri. "Ketidaktahuan akan hukum bukanlah pembelaan." merupakan penting bahwa kita mengetahui dan memahami, setidaknya dalam pengertian umum, sifat dari kewajiban ini, dan konsekuensi ketidaktaatan. Hukum mengatur hampir setiap aspek kehidupan kita, dan sangat banyak tanggung jawab ditempatkan di kita masing-masing oleh undang-undang ini. di tingkat yang sangat mendasar, hukum yang mengikat membentuk peraturan masyarakat. Tujuan undang-undang ini merupakan untuk menyamakan standar perilaku tertentu untuk masyarakat kita demi kepentingan umum.

Rumusan Pancasila Ir. Soekarno

Setelah Mr. Muhamad Yamin menyampaikan pidatonya dihadapan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diadakan di gedung Chuo Sangi In Jakarta sekarang disebut Gedung Pancasila,  di sidang hari ketiga Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), yaitu di tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidatonya yang berisikan lima hal untuk menjadi dasar negara merdeka, dengan perumusan dan sistematika sebagai berikut :
  1. Kebangsaan Indonesia.
  2. Internasionalisme, atau Peri Kemanusiaan.
  3. Mufakat, atau Demokrasi.
  4. Kesejahteraan Sosial.
  5. Ketuhanan yang berkebudayaan.


Lima dasar negara yang disampaikannya tersebut, oleh Ir. Soekarno diusulkan supaya diberi nama Pancasila. Dikatakan oleh Ir. Soekarno bahwa nama Pancasila tersebut berasal dari seorang ahli bahasa yang merupakan kawan beliau, hanya aja tidak dikatakannya siapa.Usul mengenai nama Pancasila tersebut setelah itu diterima oleh sidang BPUPKI.

Apabila perumusan dan sistematika yang dikemukakan atau diusulkan oelh Ir. Soekarno tersebut dibandingkan dengan Pancasila yang sekarang, maka nyata sekali bahwa perumusan dan sistematika Pancasila yang disampaikan oleh Ir. Soekarno tersebut berbeda dari perumusan dan sistematika Pancasila yang sekarang. Sistematika yang dikemukakan oleh Ir. Soekarno merupakan hasil pemikiran atas dasar denk methode historisch materialisme. Dengan pola berpikir yang dialektis ini, asas Kebangsaan Indonesia atau Nasionalisme dihadapkan dengan asas Internasionalisme atau peri kemanusiaan menjadi Sosio Nasionalisme. Selanjutnya asas Mufakat atau Demokrasi dalam hal ini demokrasi politik dihadapkan dengan asas Kesejahteraan Sosial, yaitu demokrasi ekonomi dan menjadi Sosio Demokrasi. Selanjutnya Sosio Nasionalisme, Sosio Demokrasi, dan Ketuhanan tersebut disebut Trisila, yang dikatakan oleh Ir. Soekarno sebagai perasaan dari lima sila atau Pancasila. Trisila ini setelah itu diperas lagi menjadi ekasila, yaitu gotong royong.

di tahun 1947, pidato Ir. Soekarno  tanggal 1 Juni 1945 diterbitkan atau dipublikasikan dengan nama Lahirnya Pancasila, yang setelah itu menjadi populer dalam masyarakat bahwa Pancasila merupakan nama dari dasar negara Indonesia.

di tahun 1958 dan tahun 1959, Presiden Soekarno membagikan kursus-kursus dan kuliah umum di Istana Negara Jakarta dan Yogyakarta, yang di tanggal 1 Juni 1964 dibukukan dengan judul Tjamkan Pantjasila !

di tanggal 17 Agustus 1959, Presiden Soekarno menyampaikan pidato yang setelah itu menjadi Manipol dan Manipol/Usdek. di waktu itu Manipol dianggap sebagai pengalaman dari Pancasila dengan Nasakom dan Lima Azmat Revolusi-nya. Hingga kemudia meletuslah peristiwa pengkhianatan G-30-S/PKI.

Tanggal 1 Oktober 1965 pemberontakan G-30-S/PKI sukses ditumpas, dan 1 Oktober 1965 dinyatakan sebagai tonggak demokrasi Orde Baru. Selanjutnya tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.  Berdasarkan radiogram Sekretaris Negara yang saat itu dijabat oleh Mayjen TNI Alam Syah, sejak tahun 1970, tanggal 1 Juni tidak lagi diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Hingga di akhirnya, Presiden Republik Indonesia saat ini Ir. Joko Widodo menerbitkan Surat Keputusan Presiden Nomor : 24 tahun 2016 mengenai Hari Lahir Pancasila dan menetapkan Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni sebagai hari libur nasional. 

Semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon