Problem Ketahanan Pangan Global (Global Food Security) Yang wajib Kita Ketahui

Tags

inti Fundamental dari materi Problem Ketahanan Pangan Global (Global Food Security), bahwa setiap masyarakat negeri wajib mempunyai kepahaman seputar materi ekonomi, hal ini dikarenakan dengan perkembangan ekonomi di rumahtangga, masyarakat dan negara itu sendiri, maka belajar ekonomi memang wajib di galakkan sejak dini, sejak masih mengenal bangku pendidikan. wajib dicatat bahwa gaji lulusan ekonomi termasuk yang tertinggi dari disiplin apapun. Penelitian yang berbeda cenderung menemukan nilai gaji lulusan ekonomi cukup dibayar dengan bagus. Kemampuan ilmu ekonomi misalnya pengambilan keputusan: Apa yang wajib dilakukan bisnis untuk menaikkan margin keuntungan.

Problem Ketahanan Pangan Global (Global Food Security)

Problem ketahanan pangan merupakan persoalan global yang berkaitan erat dengan kelangsungan hidup manusia. Tulisan ini hendak membahas masalah-masalah yang mengemuka terkait dengan ketahanan pangan global.

Problem Ketahanan Pangan Global (Global Food Security)
Dalam the entire world Food Summit 1996 di Roma, Italia, dinyatakan dengan tegas bahwa yang dimaksud dengan ketahanan pangan merupakan saat semua orang, disetiap waktu, mempunyai akses untuk memperoleh kecukupan dan keamanan pangan, serta sumber pangan bergizi untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menunjang kesehatan.

Lebih lanjut, data menunjukkan bahwa bantuan internasional melalui skema Official Development Assistance (ODA) di sektor agrikultur menemui penurunan dari waktu ke waktu. Apabila di 1979 terdapat sekitar 18% bantuan yang disalurkan ke sektor pertanian, maka di 2009 persentase bantuan merosot hingga tersisa 6%. Demikian pula investasi pemerintah di sektor pertanian rata-rata menemui penurunan kurang lebih sebesar 30% di negara-negara Afrika dan mencapai 60% di kawasan Asia dan Amerika Latin.

Disamping itu, the Food along with Agriculture Organization (FAO) mencatat bahwa di 2011 terdapat sekitar 13.9 juta km2 Tanah pertanian (arable land) yang menyokong kebutuhan pangan lebih dari 6.9 milliar manusia, dimana masyarakat yang masuk dalam kategori miskin menghabiskan 50-80% penghasilan mereka untuk memenuhi kecukupan pangan.

Sementara menurut studi the International Fund for Agricultural Development (IFAD), terdapat beberapa temuan terkait dengan situasi pangan dunia:
  • diperkirakan sekitar 925 juta manusia menemui kelaparan di berbagai penjuru dunia.
  • sekitar 1.4 milliar manusia memperoleh penghasilan kurang dari US$ 1.25 per hari, sehingga menempatkan mereka dalam golongan miskin.
  • populasi penduduk diyakini mencapai angka 9.1 milliar di 2050.
  • produksi pangan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di negara berkembang di 2050 di perkirakan mencapai dua kali lipat dari produksi pangan saat ini (2012).
  • tak kurang dari 40% Tanah tanaman pangan menemui degradasi, bahkan persentase tersebut Bisa lebih besar lagi apabila memperhitungkan dampak buruk perubahan iklim (climate change).
(The International Fund for Agricultural Development, The Future of World Food along with Nutrition Security, 2012).

Sedangkan isu-isu mengenai ketahanan pangan global antara lain terangkum sebagai berikut:
  • negara-negara yang bergantung di impor pangan, terutama di kawasan Afrika, menjadi pihak yang terkena dampak paling besar karena krisis pangan.
  • lonjakan harga pangan karena terbatasnya persediaan pangan dunia kemungkinan akan berlangsung dalam periode waktu yang lama.
  • kenaikan harga pangan merugikan semua pihak, bagus petani sebagai produsen ataupun masyarakat konsumen, terlebih yang berasal dari golongan ekonomi lemah.
  • kenaikan harga pangan dalam jangka pendek mampu mempengaruhi aspek kehidupan jangka panjang, terutama terkait dengan kesehatan dan ketahanan tubuh individu.
  • tingginya harga pangan dalam jangka pendek berpotensi memicu krisis ekonomi.
  • diperlukan strategi tepat untuk melonjakkan produksi pangan, sekaligus kebijakan-kebijakan untuk mendukung terpeliharanya ketahanan pangan dalam jangka panjang.
  • investasi di sektor pertanian memainkan peran penting dalam mewujudkan kemandirian pangan dan pembangunan berkesinambungan.

