PENGERTIAN PERISTIWA HUKUM DAN karena HUKUM Yang wajib Kita Baca

Tags

PENGERTIAN PERISTIWA HUKUM DAN karena HUKUM - Setiap masyarakat negara bagus yang termuda hingga yang tertua mempunyai alokasi hukum yang kompleks yang mencakup seputar hak, tanggung jawab, transaksi, peraturan, proses, prosedur, implikasi yang sangat sering sangat tidak sempurna untuk dimengerti, dan diserahkan kepada para ahli. di taraf yang begitu Fundamental, hukum yang mengikat membentuk peraturan masyarakat. Asa peraturan ini yaitu untuk menyamakan standar perilaku tertentu untuk masyarakat kita demi kepentingan umum. Tanpa Anggaran seperti itu, masyarakat Bisa jadi akan turun ke dalam pola sikap buruk.

PENGERTIAN PERISTIWA HUKUM DAN karena HUKUM


A. Peristiwa Hukum
Peristiwa hukum yaitu semua peristiwa atau kejadian yang Bisa menimbulkan karena hukum, antara pihak-pihak yang mempunyai hubungan hukum. Seperti misalnya perkawinan antara pria dan wanita, akan membawa bersama dari peristiwa itu hak-hak dan kewajiban-kewajiban bagus untuk pihak laki-laki yang setelah itu bernama suami dengan serangkaian hak-hak dan kewajiban-kewajibannya. Demikian pula pihak wanita yang setelah itu bernama istri dengan serangkaian hak dan kewajibannya. Maka perkawinan ini hakikatnya yaitu suatu peristiwa hukum, walaupun apabila dilihat dari sudut lain misalnya Bisa dinamakan sebagai Forum-hukum (institusi hukum).
Demikian pula misalnya kematian seseorang, akan pula membawa berbagai karena hukum, seperti di bidang hukum sipil akan membawa karena penetapan pewaris dan ahli waris. Dan apabila di bidang hukum pidana, seandainya kematian tersebut karena perbuatan seseorang, maka orang bersangkutan terkena karena hukum berupa pertanggung jawaban pidana. inti peristiwa hukum ini Bisa mengenai berbagai segi hukum bagus hukum publik ataupun hukum privat, hukum tata negara, hukum tata usaha negara, hukum publik dan perdata internasional, hukum pidana, niaga, sipil dan sebagainya.

B. karena Hukum
Suatu karena yang ditimbulkan oleh adanya suatu hubungan hukum. Suatu hubungan hukum membagikan hak dan kewajiban yang telah ditentukan oleh undang-undang, sehingga kalau dilanggar akan berakibat, bahwa orang yang melanggar itu Bisa dituntut di muka pengadilan. Suatu hubungan pergaulan persahabatan biasa seperti ingkar janji untuk menonton bioskop bersama tidak membawa karena hukum. Namun dengan cara non-hukum misalnya ganjalan dan tidak enak dari yang dijanjikan Bisa aja terjadi.

C. Perbedaan Antara Peristiwa Hukum Dan karena Hukum.

Untuk lebih memfokuskan serta memudahkan pemahaman mengenai peristiwa hukum maka di bawah ini akan diuraikan beberapa pengertian mengenai peristiwa hukum, diantaranya yaitu :

  • Peristiwa hukum ialah suatu rechtsfeit atau suatu kejadian hukum.
  • Peristiwa hukum ialah suatu kejadian biasa dalam kehidupan sehari-hari yang akibatnya diatur oleh hukum.
  • Peristiwa hukum ialah perbuatan dan tingkah laku subyek hukum yang membawa karena hukum, Sebab hukum mempunyai kekuatan mengikat untuk subyek hukum atau Sebab subyek hukum itu terikat oleh kekuatan hukum.
Menurut Apeldoorn peristiwa hukum ialah peristiwa yang berdasarkan hukum menimbulkan atau menghapuskan hak. Menurut Bellefroid peristiwa hukum ialah peristiwa sosial yang tidak dengan cara otomatis Bisa merupakan/menimbulkan hukum. Suatu peristiwa Bisa merupakan peristiwa hukum apabila peristiwa itu oleh peraturan hukum dijadikan sebagai peristiwa hukum.

karena hukum yaitu karena suatu tindakan yang dilakukan untuk memperoleh suatu karena yang dikehendaki oleh pelaku dan yang diatur oleh hukum. Tindakan yang dilakukannya merupakan tindakan hukum yakni tindakan yang dilakukan guna memperoleh sesuatu karena yang dikehendaki hukum.[1]
Lebih jelas lagi bahwa karena hukum yaitu segala karena yang terjadi dari segala perbuatan hukum yang dilakukan oleh subyek hukum terhadap obyek hukum atau karena-karena lain yang dikarenakan Sebab kejadian-kejadian tertentu oleh hukum yang bersangkutan telah ditentukan atau dianggap sebagai karena hukum.[2]

_____________________
Dr. Soedjono Dirdjosisworo, S.H.
[1] Soeroso, R., SH., Op-Cit, hlm 295
[2] Syarifin, Pipin, SH., Op-Cit, hlm 71


EmoticonEmoticon