dengan cara garis besar, problem ketahanan pangan muncul bagus di sisi permintaan (demand) ataupun penawaran (supply), dimana:
  • terjadi kenaikan permintaan global atas produk pangan seiring pertambahan jumlah populasi penduduk.
  • terjadi penurunan ketersediaan pangan karena berkurangnya jumlah produksi pangan, bagus Sebab faktor alam, perubahan fungsi Tanah pertanian, serta tidak memadainya investasi di sektor pertanian.

wajib dicatat bahwa kecukupan pangan untuk setiap individu merupakan hak asasi manusia, sesuai yang tercantum dalam the International Covenant on Economic, Social along with Cultural Rights dan the Universal Declaration on the Eradication of Hunger along with Malnutrition. Selain itu upaya mewujudkan ketahanan pangan tercantum pula dalam agenda the Sustainable Development Goals (SDGs) terutama tujuan kedua, yakni mengatasi masalah kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi, serta mempromosikan sektor agrikultur yang berkesinambungan.

Bacaan lebih lengkap mengenai persoalan ketahanan pangan Bisa diperoleh di Food Security along with Global Environmental Change, by John Ingram, Polly Ericksen, along with Diana Liverman, 2010.

Selanjutnya, untuk menjawab tantangan krisis pangan global yang mungkin akan semakin memburuk di waktu-waktu mendatang, diperlukan solusi jangka pendek dan jangka panjang. The United Nations Conference on Trade along with Development (UNCTAD) dalam penelitiannya merekomendasikan poin-poin penting, diantaranya:
  • Memperkuat sistem dan mekanisme pengadaan produk pangan, bagus di tingkat nasional, regional, ataupun global, serta mengurangi biaya transportasi dan inefisiensi dalam proses tersebut.
  • Mempromosikan Anggaran dan kebijakan yang mendukung sektor pangan dan pertanian.
  • Memastikan ketersediaan pangan di saat terjadi krisis.
  • Membantu negara-negara berkembang dalam merumuskan strategi di sektor pangan dan pertanian, termasuk kebijakan tarif dan Anggaran terkait lainnya.
  • Mempromosikan sistem pertanian berkelanjutan, sehingga mampu memenuhi persediaan pangan global serta membantu upaya pengentasan kemiskinan.
  • melonjakkan investasi, bagus dengan skema ODA ataupun bentuk lain, dalam rangka pengembangan sektor pertanian dan peningkatan teknologi pertanian.
  • Menumbuhkan iklim persaingan sehat yang memungkinkan berkembangnya sektor pertanian untuk menunjang kesejahteraan masyarakat.
  • menjalankan assessment terhadap faktor ekonomi dan lingkungan, terkait produktivitas tanaman pangan serta pemberian subsidi sektor pertanian dan penunjang ketahanan pangan.
(The United Nations Conference on Trade along with Development, Addressing the Global Food Crisis: Key trade, investment along with commodity policies in ensuring sustainable food security along with alleviating poverty, 2008).

Selain hal-hal tersebut diatas, dibutuhkan pula terobosan-terobosan berupa:
  • Pengembangan varietas tanaman pangan baru yang lebih berkualitas, bernutrisi, dan tahan perubahan cuaca.
  • Pemeliharaan varietas tanaman dan Fauna ternak dengan cara terpadu dan berkelanjutan, sehingga tidak lekas habis untuk konsumsi saat ini.
  • Pengembangan metode baru dalam menjaga dan melonjakkan nutrisi yang terkandung di produk tanaman pangan.
  • Pengembangan metode produksi tanaman pangan dengan cara efisien dan efektif, misalnya dengan memanfaatkan media air dan pengembangan konsep urban agriculture untuk mengurangi ketergantungan produksi di Tanah pertanian tradisional.

Sebagai Epilog, persoalan ketahanan pangan pantas menjadi prioritas utama, sebab menyangkut kelangsungan hidup dan aspek-aspek kehidupan manusia.


EmoticonEmoticon